Aku Ada,… Maka Aku Bosan….

Oleh Reza A.A Wattimena

Descartes, pemikir Prancis, terkenal dengan pandangannya: Aku berpikir, maka aku ada. Sudah banyak penjelasan tentang pandangan itu. Banyak pula variasi diberikan terhadapnya. Saya hanya ingin menambah satu, yakni aku ada, maka aku bosan.

Mengapa bosan? Ya, ini salah satu penyakit lama saya. Saya gampang sekali merasa bosan. Ketika sibuk, saya bosan dengan kesibukan. Ketika tak ada pekerjaan, saya juga bosan. Lanjutkan membaca Aku Ada,… Maka Aku Bosan….

Iklan

Membangun Nalar Kebijaksanaan: Filsafat, Media dan Demokrasi

palace-of-wisdom

Oleh Reza A.A Wattimena

            Banyak orang cerdas di jaman ini. Mereka penuh dengan informasi dan pengetahuan. Namun, kebijaksanaan tak mereka miliki. Akibatnya, kecerdasan tersebut digunakan untuk menipu, korupsi dan merusak kebaikan bersama.[1]

Yang dibutuhan kemudian adalah nalar kebijaksanaan (Vernunft-Weisheit). Nalar kebijaksanaan lebih dari sekedar nalar keilmuan. Di jaman sekarang ini, nalar kebijaksaanaan menjadi panduan utama, supaya kecerdasan bisa mengabdi pada kebaikan bersama. Ini juga menjadi amat penting di tengah tantangan radikalisme dalam segala bentuknya, dan banjir informasi palsu yang melanda kehidupan kita. Sebagai ibu dari semua ilmu, filsafat adalah ujung tombak untuk membangun nalar kebijaksanaan. Lanjutkan membaca Membangun Nalar Kebijaksanaan: Filsafat, Media dan Demokrasi