Diskusi Bioetika: Filsafat dan Kedokteran

 

AlperFilsafat- Prof. W.F Maramis Sp.Kj memberikan pemaparan soal masalah-masalah bioetika dewasa ini da-am diskusi terbuka yang dilaksanakan bersama Fakultas Filsafat UNIKA Widya Mandala Surabaya pada Sabtu 29 Januari 2011 Pk. 08.00-10.30. Ia memaparkan berbagai kemajuan di bidang kedokteran dewasa ini, mulai dari inseminasi buatan, penciptaan kecerdasan buatan, rekayasa genetika, transplantasi organ, donor organ dari mayat, penjualan organ tubuh, euthanasia, problematik sel punca, kloning, aborsi dalam kasus-kasus cacat bawaan, terapi kanker pada wanita hamil, sampai permasalahan moral yang lahir dari semua kemajuan tersebut.

Pertanyaan penting yang perlu untuk dijawab adalah, apakah fakta bahwa dunia medis bisa melakukan itu semua, berarti semua itu boleh dan bisa dilakukan? Jika ya mengapa? Jika tidak mengapa? Fakultas Filsafat ditantang untuk bisa mengajukan pemikiran untuk menjawab pertanyaan tersebut dengan berpijak pada penalaran rasional.

Reza A.A Wattimena dari Fakultas Filsafat mengajukan argumentasi dengan berpijak pada Filsafat Moral Kant. Bagi Reza prinsip utama bioetika adalah martabat manusia. Artinya manusia harus selalu menjadi tujuan pada dirinya sendiri, dan tidak boleh menjadi semata alat bagi tujuan-tujuan lain di luar dirinya sendiri. Seluruh kemajuan dan penerapan di dalam dunia kedokteran harus selalu berpijak pada prinsip tersebut. Jika tidak sesuai maka beragam kemajuan itu tidak pernah boleh diterapkan.

Peter Manoppo dari Rumah Sakit Darmo juga mengajukan pendapat. Baginya prinsip utama adalah keadilan. Setiap kemajuan boleh dilakukan, selama itu menjamin keadilan bagi setiap orang yang terkena dampaknya. Bagi Prof. Maramis walaupun kedua argumen itu berbobot, namun belum mampu mengajukan jawaban yang cukup tegas. Maka kita perlu berdiskusi lebih lanjut.

Diskusi berikutnya akan dilaksanakan pada Februari 2011 di Fakultas Filsafat UNIKA Widya Mandala Surabaya. Tunggu tanggal mainnya! (RAW)

Iklan

Diterbitkan oleh

Reza A.A Wattimena

Peneliti di bidang Filsafat Politik, Pengembangan Diri dan Organisasi, Metode Berpikir Ilmiah dan Kebijaksanaan Timur. Doktor Filsafat dari Hochschule für Philosophie München, Philosophische Fakultät SJ München, Jerman. Beberapa karyanya: Menjadi Pemimpin Sejati (2012), Filsafat Anti Korupsi (2012), Tentang Manusia (2016), Filsafat dan Sains (2008), Kebijaksanaan Timur dan Jalan Pembebasan (akan terbit- 2016), Melampaui Negara Hukum Klasik (2007), Demokrasi: Dasar dan Tantangannya (2016), Bahagia, Kenapa Tidak? (2015), dan berbagai karya lainnya.

2 thoughts on “Diskusi Bioetika: Filsafat dan Kedokteran”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s