Thomas Aquinas dan Summa Theologiae

deviantart.net
deviantart.net

Oleh Reza A.A Wattimena

Salah satu tema yang menjadi perhatian banyak orang di dunia sekarang ini adalah kaitan antara iman dan nalar. Iman kerap kali dipandang sebagai kepercayaan buta. Sementara, nalar dianggap sebagai bagian dari diri manusia yang sama sekali tak terkait dengan iman. Pemisahan semacam ini tidak hanya salah dalam level pikiran dan pengetahuan, tetapi juga bisa membawa petaka besar, seperti konflik dan perang.

Ketika dua hal itu dipisahkan, lalu kita seolah mendapat dua jawaban atas pertanyaan-pertanyaan manusiawi yang selalu muncul di kepala kita, seperti darimana asal kita, kemana kita akan pergi, setelah kita mati, dan sebagainya. Jawaban yang mana yang benar? Ini tentu menciptakan banyak kebingungan. Tentang ini, saya rasa, kita perlu belajar dari Thomas Aquinas, terutama di dalam bukunya yang berjudul Summa theologica, atau Kumpulan dari Teologi.

Buku tersebut adalah salah satu buku terpenting di dalam Filsafat Abad Pertengahan Eropa yang ditulis sekitar tahun 1266-1273.1 Thomas Aquinas, penulisnya, hidup dari 1224 sampai dengan 1274. Masa ini dianggap sebagai masa keemasan dari Filsafat Skolastik Abad Pertengahan yang amat kuat mengakar di dalam tradisi Kristiani.

Buku ini terdiri lebih dari 1500 halaman. Konon, buku ini juga tidak selesai ditulis. Ia terdiri dari tiga bagian. Bagian pertama tentang Tuhan pada dirinya sendiri sebagai asal sekaligus tujuan dari segala yang ada. Bagian kedua tentang gerak dan rasionalitas dari segala sesuatu yang ada kepada Tuhan. Bagian ketiga tentang Kristus dan Sakramen-sakramen di dalam Gereja Katolik. Buku “Kumpulan dari Teologi” berisi semua tema yang ada di dalam filsafat maupun teologi dan juga ajaran moral yang berakar pada Gereja Katolik.

Pada abad ke-13, pemikiran Aristoteles tersebar di seluruh Eropa. Ini menjadi mungkin, karena para pemikir Arab telah berhasil menyimpan berbagai karya Aristoteles yang ada sebelumnya, sehingga tidak hancur oleh perang ataupun sebab-sebab lainnya. Di satu sisi, ini menjadi ancaman bagi para filsuf Skolastik yang berakar pada tradisi Kristiani. Di sisi lain, karena kedalaman dan keluasannya, para filsuf Skolastik tidak bisa begitu saja mencap pemikiran Aristoteles sebagai musuh yang harus dihancurkan.

Buku “Kumpulan dari Teologi” menggunakan apa yang disebut sebagai metode skolastik yang berupa tanya jawab. Model ini nantinya akan banyak digunakan oleh para filsuf Skolastik Abad Pertengahan lainnya. Semua tema akan dirumuskan dalam bentuk pertanyaan-pertanyaan. Posisi Thomas Aquinas sendiri bisa dilihat di dalam jawaban-jawaban atas pertanyaan-pertanyaan tersebut.

Setiap pertanyaan dijawab dengan tiga langkah. Langkah pertama adalah argumen pertama atas pertanyaan tersebut, biasanya berupa jawaban yang sudah ada, atau sudah umum dikenal masyarakat. Langkah kedua adalah argumentasi lawan dari argumentasi pertama. Langkah ketiga adalah jawaban terakhir dari Thomas Aquinas yang biasanya juga merupakan jawaban final atas pertanyaan yang diajukan.

Di bagian pertama buku ini, Thomas menulis tentang pembuktian keberadaan Tuhan. Untuk melakukan ini, ia mencoba memahami tujuan dan asal muasal dari segala sesuatu yang ada. Pada titik ini, ia banyak mendapat inspirasi dari Aristoteles. Thomas lalu sampai pada kesimpulan, bahwa Tuhan adalah tujuan sekaligus asal muasal dari segala sesuatu yang ada. Pola berpikir semacam ini didapatkan Thomas Aquinas dari pemikiran Aristoteles tentang penyebab pertama dari segala kenyataan yang ada.

Pemikiran Thomas tentang moral dan etika juga amat dekat dengan Aristoteles. Ia seringkali mengutip karya Aristoteles yang berjudul Ethica Nicomacheia. Dasar pemikiran Thomas adalah, bahwa ada hukum kodrat yang bersifat universal yang menjadi dasar dari tindakan manusia. Hukum kodrat ini bersifat abadi sekaligus rasional.

Setiap pertimbangan rasional atas tindakan manusia selalu sejalan dengan hukum kodrat ini. Ia juga melihat empat keutamaan terpenting yang berjalan searah dengan hukum kodrat, yakni kebijaksanaan, keberanian, ketenangan atau sikap hati-hati, dan keadilan. Keempat keutamaan hidup ini tidak datang dengan sendirinya, melaikan harus dilatih, dan kemudian diterapkan dalam hidup sehari-hari. Ada tiga keutamaan lain yang datang sebagai pemberian dari Tuhan, yakni iman, harapan, dan cinta.

Sampai sekarang, buku “Kumpulan dari Teologi” masih memiliki pengaruh yang besar bagi perkembangan Teologi Katolik. Buku ini menjadi contoh, bagaimana iman Kristiani dan Filsafat Rasional Aristoteles bisa berjalan berbarengan, guna menjelaskan segala sesuatu yang ada. Buku ini juga bisa menjadi contoh bagi kita, bagaimana nalar dan iman tidaklah bisa dipisahkan, melainkan bisa saling melengkapi, guna memberi makna dan tujuan bagi hidup kita di dunia.

1 Saya mengikuti uraian König, Siegfried, Hauptwerke der Philosophie: Von der Antike bis 20. Jahrhundert, 2013 bab dengan judul Thomas von Aquin: Summe der Theologie dan Kerr, Fergus, Thomas Aquinas: A Very Short Introduction, Oxford University Press, Oxford, 2009, hal. 31 Bagian tentang Summa Theologiae.

 

Iklan

Diterbitkan oleh

Reza A.A Wattimena

Peneliti di bidang Filsafat Politik, Pengembangan Diri dan Organisasi, Metode Berpikir Ilmiah dan Kebijaksanaan Timur. Doktor Filsafat dari Hochschule für Philosophie München, Philosophische Fakultät SJ München, Jerman. Beberapa karyanya: Menjadi Pemimpin Sejati (2012), Filsafat Anti Korupsi (2012), Tentang Manusia (2016), Filsafat dan Sains (2008), Kebijaksanaan Timur dan Jalan Pembebasan (akan terbit- 2016), Melampaui Negara Hukum Klasik (2007), Demokrasi: Dasar dan Tantangannya (2016), Bahagia, Kenapa Tidak? (2015), dan berbagai karya lainnya.

2 thoughts on “Thomas Aquinas dan Summa Theologiae”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s