Buku Terbitan Terbaru: Memahami Hubungan Internasional Kontemporer

Oleh Reza A.A Wattimena dan Anak Agung Banyu Perwita

Seorang tokoh politik sekaligus mantan Ibu Negara Amerika Serikat, Eleanor Roosevelt, pernah berkata. “Tidaklah cukup berbicara tentang perdamaian. Orang harus mempercayainya. Dan percaya pun tidak cukup. Orang harus bekerja mewujudkannya.” Pandangan ini kiranya sejalan dengan isi, maupun alasan ditulisnya buku ini.

Memang, perdamaian adalah sebuah proses panjang. Ia tidak terjadi di dalam satu waktu, namun bergerak di dalam lintasan perubahan sejarah. Ia juga adalah hasil dari sebuah usaha berkelanjutan. Buku ini dapat ditempatkan sebagai sebuah upaya kecil untuk terlibat di dalam usaha mewujudkan perdamaian tersebut. Lanjutkan membaca Buku Terbitan Terbaru: Memahami Hubungan Internasional Kontemporer

Pikiran dan Pembebasan

Alessandro Tognin

Oleh Reza A.A Wattimena

Pikiran itu amat perkasa. Ia bisa membuat surga terasa seperti neraka, dan neraka terasa seperti surga. Begitulah kata John Milton. Pikiran bisa membuat rumah nyaman terasa seperti penyiksaan. Ia bisa membuat gubuk sederhana terasa seperti istana yang membahagiakan.

Para pemikir sepanjang sejarah sudah lama sadar, bahwa pikiran manusia yang membentuk dunia. Warna dan bentuk tidak ada di dalam kenyataan. Keduanya adalah ciptaan dari pikiran manusia. Jika anda mengira, bahwa apa yang anda lihat adalah nyata, maka anda sudah tertipu oleh pikiran anda sendiri. Lanjutkan membaca Pikiran dan Pembebasan

Planetaritas, Biophilia dan Pendidikan Kita

The Rustic Woman

Oleh Reza A.A Wattimena

Kemerdekaan RI ke 74. Sebuah perayaan. Tema yang diangkat adalah menciptakan Indonesia sebagai bangsa unggul. Muncul beberapa hal di kepala saya, ketika mendengar ini.

Sudah lama saya tak percaya dengan slogan. Hal-hal yang terdengar indah di telinga, namun kosong di dalam kenyataan. Namun, kali ini, saya tak mau pesimis. Ada beberapa hal yang ingin saya sampaikan. Lanjutkan membaca Planetaritas, Biophilia dan Pendidikan Kita

Budaya Mafia di dalam Politik Indonesia

Project Proton

Oleh Reza A.A Wattimena

Tulisan ini bermula dari percakapan dengan seorang sahabat. Seperti banyak orang lainnya, dia amat prihatin dengan keadaan politik Indonesia. Korupsi, kolusi dan nepotisme tersebar di berbagai penjuru Indonesia. Tiga lembaga utama demokrasi, yakni pemerintah, parlemen dan lembaga hukum, banyak mengalami masalah kinerja, sekaligus juga tak bersih dari korupsi, kolusi dan nepotisme.

Orang-orang berlomba untuk menjadi politisi bukan untuk membangun negara, tetapi untuk memperkaya diri. Politik uang (money politics) bertebaran di berbagai penjuru. Sebuah kebijakan keluar bukan untuk kebaikan rakyat sebagai keseluruhan, tetapi untuk keuntungan segelintir kelompok semata. Agama pun dimainkan untuk politik kerakusan, sehingga justru menghancurkan wibawa dan nilai agama itu sendiri. Lanjutkan membaca Budaya Mafia di dalam Politik Indonesia

Dan Setelahnya…

Mobil Art School

Oleh Reza A.A Wattimena

Jakarta, 4 Agustus 2019, rumah kami mengalami mati lampu selama kurang lebih 11 jam. Tidak hanya lampu, jaringan telepon selular pun mati. Alhasil, selama 11 jam, saya memiliki waktu hening, dan berada bersama keluarga maupun tetangga sekitar. Mungkin itu salah satu titik terangnya.

Ketika tercabut dari semua teknologi, saya teringat percakapan dengan seorang sahabat. “Coba donk menulis soal move on,” begitu katanya. Itu ide yang menarik untuk saya. Bagaimana kita bisa tetap hidup dalam kejernihan, setelah mengalami peristiwa traumatis, seperti kematian anggota keluarga, putus hubungan ataupun kegagalan-kegagalan lainnya dalam hidup? Lanjutkan membaca Dan Setelahnya…