3P: Pertolongan, Pegangan dan Pembebasan

Oleh Gede Agustapa, Seorang Yogi

Semua makhluk yang menderita, sesungguhnya, membutuhkan pertolongan, pegangan dan pembebasan. Walaupun demikian, prioritasnya berbeda, tergantung kondisi individu masing-masing.

Setiap orang, khususnya yang akan berlatih meditasi mau pun yang sedang berlatih, sebaiknya memahami 3P ini; “apakah saat ini saya membutuhkan pertolongan, pegangan atau kah pembebasan?”

Tidak semua orang siap untuk menerima ajaran yang berkaitan dengan pembebasan spiritual. Seringkali, orang membutuhkan pertolongan dan pegangan terlebih dahulu. Dengan memahami posisi kita di mana, maka kita dapat mengerjakan atau mengeksekusi ajaran, metode dan latihan secara presisi, efektif dan efisien, sehingga membuahkan hasil yang sesuai di setiap tahapan tanpa ada spiritual bypassing.

Secara umum. yang membutuhkan pertolongan adalah mereka yang sedang terjatuh dalam kehidupannya, sehingga mengalami kekecewaan, kesedihan, ketakutan, depresi dan kemarahan yang mendalam, yang membuat mereka benar-benar terguncang. Tentu juga setelahnya, mereka juga membutuhkan pegangan. Bahkan sejatinya pertolongan dan pegangan tidak bisa dipisahkan. Yang membutuhkan pegangan sebagai prioritasnya, pada umumnya, adalah mereka yang sedang kebingungan, dan menginginkan progress yang lebih baik serta lebih stabil dalam kehidupan mereka.

Mengenai pembebasan, sejatinya, semua makhluk membutuhkan pembebasan, namun tidak semua memiliki kesiapan untuk menerima ajaran-ajaran spiritual yang lebih tinggi, karena sibuk dengan urusan dunia, karena kurangnya karma baik, dan juga kurangnya penderitaan yang mengguncang untuk sekilas melihat ke dalam kesejatian realita.

Bagi mereka yang berbagi atau mengajar juga perlu memahami 3P ini, sehingga dapat menentukan metode, cara mengajar, cara berbagi, cara melatih & berlatih serta pendekatan mana yang paling sesuai. Apakah seseorang lebih membutuhkan pertolongan, pegangan atau sebenarnya ia sudah siap pada pembebasan?

Mengenai pertolongan, dapat dibedakan menjadi dua; pertolongan yang bersifat materi dan pertolongan untuk menyelamatkan dari emosi-emosi yang mengganggu dan membahayakan. Pertolongan yang baik adalah pertolongan yang juga memberikan pegangan dan juga mengarah pada pembebasan. Sebagai contoh, jika seseorang bersedih, kita dapat menghiburnya dengan memberi hadiah atau mengajaknya jalan-jalan. Walau pun diperlukan, pertolongan yang seperti itu tidak memberikan pegangan dalam menjalani hidup, dan tidak mengarah pada pembebasan dari berbagai penderitaan di alam-alam samsara.

Mengenai pegangan, selain ajaran dan nilai-nilai apa yang dipegang, cara memegangnya juga penting. Jika seseorang memegang ajaran dengan kaku, maka pegangannya dapat menjadi racun baginya, sehingga dapat membawa ke penderitaan. Pegangan yang berupa ajaran, nilai-nilai dan metode adalah untuk membantu kita terbebas dari penderitaan di kehidupan ini mau pun di kehidupan yang akan datang, bukan untuk menilai dan menghakimi orang lain. Inilah yang disebut cara memegang pegangan.

Pembebasan berarti terbebaskan sepenuhnya dari siklus kelahiran kembali yang berulang di alam-alam penderitaan. Ini pun sebenarnya adalah pertolongan dari penderitaan di alam samsara.

Penderitaan di alam manusia adalah kelahiran, sakit, penuaan, dan kematian, berpisah dari yang disenangi dan yang dicintai, bersama dengan yang tidak disenangi dan yang tidak dicintai, tidak mendapatkan apa yang diinginkan. Semua itu memicu berbagai jenis emosi negatif yang menyakitkan, baik secara fisik mau pun mental. Penderitaan di alam hantu dan setan kelaparan (makhluk preta) adalah kelaparan dan kehausan yang ekstrim. Penderitaan di neraka karena panas dan dingin yang ekstrim. Penderitaan di alam binatang yang disayang kemudian di sembelih, sulit mendapatkan makanan, tidak tenang sebab selalu di intai oleh predator, dan sebagainya.

Para makluk asura setengah dewa yang menderita karena iri hati dan peperangan. Bahkan para dewa di surga pun dikatakan memiliki penderitaan mereka sendiri. Semua ini disebut penderitaan di enam alam samsara.

Jika kita menelaah bagaimana Buddha Sakyamuni mengajar, maka kita akan menemukan pola 3P ini. Sejatinya, 3P ini adalah satu kesatuan yang utuh tidak terpisahkan. Hanya saja, pada setiap individu prioritas dan penekenannya dapat dibedakan.

Di kelas meditasi terbuka untuk umum dengan judul program “Meditasi untuk Kebahagiaan, Kesembuhan & Pembebasan; Seni Menemukan Kedamaian dan Kebebasan Batin Melalui Integrasi Teks Klasik Buddha & Patanjali Yoga Sutra ” yang diadakan oleh komunitas Namcho Bali, kita akan menelaah cara pandang, metode dan latihan yang berisi Pertolongan, Pegangan dan Pembebasan. Kelas diadakan setiap dua minggu sekali tanpa dipungut biaya. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi wa admin Rian: 0895-1964-6101.

Dipublikasikan oleh

avatar Tidak diketahui

Reza A.A Wattimena

Pendiri Rumah Filsafat. Pengembang Teori Kesadaran, Agama dan Politik. Peneliti di bidang Filsafat Politik, Filsafat Ilmu dan Kebijaksanaan Timur. Alumni Sekolah Tinggi Filsafat Driyarkara Jakarta, Doktor Filsafat dari Hochschule für Philosophie München, Philosophische Fakultät SJ München, Jerman. Beberapa karyanya: Menjadi Pemimpin Sejati (2012), Filsafat Anti Korupsi (2012), Tentang Manusia (2016), Filsafat dan Sains (2008), Zen dan Jalan Pembebasan (2017-2018), Melampaui Negara Hukum Klasik (2007), Demokrasi: Dasar dan Tantangannya (2016), Bahagia, Kenapa Tidak? (2015), Cosmopolitanism in International Relations (2018), Protopia Philosophia (2019), Memahami Hubungan Internasional Kontemporer (20019), Mendidik Manusia (2020), Untuk Semua yang Beragama (2020), Terjatuh Lalu Terbang (2020), Urban Zen (2021), Revolusi Pendidikan (2022), Filsafat untuk Kehidupan (2023), Teori Transformasi Kesadaran (2023), Teori Tipologi Agama (2023), Zendemik (2024), Teori Politik Progresif Inklusif (2024), Kesadaran, Agama dan Politik (2024) dan berbagai karya lainnya. Rumah Filsafat kini bertopang pada Crowdfunding, yakni pendanaan dari publik yang terbuka luas dengan jumlah yang sebebasnya. Dana bisa ditransfer ke rekening pribadi saya: Rekening BCA (Bank Central Asia) 0885100231 atas nama Reza Alexander Antonius. Lebih lengkapnya lihat di https://rumahfilsafat.com/rumah-filsafat-dari-kita-untuk-kita-dan-oleh-kita-ajakan-untuk-bekerja-sama/

Tinggalkan komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.