“Ikut Campur”

pop-surrealism-mixed-media_1
nelliewindmill.com

Oleh Reza A.A Wattimena

Pendiri Program “Sudut Pandang” (www.rumahfilsafat.com)

Ikut campur, ini mungkin salah satu hobi orang mayoritas orang Indonesia. Mulai dari politik sampai dengan urusan kelamin, semua dicampur-dicampur. Akhirnya, orang jadi bingung. Kalau sudah bingung, ketegangan dan konflik lalu menjadi warna dari hidup sehari-hari.

Politik Ikut Campur

Di September 2016 ini, warga Jakarta sedang menantikan pemilihan gubernur di 2017 nanti. Langkah “ikut campur” pun mulai tampak. Para calon gubernur baru muncul dengan menggunakan militer dan agama sebagai pendukungnya. Politik “campur baur” adalah hasilnya, dan ini membuat para calon pemilih menjadi bingung, serta terpecah. Lanjutkan membaca “Ikut Campur”

Tentang “Kepantasan”

tetsuya-ishida-09Oleh Reza A.A Wattimena

Pendiri Program “Sudut Pandang” (www.rumahfilsafat.com)

Beberapa bulan ini, saya tinggal di dua kota terbesar di Indonesia, yakni Jakarta dan Surabaya. Ada satu hal yang cukup menganggu pikiran saya. Di dua kota besar tersebut, mobil sekaligus motor mewah seri terbaru berkeliaran di jalan raya. Rumah mewah juga bertebaran di mana-mana.

Pesta perkawinan dan ulang tahun dirayakan dengan begitu mewah. Banyak orang juga bergaya hidup mewah, tanpa peduli hal-hal lain, kecuali kenikmatan diri dan kerabatnya. Keadaan ini sebenarnya tak bermasalah, jika Indonesia sudah bisa dianggap sebagai negara makmur. Namun, kenyataan berbicara berbeda: Indonesia masih merupakan negara berkembang dengan tingkat kemiskinan yang terus meningkat (per data Badan Pusat Statistik Juli 2016). Lanjutkan membaca Tentang “Kepantasan”

“Seduksi” dan Sistem

pablo-picasso-figures-on-a-beachOleh Reza A.A Wattimena

Pendiri Program “Sudut Pandang” (www.rumahfilsafat.com)

Seduksi adalah rayuan. Namun, ia tidak sekedar rayuan. Rayuan normal bersifat pribadi. Lawan jenis saling merayu untuk mencapai kenikmatan bersama, atau untuk tujuan lainnya, seperti uang dan kuasa. Seduksi adalah rayuan yang bersifat sistemik. Seluruh unsur kehidupan kita, mulai dari politik sampai dengan hiburan, merayu kita untuk melupakan jati diri kita, dan hanyut di dalam sistem.

Seduksi Sistemik

Sistem politik melakukan seduksi, supaya kita memberikan suara kita, ketika pemilihan umum tiba. Janji-janji cemerlang diucapkan, guna memikat hati rakyat. Hadiah-hadiah mewah dibagikan, kerap kali dengan cara-cara yang melanggar hukum. Seduksi politik adalah seduksi yang memoles kepercayaan rakyat terhadap kekuasaan. Lanjutkan membaca “Seduksi” dan Sistem

Dasar Bagi Kebaikan

 

cvylw-3
learnaboutsurrealism.sitew.org

Oleh Reza A.A Wattimena

Pendiri Program “Sudut Pandang” (www.rumahfilsafat.com)

            Mengapa orang berbuat baik? Pertanyaan ini sudah lama menganggu saya. Saya melihat seorang pemuda membantu orang buta menyeberang jalan. Saya melihat anak muda yang lain membantu ibu tua membawa belanjaan. Saya juga melihat sepasang kekasih yang begitu mesra bergandengan tangan, siap untuk saling membahagiakan.

Kebaikan adalah harapan universal manusia. Setiap orang, jauh di dalam hatinya, ingin menjadi orang baik. Mereka ingin melakukan kebaikan, sedapat mungkin setiap saat dalam hidupnya. Dorongan untuk menjadi baik sudah selalu tertanam di dalam diri manusia. Lanjutkan membaca Dasar Bagi Kebaikan

Karya-karya “Sudut Pandang”

Beberapa Bahan dasar Program “Sudut Pandang”

Info lebih jauh klik DISINI

FullSizeRender14141870_10154014202077017_8079534910423302359_n

Buku Terbaru: Tentang Manusia

Foto Hard CopyTentang Manusia: Dari Pikiran, Pemahaman sampai dengan Perdamaian Dunia

Bisa didapatkan di Jl. Gabus VII No. 24 – Rt 23/Rw 05, Minomartani YOGYAKARTA – 55581
Telp. 081 227 10938
 e-mail:penerbitmaharsa@gmail.com, info@maharsa.co.id
, website:http://www.maharsa.co.id