Protopia Kesetaraan Gender

Gomez Gonzales-Mallo Ana Maria 

Oleh Reza A.A Wattimena

Alam menciptakan hidup ini amat beragam. Mulai dari dasar laut terdalam, sampai dengan puncak gunung tertinggi, semua dipenuhi kehidupan dalam segala bentuknya. Keberagaman bukanlah sekedar teori, melainkan kenyataan kehidupan. Mengingkari keberagaman berarti mengingkari kehidupan.

Perkembangan Kajian Gender

Hal yang sama terjadi dalam soal gender. Pandangan lama menegaskan, bahwa hanya ada dua jenis gender, yakni pria dan wanita. Pandangan ini lalu dipatahkan, ketika kajian gender berkembang sebagai ilmu pengetahuan. Gender manusia merentang jauh lebih dari sekedar pria dan wanita, mulai dari pria yang “sangat pria” sampai dengan pria yang “sangat wanita”, dan mulai dari wanita yang “sangat wanita” sampai dengan wanita yang “sangat pria”. Rentangnya amatlah panjang dan beragam. Lanjutkan membaca Protopia Kesetaraan Gender

Iklan

Indonesia, Utopia dan Protopia

Pinterest, S. Toyo

Oleh Reza A.A Wattimena

Peneliti, Tinggal di Jakarta

Setiap bangsa lahir ke dunia dengan cita-cita. Begitu pula Indonesia. Kemerdekaan sebuah bangsa adalah sebuah jalan untuk mewujudkan masyarakat yang adil dan makmur. Walaupun indah, namun cita-cita ternyata mengandung bahaya.

Belakangan ini, muncul juga beberapa gerakan untuk menciptakan masyarakat dengan satu agama di Indonesia. Mereka berpikir, dengan satu agama dan satu tafsiran, Indonesia lalu berubah menjadi surga untuk semua. Cita-cita seperti ini berbahaya, bukan hanya karena bertentangan dengan dasar negara, tetapi juga dengan kodrat alam. Cita-cita, tanpa kejernihan pikiran, akan bermuara pada petaka. Lanjutkan membaca Indonesia, Utopia dan Protopia