Mencari Kebahagiaan Sejati

thewaterproject.org

Oleh Reza A.A Wattimena

Segala mahluk hanya punya satu tujuan di alam semesta ini, yakni mencapai kebahagiaan. Manusia mencarinya dengan susah payah. Hewan dan tumbuhan pun berusaha mencari kebahagiaan. Tak ada mahluk yang mau dengan sengaja menderita di dalam hidupnya.

       Khusus untuk manusia, pengalaman mencari kebahagiaan adalah soal rumit. Kita cenderung mencari di tempat yang salah. Akhirnya, tenaga habis, lelah, namun tetap tak bahagia. Tak hanya itu, kita bahkan lebih menderita, ketika kita mencari kebahagiaan di tempat yang salah. Lanjutkan membaca Mencari Kebahagiaan Sejati

Indonesia sebagai “Agama”

One Tree Planted

Oleh Reza A.A Wattimena

Gejala perpecahan tampak di berbagai tempat di Indonesia sekarang ini. Karena perbedaan pilihan politik, keluarga dan pertemanan terpecah. Suasana hidup bersama menjadi muram dan penuh ketakutan. Ada kekhawatiran mendasar, ketika konflik terjadi, kelompok minoritas (suku, ras dan agama) akan kembali menjadi kambing hitam, seperti pada 1998 lalu.

            Radikalisme agama tercium begitu tajam di udara. Ajaran dari ribuan tahun lalu dibaca secara mentah dan dangkal, sehingga menimbulkan kesalahpahaman yang berujung pada kebencian dan konflik. Agama pun dimainkan di dalam ajang perebutan kekuasaan politik. Padahal, ketika agama dan politik kekuasaan bercampur, keduanya akan membusuk. Lanjutkan membaca Indonesia sebagai “Agama”

Ambisi dan Identitas

Pablo Picasso

Oleh Reza A.A Wattimena

            Marcus Aurelius, pemikir Stoa yang sekaligus adalah Kaisar Romawi, pernah menulis, “Nilai seorang manusia tidaklah lebih dari nilai ambisinya.” Sebagaimana diungkap oleh Neel Burton, ambisi berasal dari kata ambitio yang berarti “berkeliling untuk mencari dukungan”. Kata ini kemudian bisa dipahami sebagai upaya untuk mencapai kehormatan dan pengakuan dari masyarakat luas. (Burton, 2014)  

            Kata ambisi juga melibatkan dua hal. Pertama, ia melibatkan dorongan dari dalam diri seseorang untuk mencapai sesuatu yang ia pandang sebagai berharga. Dua, dorongan ini juga melibatkan kemampuan untuk terus berusaha, walaupun tantangan dan kegagalan terus mengancam. Tujuan untuk dari orang-orang yang ambisius adalah mencapai pengakuan dari masyarakat, baik dalam bentuk kekuasaan, uang maupun nama besar. Lanjutkan membaca Ambisi dan Identitas

Pendidikan Demokrasi dan Demokratisasi Pendidikan

André Masson, “Tauromachie,” 1937.

Oleh Reza A.A Wattimena

Pendidikan adalah soal manusia dengan segala kompleksitasnya. Ia tidak hanya dilakukan di sekolah, tetapi juga di dalam keseharian, baik di dalam keluarga maupun masyarakat luas. Karena bersentuhan dengan manusia, pendidikan menopang semua bidang kehidupan lainnya. Seluruh teknologi dan infrastruktur akan menjadi percuma, jika pendidikan tetap bermutu rendah.

Pada tingkat yang lebih luas, pendidikan adalah soal “jiwa” bangsa. Ia mencakup rasa kebangsaan, yakni rasa keterikatan yang dimiliki seseorang terhadap bangsanya. Keterikatan ini yang membuat orang terdorong untuk terlibat dalam pembangunan bangsanya, walaupun begitu banyak tantangan menghadang. Keterikatan ini jugalah yang membuat orang tak terjatuh ke dalam segala bentuk radikalisme, baik agama maupun ekonomi. Lanjutkan membaca Pendidikan Demokrasi dan Demokratisasi Pendidikan