Memerangi Keterbelakangan di 2017

dd2e1b28e6-1

bashny.net

Oleh Reza A.A Wattimena 

Tahun 2016 akan berakhir. Tahun 2017 mengetuk pintu di depan mata.

Banyak hal yang telah terjadi, dan banyak yang selalu bisa dipelajari. Kesalahan pasti dibuat, namun kemampuan untuk terus belajar membuka berbagai kemungkinan baik di masa depan.

Di berbagai belahan dunia, konflik masih mewarnai kehidupan manusia. Perang di Suriah yang tak kunjung padam, sampai dengan tegangan di Afrika tengah yang masih belum menemukan jalan keluar.

Kesempitan, Kerakusan dan Ketidakpedulian

Kesempitan berpikir juga masih melanda berbagai kehidupan manusia, mulai dari hubungan di dalam keluarga sampai dengan hubungan antar bangsa. Dari kesempitan berpikir tersebut lahirlah berbagai keputusan yang salah kaprah. Baca lebih lanjut

“Belum Tentu”

eco20-20.com

Oleh Reza A.A Wattimena

Kita hidup dengan pengandaian-pengandaian yang dipercaya begitu saja. Misalnya bahwa orang yang beragama itu diandaikan pasti baik. Atau orang yang kaya secara ekonomi itu diandaikan pasti pintar. Namun seringkali pengandaian itu belum tentu benar. Sebelum mempercayai suatu pengandaian, ada baiknya kita menguji dulu pengandaian tersebut. Di tahun 2012 ini, kita perlu menggunakan paradigma “belum tentu”, sebelum salah sangka, atau malah tertipu.

Kekayaan

Orang kaya belum tentu pintar. Banyak juga orang kaya, karena mendapat warisan. Bisa juga ia menang lotere, menang judi, menipu, atau korupsi, lalu menjadi kaya. Tidak ada hubungan yang pasti antara kekayaan dan kecerdasan.

Di Indonesia orang kaya seringkali dianggap orang cerdas. Pendapat-pendapat mereka didengarkan, bukan karena pendapat itu benar, melainkan karena yang berbicara adalah orang kaya. Bahkan orang kaya dengan mudah dicalonkan menjadi anggota DPR/DPRD bukan karena ia layak, melainkan semata karena ia kaya. Padahal seperti saya bilang sebelumnya, banyak orang kaya mendapatkan kekayaannya dari warisan, atau dari sumber-sumber lain yang tak menuntut kecerdasan. Baca lebih lanjut