Sepuluh Langkah “Malaikat”

Oleh Reza A.A Wattimena

Sudah sekitar 4 tahun ini, tak ada berita baik keluar dari pihak istana. Semua kebijakan membuat sakit hati, dan mengundang amarah, mulai dari IKN yang mangkrak, sampai dengan MBG yang dikorupsi habis. Kritik dan saran sudah diajukan oleh para ahli. Namun, istana seolah tuli, dan bahkan menyerang balik dengan penuh kedunguan.

Alhasil, kepercayaan publik terkoyak. Secara keseluruhan, daya beli hancur, nyaris tak bersisa. Yang mampu membeli hidup dari hutang yang penuh ketidakpastian. Per 10 Juni 2026, harga BBM non-subsidi menyentuh hampir 17 ribu Rupiah. Indonesia diambang guncangan politik dan ekonomi yang mendalam.

Tanpa perbaikan nyata, revolusi berdarah di depan mata. Reformasi jilid 2 bisa terjadi dengan korban rakyat tak bersalah. Indonesia pun bisa pecah. Selama beberapa dekade, kita akan menjalani perang saudara yang berdarah-darah.

Politik itu cair. Perubahan selalu merupakan sebuah kemungkinan. Krisis 2026 ini bukanlah sesuatu yang mutlak. Kepercayaan publik, dan perbaikan keadaan, bisa diciptakan dengan sepuluh langkah “malaikat” berikut. Saya sebut “malaikat”, karena sepuluh langkah ini bisa mengakhiri semua masalah di Indonesia, walaupun hampir tak mungkin diterapkan oleh rezim korup yang ada sekarang.

Pertama, presiden harus berhenti berpidato dengan emosi, yang kerap menghasilkan komentar-komentar dungu atas keadaan. Perkataan presiden berpengaruh besar pada keadaan masyarakat secara keseluruhan. Ia harus belajar berpidato dengan beradab, sistematik, rasional dan logis. Untuk itu, ia harus banyak membaca buku, dan belajar filsafat.

Dua, presiden mesti menghentikan program-program yang tidak produktif. Ia harus berhenti berpikir populis, yakni menyenangkan rakyat untuk jangka pendek semata. Salah satu program yang rawan korupsi, dan sudah dikorup besar, adalah MBG, atau makan bergizi gratis. Dana yang ada digunakan untuk hal-hal yang lebih produktif, seperti memberikan jaminan kesehatan dan pendidikan yang gratis serta bermutu tinggi.

Tiga, presiden mesti menunjuk orang-orang yang ahli di bidangnya. Jangan hanya menerapkan politik balas budi yang membuat kinerja pemerintahan menjadi buruk. Susunan pejabat juga mesti dikurangi dalam jumlah besar. Sampai 10 Juni 2026, susunan kabinet pembantu presiden amatlah gendut, tidak efisien, tidak efektif dan diisi dengan orang-orang tidak kompeten. Ini harus segera diubah.

Empat, presiden mesti berhenti bermain mata dengan tentara dan polisi di bidang politik. kedua institusi tersebut harus kembali menjalankan fungsi utamanya. Tentara sebagai penjaga keamanan nasional, dan polisi sebagai penegak hukum murni. Jangan campurkan mereka dengan jabatan politik dan ekonomi yang sama sekali bukan bidang keahlian mereka.

Lima, penegak hukum di Indonesia harus mengalami pembersihan total. Reformasi dangkal sama sekali tidak mencukupi. Lembaga penegak hukum harus mengalami sapu bersih di seluruh unsurnya. Ini merupakan dasar penting bagi kemajuan Indonesia sebagai negara hukum demokratis yang mampu keadilan dan kepastian hukum untuk warganya.

Enam, bersama dengan itu, korupsi harus dibasmi sampai ke akar. Pidato penuh amarah, namun kosong tindakan, tidak akan berpengaruh. Koruptor harus dihukum mati, dan harta mereka harus disita. Mereka harus dimiskinkan secara ekonomi dan sosial. Hanya dengan begitu, korupsi di Indonesia bisa sungguh dibasmi sampai ke akar.

Tujuh, dana pembangunan yang ada lalu disalurkan untuk membangun jaminan kesehatan yang bersifat universal dan bermutu tinggi. Orang tidak lagi perlu takut, jika ia jatuh sakit. Sistem pendidikan harus juga dibuat gratis secara universal dengan mutu pendidikan yang tinggi. Substansi pendidikan harus dirombak total, dan mengedepankan pendidikan akal sehat serta nurani. Para pengajar juga harus dicukupi kebutuhan hidupnya, sehingga mereka bisa mengajar dengan tenang dan bahagia.

Delapan, fungsi-fungsi strategis lainnya yang mesti dipenuhi adalah pembangunan infrastruktur yang tepat guna. Jalanan dan gedung pelayan masyarakat diperbaiki. Karena korupsi hampir punah, maka dana yang tersedia amatlah besar, dan mutu kerjanya pasti akan tinggi. Perbaikan semua infrastruktur penopang hidup rakyat adalah langkah penting untuk mengembalikan kepercayaan masyarakat luas.

Sembilan, fufafafa harus disingkirkan dari jabatannya. Ia bagaikan hantu yang menggerogoti seluruh legitimasi moral pemerintahan sekarang. Ia adalah anak haram konstitusi yang harus dilepas dari sebagai jabatan publik. Selama ia masih bercokol di pemerintahan, selama itu pula rezim pemerintahan yang sekarang akan dianggap korup.

Sepuluh, agama kematian dari tanah gersang harus dikembalikan ke tempat asalnya. Sudah lama agama ini memperbodoh dan mempermiskin Indonesia. Seluruh Indonesia harus diajak kembali memeluk jati diri asli yang berakar pada leluhurnya. Hanya dengan begitu, identitas kita sebagai bangsa akan semakin jelas, dan proses pembangunan menuju keadilan serta kemakmuran bisa dijalankan dengan baik.

Inilah sepuuluh langkah malaikat untuk memperbaiki Indonesia. Jika diterapkan, kita akan keluar sebagai bangsa yang maju dan beradab. Jika tidak diterapkan, bangsa kita akan pecah, jatuh ke dalam perang saudara dan hancur ditelan sejarah. Pilihan di tangan kita…sesederhana itu…

 

 

Dipublikasikan oleh

avatar Tidak diketahui

Reza A.A Wattimena

Pendiri Rumah Filsafat. Pengembang Teori Kesadaran, Agama dan Politik. Peneliti di bidang Filsafat Politik, Filsafat Ilmu dan Kebijaksanaan Timur. Alumni Sekolah Tinggi Filsafat Driyarkara Jakarta, Doktor Filsafat dari Hochschule für Philosophie München, Philosophische Fakultät SJ München, Jerman. Beberapa karyanya: Menjadi Pemimpin Sejati (2012), Filsafat Anti Korupsi (2012), Tentang Manusia (2016), Filsafat dan Sains (2008), Zen dan Jalan Pembebasan (2017-2018), Melampaui Negara Hukum Klasik (2007), Demokrasi: Dasar dan Tantangannya (2016), Bahagia, Kenapa Tidak? (2015), Cosmopolitanism in International Relations (2018), Protopia Philosophia (2019), Memahami Hubungan Internasional Kontemporer (20019), Mendidik Manusia (2020), Untuk Semua yang Beragama (2020), Terjatuh Lalu Terbang (2020), Urban Zen (2021), Revolusi Pendidikan (2022), Filsafat untuk Kehidupan (2023), Teori Transformasi Kesadaran (2023), Teori Tipologi Agama (2023), Zendemik (2024), Teori Politik Progresif Inklusif (2024), Kesadaran, Agama dan Politik (2024) dan berbagai karya lainnya. Rumah Filsafat kini bertopang pada Crowdfunding, yakni pendanaan dari publik yang terbuka luas dengan jumlah yang sebebasnya. Dana bisa ditransfer ke rekening pribadi saya: Rekening BCA (Bank Central Asia) 0885100231 atas nama Reza Alexander Antonius. Lebih lengkapnya lihat di https://rumahfilsafat.com/rumah-filsafat-dari-kita-untuk-kita-dan-oleh-kita-ajakan-untuk-bekerja-sama/

Tinggalkan komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.