Belajarlah Sampai Ke Skandinavia

Kari-Lise Alexander Tutt'At@
Kari-Lise Alexander

Oleh Reza A.A Wattimena

Peneliti, Tinggal di Jakarta

Pepatah lama mengatakan, bahwa kita harus belajar sampai negeri Cina. Tentu, banyak sekali yang bisa dipelajari disana, mulai dari seni sampai dengan politik.

Namun, ada region yang jauh lebih menarik untuk dikaji sekarang ini. Prestasinya di tingkat nasional maupun internasional amat diperhitungkan di awal abad 21 ini.

Letaknya sedikit lebih jauh dari Cina, tepatnya di Eropa Utara. Mereka adalah negara-negara Skandinavia, yakni Norwegia, Finlandia, Swedia dan Denmark. Lanjutkan membaca Belajarlah Sampai Ke Skandinavia

Iklan

Negara Kesejahteraan: Pencuri atau Penyelamat? Belajar dari Jerman

photo_28580_carousel
http://chronicle.com

Oleh Reza A.A Wattimena, Dosen di Fakultas Filsafat Unika Widya Mandala, Surabaya, sedang belajar di Bonn, Jerman

Peter Sloterdijk, salah seorang filsuf Jerman yang sampai sekarang masih hidup dan aktif berkarya sebagai Professor für Philosophie und Ästhetik di Hochschule für Gestaltung di Karlsruhe, Jerman, menulis sebuah artikel yang menggemparkan publik Jerman pada 31 Juni 2009 lalu. Artikel itu berjudul Die Revolution der gebenden Hand, atau dapat diterjemahkan sebagai Revolusi dari tangan yang memberi, dan diterbitkan di Frankfurter Allgemeine, salah satu koran nasional di Jerman yang paling banyak dibaca.

Di dalam artikel itu, ia mengritik keras kebijakan negara kesejahteraan (Sozialstaat) yang sampai sekarang masih dipegang erat oleh negara-negara Eropa Barat, termasuk Jerman dan negara-negara Skandinavia, seperti Finlandia, Swedia, Norwegia, dan Denmark. Dalam arti ini, kita dapat memahami Negara Kesejahteraan sebagai suatu tata kelola pemerintahan, dimana pemerintah memainkan peranan yang amat besar untuk melindungi dan mengembangkan kehidupan sosial maupun ekonomi warganya. Lanjutkan membaca Negara Kesejahteraan: Pencuri atau Penyelamat? Belajar dari Jerman