
Oleh Reza A.A Wattimena
Di Indonesia, pengetahuan belumlah menjadi kebutuhan. Ilmu pengetahuan masih sekedar menjadi hiasan kepribadian. Gelar akademik sekedar dipampang di undangan pernikahan (bahkan berita duka pemakaman), guna meningkatkan nama baik keluarga. Pada akhirnya, kesulitan menekuni bidang keilmuan hanya bermuara pada kegiatan pamer pada tetangga dan keluarga.
Hal serupa pun terjadi pada para ilmuwan. Dunia penelitian tidak ditekuni untuk mengembangkan ilmu pengetahuan, melainkan untuk mengejar proyek. Proyek tersebut berupa dukungan dana, entah dari pemerintah atau dari luar negeri. Hasil penelitian pun sekedar menjadi laporan yang tak berdampak pada perubahan sosial masyarakat luas. Lanjutkan membaca Ilmu Pengetahuan di Indonesia, Mau Dibawa Kemana?







