Dendam dan “Bagaimana Jika?”

layoutsparks.com

Oleh Reza A.A Wattimena

Dendam adalah sesuatu yang amat problematis. Konfusius –seorang filsuf asal Cina kuno- pernah menyatakan, “Sebelum anda melakukan balas dendam, galilah dua kuburan.” Yang satu mungkin untuk korban balas dendam anda. Namun yang kedua untuk siapa? Untuk anda?

Dendam

Menurut Simon Critchley, seorang filsuf asal Inggris, balas dendam adalah suatu “hasrat untuk membalas suatu luka ataupun kesalahan yang diciptakan oleh orang lain, dan seringkali dengan jalan kekerasan.” (Critchley, 2011) Logika balas dendam adalah, jika kamu memukul saya, maka saya akan memukulmu kembali.

Pertanyaan kritisnya adalah apakah luka dalam diri saya hilang, ketika saya membalas memukul orang yang sebelumnya memukul saya? Critchley melanjutkan jika kita bertindak dengan motivasi membalas dendam, bukankah diri kita sendiri pada akhirnya menjadi semacam perwujudan dari rantai kekerasan yang, kemungkinan, akan berjalan tiada akhir? Lanjutkan membaca Dendam dan “Bagaimana Jika?”