Tentang Perempuan

Mayhem & Muse

Oleh Reza A.A Wattimena

Peneliti, Tinggal di Jakarta

Ah, betapa sulitnya menjadi perempuan. Seperti kata Jean-Jacques Rousseau, seorang pemikir Perancis, manusia dilahirkan bebas, namun dimana-mana, ia dipenjara. Begitulah nasib perempuan. Ia dilahirkan bebas, namun dimana-mana, ia dipenjara.

Siapa yang memilih untuk menjadi perempuan? Ketika lahir, alat kelamin sudah ditentukan oleh alam. Namun, dengan perbedaan kelamin, perbedaan peran sosial pun lahir. “Perempuan” adalah peran sosial yang diciptakan oleh masyarakat, dan bukan oleh alam. Lanjutkan membaca Tentang Perempuan

Iklan

Posprimordialisme, Pancasila dan Demokrasi Kita

indofanfictkpop.wordpress.com

Oleh Reza A.A Wattimena

Bagaimana kita melihat diri kita sendiri? Sebagian besar orang di Indonesia masih melihat dirinya sebagai bagian dari kelompok primordial. Dalam arti ini, primordialisme adalah ikatan-ikatan alami di dalam hubungan antar manusia. Bentuknya adalah ikatan ras, etnis dan agama, terutama agama warisan.

Bahaya Primordialisme

Di satu sisi, pandangan ini mengikat orang ke dalam sebuah ikatan. Ikatan tersebut bersifat primitif, karena terberi begitu saja. Tidak ada kebebasan dan pertimbangan akal sehat di sana. Orang lahir, dan ia, mau tak mau, terikat dengannya. Lanjutkan membaca Posprimordialisme, Pancasila dan Demokrasi Kita