Oleh Reza A.A Wattimena
Empat kata ini mengerikan (Menolak Lupa: Detraumatisasi Demokrasi). Saya ingin, supaya kita sebagai bangsa tidak lupa dengan empat kata ini. 2023 dan 2024 adalah tahunnya. Jangan sampai hingar bingar berita kacangan menutup kita dari masalah besar yang sedang menatap bangsa kita.
Datanya lengkap di media massa. Ada yang di dalam negeri, namun media internasional juga terus mengikuti. Intinya sederhana: penguasa busuk melanggar sumpah jabatan, melakukan penipuan terhadap rakyat dan menciptakan politik dinasti, atau politik keluarga, yang korup sampai ke akarnya. Sebagai bangsa, ingatan kita cenderung pendek, sehingga mudah lupa dengan pelanggaran sebesar itu, dan sibuk dengan hingar bingar peristiwa yang tak penting. Lanjutkan membaca Menolak Lupa: Detraumatisasi Demokrasi

Tulisan ini dimuat di Harian Kompas (Kompas.id) pada 28 April 2024
Oleh Reza A.A Wattimena
Tulisan ini dimuat di Harian Kompas 11 Februari 2024
Oleh Reza A.A Wattimena
Buku ini adalah kumpulan tiga teori yang saya kembangkan. Ada tiga teori, yakni teori transformasi kesadaran, teori tipologi agama dan teori politik progresif inklusif. Pijakannya adalah penelitian saya di bidang filsafat, politik dan neurosains selama lebih dari dua puluh tahun. Selamat membaca, dan semoga menemukan pencerahan.
Oleh Reza A.A Wattimena
Oleh Reza A.A Wattimena
Oleh Reza A.A Wattimena
Oleh Reza A.A Wattimena
Oleh Reza A.A Wattimena
Oleh Reza A.A Wattimena
Oleh Reza A.A Wattimena
Jari ini menyentuh keyboard komputer. Ia seolah mengalir dengan sendirinya. Saya tak lagi melihat keyboard, ketika mengetik. Ada hubungan langsung antara pikiran, saraf, otak dan jari saya, ketika menuliskan prolog ini.
Oleh Reza A.A Wattimena
Oleh Reza A.A Wattimena
Oleh Reza A.A Wattimena

Pengalaman tertindas adalah pengalaman universal manusia. Ia bisa dalam bentuk penindasan fisik, seperti perbudakan dan penjajahan. Namun, ia juga bisa mengambil bentuk lebih halus, yakni penindasan mental dan spiritual. Selama ratusan tahun, di bawah bendera kolonialisme Eropa dan Jepang, Indonesia mengalami keduanya.