Tulisan ini dimuat di Harian Kompas (Kompas.id) pada 28 April 2024
“Reza, ciri utama dari realitas adalah kompleksitas. Tidak ada hal yang sederhana di dalam kenyataan. Kesederhanaan analisis hanya buah dari kemalasan berpikir.” Begitu kata Romo Herry (B. Herry-Priyono) di pertemuan terakhir kami, sebelum beliau meninggal pada akhir 2020 lalu.
Kata-kata itu melekat ke dalam benak saya. Berbicara kehidupan, tidak ada yang sederhana. Namun, jika dilihat dari sudutnya yang paling mendalam, sesungguhnya, semuanya begitu sederhana. Kita menderita dan saling menyakiti, persis karena kita berpikir dengan cara-cara yang tak tepat.
Klik disini: Harian Kompas

Oleh Reza A.A Wattimena
Tulisan ini dimuat di Harian Kompas 11 Februari 2024
Oleh Reza A.A Wattimena
Buku ini adalah kumpulan tiga teori yang saya kembangkan. Ada tiga teori, yakni teori transformasi kesadaran, teori tipologi agama dan teori politik progresif inklusif. Pijakannya adalah penelitian saya di bidang filsafat, politik dan neurosains selama lebih dari dua puluh tahun. Selamat membaca, dan semoga menemukan pencerahan.
Oleh Reza A.A Wattimena
Oleh Reza A.A Wattimena
Oleh Reza A.A Wattimena
Oleh Reza A.A Wattimena
Oleh Reza A.A Wattimena
Oleh Reza A.A Wattimena
Oleh Reza A.A Wattimena
Jari ini menyentuh keyboard komputer. Ia seolah mengalir dengan sendirinya. Saya tak lagi melihat keyboard, ketika mengetik. Ada hubungan langsung antara pikiran, saraf, otak dan jari saya, ketika menuliskan prolog ini.
Oleh Reza A.A Wattimena
Oleh Reza A.A Wattimena
Oleh Reza A.A Wattimena

Pengalaman tertindas adalah pengalaman universal manusia. Ia bisa dalam bentuk penindasan fisik, seperti perbudakan dan penjajahan. Namun, ia juga bisa mengambil bentuk lebih halus, yakni penindasan mental dan spiritual. Selama ratusan tahun, di bawah bendera kolonialisme Eropa dan Jepang, Indonesia mengalami keduanya.
Oleh Reza A.A Wattimena