Satu Paket?

blogspot.com
blogspot.com

Sengsara Membawa Nikmat, dan Sebaliknya

Oleh Reza A.A Wattimena

Di dalam hidup, kita cenderung mencari senang dan nikmat. Kita berusaha menghindari semua bentuk penderitaan. Kita mau apa yang kita anggap baik untuk hidup kita. Dan kita juga berusaha menyingkirkan apa yang kita anggap jelek untuk kita.

Namun, hidup tidak bisa seperti itu. Hidup tidak melulu enak, walaupun kita berusaha untuk selalu mencari yang enak dan nikmat. Hidup juga tidak selalu susah, walaupun seringkali, kita merasa begitu. Di dalam hidup, kita tidak bisa memperoleh kenikmatan, tanpa penderitaan yang mengikutinya.

Satu Paket

Hidup itu satu paket. Istilahnya, kita memiliki bayi yang manis dan cantik, tetapi juga gemar kencing dan berak. Ia cantik dan manis, tetapi juga bau dan jorok. Ia satu paket, dan kita tidak punya pilihan lain, selain menerimanya sebagai satu paket.

Anda ingin menjadi cerdas? Orang cerdas kerap menjadi sangat kritis dan analitis. Dua sikap ini membuat orang kerap jatuh ke dalam penderitaan batin, dan konflik dengan orang lain. Jadi, cerdas pun tidak bisa dilepas dari penderitaan batin semacam itu. Satu paket.

Anda ingin sukses? Orang sukses kerap harus bekerja lebih keras. Nantinya, ia juga seringkali menjadi begitu melekat dengan kesuksesannya, dan amat kecewa, ketika ia gagal. Kesuksesan dan ketegangan batin semacam ini juga satu paket.

Anda ingin punya pacar cantik, atau ganteng? Punya pacar ganteng atau cantik memang menyenangkan. Namun, ada resiko besar disini, karena anda pasti banyak saingan berat di luar sana yang juga menyukai pacar anda. Punya pacar ganteng dan cantik pun juga diikuti dengan ketegangan serta penderitaan tertentu. Satu paket.

Anda ingin menikah dan berkeluarga? Ini memang terdengar indah. Namun, hidup berkeluarga kerap dipenuhi tuntutan-tuntutan. Ia juga penuh dengan penderitaan.

Anda ingin tidak menikah? Tidak menikah memang enak, karena anda tidak punya banyak tanggung jawab. Namun, kesepian kerap begitu membuat dada sesak, apalagi ketika dibandingkan dengan hidup teman-teman anda yang menikah. Jadi menderita juga bukan?

Jadi, anda ingin hidup nikmat? Jika ya, maka bersiaplah untuk menanggung penderitaan. Nikmat dan derita itu selalu satu paket dalam hidup. Tidak ada pilihan lain. Sengsara membawa nikmat, dan nikmat membawa sengsara. Begitulah hidup ini, it is the way it is.

Melampaui Paket

Namun, sejatinya, sengsara atau nikmat itu ciptaan pikiran kita. Tidak ada sengsara mutlak, dan tidak ada nikmat mutlak. Semua itu hanya label-label yang kita tempel. Label-label itu semu.

Kalau kita sepenuhya sadar akan hal ini, hidup kita akan jernih dan damai. Tidak ada sengsara. Tidak ada nikmat. Semuanya dilakukan, dan kita jalan terus dalam hidup.

Semua adalah “apa adanya”. Tidak baik, dan tidak buruk. Tidak benar dan tidak salah. Bukan penderitaan dan bukan juga kenikmatan. Lakukan apa yang perlu dilakukan disini serta saat ini, dan sisanya, jalan terus!!!! Jalan terus dalam kehidupan ini, tanpa menoleh ke belakang,…atau ke samping. Ini adalah kebijaksanaan tertinggi dalam hidup.

Setuju?

Iklan

Diterbitkan oleh

Reza A.A Wattimena

Pendiri Program Pengembangan Diri dan Pengembangan Organisasi "Sudut Pandang". Penceramah, Peneliti dan Penulis di bidang Filsafat Politik, Pengembangan Diri dan Organisasi, Metode Berpikir Ilmiah dan Kebijaksanaan Timur. Doktor Filsafat dari Hochschule für Philosophie München, Philosophische Fakultät SJ München, Jerman. Beberapa karyanya: Menjadi Pemimpin Sejati (2012), Filsafat Anti Korupsi (2012), Tentang Manusia (2016), Filsafat dan Sains (2008), Kebijaksanaan Timur dan Jalan Pembebasan (akan terbit- 2016), Melampaui Negara Hukum Klasik (2007), Demokrasi: Dasar dan Tantangannya (2016), Bahagia, Kenapa Tidak? (2015), dan berbagai karya lainnya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s