
Oleh Reza A.A Wattimena
Diterbitkan di the Ary Suta Center Series on Strategic Management April 2024 Volume 65
Tulisan ini merupakan upaya untuk memahami motivasi terdalam dari gerakan terorisme. Ada empat motivasi dasar, yakni etnis-nasionalitas, sosial-revolusioner, keadilan vigilantik dan religius. Keempat motivasi ini terlihat terpisah. Namun, dalam banyak keadaan, keempatnya kerap saling terhubung, tanpa terpisahkan. Tulisan ini diawali membahas makna terorisme, unsur dasarnya dan berujung pada penggalian motivasi yang mendorong gerakan teroris tersebut. Contoh-contoh akan diberikan secukupnya untuk penjelasan.
Kata-kata Kunci: Teror, Terorisme, Terorisme Etnis-nasionalistik, Terorisme Sosial-Revolusiner, Terorisme Vigilantik, Terorisme Religius.
Silahkan diunduh langsung disini: Kerinduan Batin Para Teroris

Oleh Reza A.A Wattimena
Buku ini adalah kumpulan tiga teori yang saya kembangkan. Ada tiga teori, yakni teori transformasi kesadaran, teori tipologi agama dan teori politik progresif inklusif. Pijakannya adalah penelitian saya di bidang filsafat, politik dan neurosains selama lebih dari dua puluh tahun. Selamat membaca, dan semoga menemukan pencerahan.
Oleh Reza A.A Wattimena
Oleh Reza A.A Wattimena
Oleh Reza A.A Wattimena
Oleh Reza A.A Wattimena
Oleh Reza A.A Wattimena
Oleh Reza A.A Wattimena
Oleh Reza A.A Wattimena
Jari ini menyentuh keyboard komputer. Ia seolah mengalir dengan sendirinya. Saya tak lagi melihat keyboard, ketika mengetik. Ada hubungan langsung antara pikiran, saraf, otak dan jari saya, ketika menuliskan prolog ini.
Oleh Reza A.A Wattimena
Oleh Reza A.A Wattimena
Oleh Reza A.A Wattimena

Pengalaman tertindas adalah pengalaman universal manusia. Ia bisa dalam bentuk penindasan fisik, seperti perbudakan dan penjajahan. Namun, ia juga bisa mengambil bentuk lebih halus, yakni penindasan mental dan spiritual. Selama ratusan tahun, di bawah bendera kolonialisme Eropa dan Jepang, Indonesia mengalami keduanya.
Oleh Reza A.A Wattimena
Oleh Reza A.A Wattimena
Oleh Reza A.A Wattimena
Oleh Reza A.A Wattimena