Memori, Tolong Daku…

Pinterest

Oleh Reza A.A Wattimena

Peneliti Lintas Ilmu, Tinggal di Jakarta

“Memori, kau membuka luka lama, yang kuingin lupa. Memori, tolong daku, pergi jauh, janji takkan kembali memori..”, begitulah petikan lirik lagu Memori, yang pernah dinyanyikan oleh Ruth Sahanaya, lebih dari 20 tahun yang lalu. Ketika menulis artikel ini, saya sedang menikmati lagu tersebut. Lantunan lirik indah dipadu dengan musik yang bermutu sungguh menggetarkan hati. Makna yang ditawarkan pun juga sangat dalam.

Memang, memori, selanjutnya saya sebut sebagai ingatan, amatlah penting di dalam hidup manusia. Ingatan berisi segala yang kita ketahui tentang diri maupun dunia yang kita tinggali. Tak berlebihan jika dikatakan, bahwa ingatan adalah unsur terpenting bagi identitas kita sebagai pribadi. Aku menjadi aku, karena ingatan yang kupunya. Lanjutkan membaca Memori, Tolong Daku…

Iklan

Kepemimpinan yang “Tak Pernah Lupa”

Oleh Reza A.A Wattimena

Saat ini Indonesia tengah mengalami krisis kepemimpinan. Di berbagai sektor kehidupan sangat sulit dijumpai seorang pimpinan yang bisa sungguh mengarahkan organisasi yang dipimpinnya untuk mencapai kegemilangan secara manusiawi. Yang banyak ditemukan adalah pemimpin yang permisif. Mereka mencari popularitas dengan bersikap ramah dan baik, namun tidak memiliki ketegasan untuk membuat keputusan. Akibatnya organisasi menjadi tidak memiliki arah yang jelas, dan ketidakpastian menghantui aktivitas organisasi tersebut. Dalam hal ini negara dan masyarakat bisa dipandang sebagai sebuah organisasi yang, juga, mengalami krisis kepemimpinan. Lanjutkan membaca Kepemimpinan yang “Tak Pernah Lupa”

“Lubang-Ingatan”

Oleh Reza A.A Wattimena

Bangsa kita kembali jatuh ke lubang yang sama. Seolah kita tak pernah belajar dari apa yang pernah ada. Beragam masalah mulai dari korupsi (Nazaruddin yang tetap tak jelas), kemiskinan (yang bisa kita lihat sehari-hari), hancurnya moral publik (kasus Desa Gadel, Surabaya), dan tiadanya penghargaan terhadap martabat manusia (kasus TKI) adalah cerita lama yang berpola sama dari yang sebelumnya. Lanjutkan membaca “Lubang-Ingatan”

Yang Lalu

blogspot.com

Oleh Reza A.A Wattimena

Apa “yang lalu” terekam dalam ingatan. Ia menyelinap ke dalam benak, membentuk pola, dan mempengaruhi tindakan. Semua orang mengalami ini, tanpa kecuali.

Ini berlaku untuk level individual, maupun kolektif. Di dalam masyarakat ingatan akan peristiwa lampau tetap ada, namun tersembunyi di balik keseharian. “Yang buruk” maupun “yang baik”, keduanya ada berdampingan. Keduanya tak terpisahkan. Lanjutkan membaca Yang Lalu

Tak Lupa

wordpress.com

Oleh Reza A.A Wattimena

Fakultas Filsafat UNIKA Widya Mandala, Surabaya

             Saat ini Indonesia tengah mengalami krisis kepemimpinan. Di berbagai sektor kehidupan sangat sulit dijumpai seorang pimpinan yang bisa sungguh mengarahkan organisasi yang dipimpinnya untuk mencapai kegemilangan secara manusiawi. Yang banyak ditemukan adalah pemimpin yang permisif. Mereka mencari popularitas dengan bersikap ramah dan baik, namun tidak memiliki ketegasan untuk membuat keputusan. Akibatnya organisasi menjadi tidak memiliki arah yang jelas, dan ketidakpastian menghantui aktivitas organisasi tersebut. Dalam hal ini negara dan masyarakat bisa dipandang sebagai sebuah organisasi yang, juga, mengalami krisis kepemimpinan. Lanjutkan membaca Tak Lupa