Dunia dan Kepalsuan

pinterest

pinterest

Oleh Reza A.A Wattimena

Ada yang palsu dari debat Pilkada Jakarta 2017. Beberapa calon tampak sekedar mengatakan hal-hal luhur, tanpa sungguh memahami apa maknanya.

Mulut manis dibarengi dandanan mewah. Namun, itu tak mampu menutupi bau kepalsuan yang keluar dari suara dan gerak tubuh.

Kepalsuan lahir dari ketidakjujuran dan ketidaktulusan. Yang satu dititipi pesanan pihak lain, sementara yang lain tampak sakit hati, karena tak lagi diberi kedudukan politis yang tinggi.

Beberapa berkampanye dengan berita-berita fitnah. Masyarakat kita pun semakin muak dengan fitnah bertubi-tubi. Baca lebih lanjut