Hamburg-Konferensi Tingkat Tinggi G20: Refleksi Setelahnya

Oleh Reza A.A Wattimena

Dosen Hubungan Internasional, Universitas Presiden, Cikarang dan Peneliti di President Center for International Studies (PRECIS)

Seorang teman mengirim email. Dia warga negara Jerman yang tinggal di Hamburg. Dia ikut serta di dalam demo menentang konferensi tingkat tinggi negara-negara G20 di Hamburg pada 7-8 Juli 2017 lalu. Kemudian, ia ditahan polisi, dan sampai 6 Agustus 2017 kemarin, ia belum dibebaskan. Dia meminta saya menyebarkan pesannya soal ketidakadilan global yang disebabkan oleh negara-negara G20 tersebut.

Forum G20

G20 adalah forum dari kerja sama internasional, terutama pada bidang ekonomi dan finansial. Pada 2017 ini, negara-negara G20 memiliki 4/5 produksi bruto global, dan menguasai ¾ perdagangan global. Negara-negara G20 juga adalah rumah dari 2/3 manusia di dunia. Pada 2017 ini, Konferensi Tingkat Tinggi G20 akan diadakan di Hamburg pada 7-8 Juli 2017. Lanjutkan membaca Hamburg-Konferensi Tingkat Tinggi G20: Refleksi Setelahnya

Agama, Alam dan Alat

cdn.visualnews.com
cdn.visualnews.com

Tentang Laudato si, Ensiklik Paus Fransiskus, 24 Mei 2015

Oleh Reza A.A Wattimena

Dosen di Fakultas Filsafat, Unika Widya Mandala, Surabaya, sedang kuliah di Munich, Jerman

Laudato si adalah salah satu teks paling indah, jujur, lugas, mendalam, ilmiah, filosofis dan teologis yang pernah saya baca di dalam hidup saya.1 Jujur saja, ketika membacanya, saya menangis terharu dan bangga. Laudato si (terjemahan: Terpujilah Engkau, Tuhan) adalah ensiklik2 terbaru dari Paus Fransiskus, pimpinan tertinggi Gereja Katolik Roma. Menurut Michael Schöpf, pimpinan Institut für Gesellschaftspolitik, Hochschule für Philosophie München, ensiklik ini bukanlah semata tulisan resmi Gereja Katolik Roma tentang lingkungan hidup.3 Ini adalah tulisan tentang kaitan antara krisis lingkungan hidup dan krisis sosial dalam bentuk ketidakadilan global. Keduanya memiliki kaitan yang amat erat sekaligus akar yang sama. Keduanya hanya bisa diatasi dengan kerja sama yang erat dari berbagai pihak, mulai dari politik, agama dan ekonomi.

Johannes Wallacher, pimpinan Hochschule für Philosophie München, melihat kritik tajam Paus Fransiskus terhadap orang-orang yang masih menyangkal adanya perubahan iklim di dunia sekarang ini. Para penyangkal ini adalah orang-orang yang memiliki kepentingan tertentu di politik dan ekonomi, guna memperkaya dirinya sendiri dengan merugikan orang lain. Wallacher menegaskan, bahwa Paus Fransiskus amat menekankan keterhubungan antara segala sesuatu, terutama hubungan antar manusia, dan hubungan antara manusia dan alam. Tulisannya merumuskan fondasi yang menyeluruh dan mendalam untuk menjadi dasar bagi perkembangan peradaban manusia secara global. Dialog yang seimbang antara ilmu pengetahuan, politik dan agama adalah kuncinya. Lanjutkan membaca Agama, Alam dan Alat