Mengenal Marquis de Sade (1740-1814)

http://i2.listal.com

Oleh Reza A.A Wattimena

Dosen di Fakultas Filsafat, UNIKA Widya Mandala, Surabaya

Motif utama dari filsafat Marquis de Sade adalah untuk memahami kejahatan (Vice and Wickedness) di dalam diri dan kehendak manusia. Metode yang digunakan adalah pengamatan dan refleksi diri (self-reflection), yakni melihat ke dalam dirinya sendiri. Cara penyampaiannya juga beragam, mulai dari narasi cerita (story narrative) sampai dengan spekulasi teoritik (theoretical speculation). Karena berada di dalam tegangan dua model penyampaian itu, banyak orang merasa sulit memahami maksud sesungguhnya dari de Sade.[1] Bahkan Airaksinen, salah satu komentator pemikiran de Sade, berpendapat, bahwa ia, de Sade, adalah seorang filsuf yang tersembunyi (philosopher in disguise). Etikanya adalah anti-etika, dan metafisikanya adalah anti-metafisika. Ia hendak membalik semuanya, dan mengajak kita memikirkan hal-hal lama secara baru. Lanjutkan membaca Mengenal Marquis de Sade (1740-1814)