Publikasi Terbaru: Kajian Filsafat-Neurosains Tentang Otak dan Hubungan Antar Manusia

surreal-drawings-redmer-hoekstra-1Oleh Reza A.A Wattimena

Abstrak

Tulisan ini menjelaskan konsep hubungan antar manusia dengan menggunakan sudut pandang neurosains dan filsafat. Neurosains adalah ilmu pengetahuan yang bertujuan untuk memahami kinerja otak, saraf dan perannya dalam hidup manusia. Beberapa pandangan inti tentang hubungan antar manusia di dalam neurosains akan dijabarkan terlebih dahulu. Beberapa pandangan filosofis tentang manusia juga akan dijelaskan. Keberadaan orang lain mutlak diperlukan untuk keberadaan dan perkembangan manusia. Ini dimungkinkan, karena adanya empati, proses bercermin dan penciptaan konteks sosial di dalam otak manusia. Penelitian ini juga penting untuk memahami pola di balik konflik antar manusia. Sumber utama tulisan ini mengacu pada pemikiran David Eagleman dan penelitian-penelitian yang telah dilakukan penulis sebelumnya (Reza A.A Wattimena).

Kata-kata Kunci: Otak, Otak Sosial, Empati, Proses Bercermin, Konteks Sosial.

Abstract

This paper explains the concept of human relations using the perspective of neuroscience and philosophy. Neuroscience is a branch of science that aims to understand the brain, nerves and their role in human life. Some of the core views of human relations in neuroscience will be outlined first. Some philosophical views about humans will also be explained. The existence of other people is absolutely necessary for human existence and development. This is possible, because of the existence of empathy, the mirroring process and the creation of a social context in the human brain. This research is also important to understand the patterns behind human conflict. The article is inspired by the thoughts of David Eagleman and the studies that have been done by the author (Reza A.A Wattimena).

Key words: Brain, Social Brain, Empathy, Mirroring, Social Context.

Bisa diunduh di: Jurnal Reza, Otak dan Orang Lain