Mengapa Filsafat Gagal di Indonesia?

The Art of Surrealism: Poverty will be dangerous by Pawla KuczynskiegoOleh Reza A.A Wattimena

Saya menulis tema ini dengan rasa sedih dan cemas. Hampir 20 tahun, saya hidup dalam dunia filsafat Indonesia. Ada secuil harapan, bahwa filsafat akan menjadi lampu pencerah kehidupan berbangsa dan beragama di Indonesia. Begitu banyak hal baik di dalam filsafat yang bisa ditawarkan untuk kemajuan bangsa kita.

Namun, harapan tersebut tampak redup di 2021 ini. Filsafat gagal menghadirkan pencerahan bagi bangsa Indonesia. Harga yang harus dibayar pun mahal, yakni mutu kehidupan bersama yang semakin dangkal dan korup di Indonesia. Dalam jangka panjang, tanpa perubahan yang mendasar, bangsa kita bisa hancur. Lanjutkan membaca Mengapa Filsafat Gagal di Indonesia?

Mengembangkan Filsafat Indonesia

Oleh Reza A.A Wattimena

Peneliti, Tinggal di Jakarta

Cukup lama, saya mengunjungi berbagai kelas filsafat di Eropa. Tentu saja, filsafat Barat amat kental berkembang di sana. Banyak ahli yang mendalami satu bidang tertentu di dalam filsafat Barat, misalnya filsafat Yunani kuno atau filsafat Jerman, lalu mengajar di berbagai universitas. Dengan cara ini, filsafat Barat, atau lebih tepatnya filsafat Eropa, mampu memelihara dan mengembangkan identitasnya.

Namun, di Eropa, pemahaman tentang filsafat Asia amatlah kurang. Belahan dunia lainnya, seperti Asia, Amerika, Afrika dan Australia memang dianggap tidak menelurkan pemikiran filsafat tertentu. Jika pun ada kuliah ataupun penelitian filsafat tentang peradaban di luar Eropa, nuansa orientalisme masih amatlah kuat. Dalam arti ini, orientalisme adalah pandangan yang berusaha memahami kebudayaan lain dengan menggunakan kaca mata pemikiran Eropa. Pola ini tentu akan jatuh ke dalam kesalahpahaman.

Lalu, bagaimana dengan filsafat Indonesia? Apakah mungkin Indonesia mempunyai ajaran filsafat tersendiri? Untuk bisa menjawab pertanyaan ini, kita perlu memahami arti dari Indonesia dan arti dari filsafat itu sendiri. Lanjutkan membaca Mengembangkan Filsafat Indonesia