Tahun Baru dan Kesetiaan Kita

loyalty_rewards_dog

Tahun Baru dan Kesetiaan Kita

Refleksi Awal Tahun 2011

Oleh: REZA A.A WATTIMENA

Apa yang baru dari tahun baru? Secara hakiki tidak ada yang baru sebenarnya. Yang baru adalah cara kita memaknainya. Yang baru adalah cara kita menjalaninya.

Salah satu nilai yang perlu kita telaah kembali pada awal tahun ini adalah soal kesetiaan. Ketika mendengar kata ini, yang biasanya muncul adalah kesetiaan pada kekasih. Namun soalnya bukan hanya itu. Yang perlu kita telaah dan perdalam lebih jauh adalah kesetiaan pada panggilan hidup kita.

Dimensi dari Kesetiaan

Kesetiaan selalu melibatkan kejujuran. Dan kejujuran adalah momen, ketika kata dan tindakan berjalan searah. Bisa juga dikatakan bahwa kejujuran adalah jantung hati dari kesetiaan. Tanpa kejujuran tidak akan pernah ada kesetiaan.

Di Indonesia semakin lama kejujuran semakin sulit ditemukan. Politisi yang berbohong. Pengusaha yang menipu konsumen. Suami yang menipu istrinya, atau sebaliknya. Perempuan yang menipu kekasihnya, dan sebagainya.

Jika kejujuran dan kesetiaan telah lenyap, maka kepercayaan juga akan lenyap. Tanpa kepercayaan tidak akan ada persahabatan. Tanpa kepercayaan keluarga pun akan rapuh. Jika keluarga rapuh maka masyarakat secara keseluruhan juga mengalami kerapuhan.

Di awal tahun ini, kita perlu mempertegas komitmen kita pada nilai kejujuran dan kesetiaan. Kita perlu menempatkan nilai-nilai ini dalam keseharian hidup kita. Hanya dengan begitu kehidupan kita jadi berkualitas, baik untuk diri kita sendiri, maupun untuk orang lain. Hanya dengan begitu hidup kita jadi bermakna.

Kesetiaan juga menuntut integritas. Dalam arti ini integritas adalah keteguhan dalam menerapkan prinsip-prinsip hidup, walaupun situasi menekan untuk melakukan sebaliknya. Integritas menuntut kita untuk melakukan apa yang benar, dan bukan apa yang mudah. Integritas memanggil kita untuk menjadi manusia yang seutuhnya, dan bukan sekedar mahluk yang numpang lewat di dunia yang sementara ini.

Di Indonesia nilai integritas amat sulit ditemukan. Orang mencari jalan mudah untuk mencapai kekayaan. Politisi korupsi. Pengusaha menipu konsumen dan mengeksploitasi pegawainya. Jalan pintas untuk mencapai sukses jauh lebih digemari daripada jalan sulit untuk mencapai kesejatian diri.

Tanpa integritas janji akan terpatahkan. Kesetiaan akan lenyap. Kita akan sulit hidup bersama. Dan hidup akan terasa sulit untuk dijalani, karena selalu diwarnai kecurigaan.

Di awal tahun ini, kita perlu mengingat kembali arti integritas bagi diri kita masing-masing. Kita perlu sadar bahwa jalan sulit untuk mencapai kesejatian diri jauh lebih berharga dari jalan pintas untuk mencapai kesuksesan sementara yang sifatnya semu. Kita perlu melakukan apa yang benar, dan bukan apa yang mudah. Hanya dengan begitu hidup kita jadi tenang, bahagia, dan memiliki arti yang sejati.

Ujung tombak dari integritas adalah kata yang disertai komitmen. Ketika berkata “ya” maka orang perlu untuk mengikatkan totalitas dirinya pada kata itu. Ia akan menjalankannya lepas dari kesulitan yang menghadang di depan mata. Maka sebelum berkata orang perlu berpikir dalam-dalam, karena kata itu akan mengikat keseluruhan dirinya.

Dalam keseharian kita melihat orang yang hidup tanpa komitmen. Ia berkata “ya” tetapi tidak sungguh memaksudkannya. Ia berkata “tidak” tetapi itu pun tidak sesuai dengan hatinya. Janji terucap namun semua itu sia-sia, karena hanya buih kata-kata tanpa makna.

Kita perlu sadar akan arti penting dari komitmen dalam hidup. Komitmen akan melahirkan kepercayaan. Dan kepercayaan amatlah penting, baik dalam konteks hubungan antar pribadi, maupun hubungan sosial politik. Jika tidak mampu janganlah memberikan janji. Keberanian untuk mengakui kelemahan diri juga adalah bagian penting dari komitmen.

Pada akhirnya ini semualah yang membedakan kita dari hewan maupun tumbuhan. Manusia mampu berkata jujur, memiliki integritas, kesetiaan, dan membuat komitmen pada apa yang dikatakannya. Ia bisa tidak larut dalam situasi, namun mampu mengambil jarak, dan membuat keputusan yang mandiri berdasarkan pertimbangan nuraninya. Ia bisa melatih dirinya untuk menjadi luhur, lepas dari segala kesulitan yang menerkamnya.

Memperbarui Tekad

Kesetiaan selalu melibatkan kejujuran, integritas, dan komitmen. Namun kesetiaan tidak hanya soal hubungan antar personal, tetapi juga kesetiaan pada panggilan hidup. Orang perlu untuk menemukan misi mereka dalam hidup, dan berjuang untuk mewujudkannya, apapun yang terjadi. Orang perlu untuk setia pada jati dirinya yang sejati.

Banyak orang tidak mengenal dirinya sendiri. Akibatnya mereka terombang ambing dalam berbagai pilihan hidup tanpa arah. Mereka mengalami kebingungan. Di dalam situasi semacam itu, orang tidak bisa hidup dalam kesetiaan.

Mereka mencari peluang paling mudah untuk mencari uang. Komitmen dan integritas adalah konsep yang terlalu mewah untuk diwujudkan. Mereka tidak tahu apa yang mereka sungguh inginkan dalam hidup. Ataupun jika tahu mereka terlalu takut untuk mewujudkannya.

Inilah sikap pengecut yang sesungguhnya. Inilah simbol ketidaksetiaan yang sesungguhnya, yakni ketidaksetiaan pada panggilan hidup. Orang tidak percaya bahwa hidup menyimpan misi yang luhur untuk dijalankan oleh masing-masing orang, sesuai dengan panggilan hidupnya. Yang tercipta kemudian adalah sebuah masyarakat yang terdiri dari orang-orang yang bingung dan dangkal.

Pada awal tahun ini, saya ingin mengajak anda untuk memahami kembali arti kesetiaan. Saya ingin mengajak anda untuk melihat ke dalam diri anda sendiri, menemukan misi yang sejati, dan berjuang mewujudkannya dengan kesetiaan yang teguh, kejujuran, integritas, komitmen, dan upaya yang tak mengenal lelah. Hanya dengan begitu orang bisa merasa berarti di dalam hidupnya.

Selamat tahun baru.

Penulis

Reza A.A Wattimena

Dosen Filsafat Politik,

Fakultas Filsafat UNIKA Widya Mandala, Surabaya

Iklan

Diterbitkan oleh

Reza A.A Wattimena

Peneliti di bidang Filsafat Politik, Pengembangan Diri dan Organisasi, Metode Berpikir Ilmiah dan Kebijaksanaan Timur. Doktor Filsafat dari Hochschule für Philosophie München, Philosophische Fakultät SJ München, Jerman. Beberapa karyanya: Menjadi Pemimpin Sejati (2012), Filsafat Anti Korupsi (2012), Tentang Manusia (2016), Filsafat dan Sains (2008), Kebijaksanaan Timur dan Jalan Pembebasan (akan terbit- 2016), Melampaui Negara Hukum Klasik (2007), Demokrasi: Dasar dan Tantangannya (2016), Bahagia, Kenapa Tidak? (2015), dan berbagai karya lainnya.

6 tanggapan untuk “Tahun Baru dan Kesetiaan Kita”

  1. Hehehe…..sebenarnya ada yang pasti baru….kalendernya.

    Komentar saya: Ini semua adalah yang paling esensial dari idealisme hidup manusia.
    Sayangnya, saya sering ragu bahwa masyarakat kita masih percaya bahwa yang baik itu perlu 🙂

    Suka

  2. hehehe… Kata goenawan mohamad di capingnya terbaru, kalender itu waktu yang telah dicincang dan dikuasai oleh akal budi manusia yang rakus… hehehehe

    Saya setuju James. Banyak orang tidak melihat lagi, bahwa praktek yang baik itu perlu. Hampir segala dijalankan secara serampangan dan pikiran pendek. Tapi itulah.. mungkin kita sedang memasuki era baru yang tidak ada preseden sebelumnya dalam sejarah…

    Suka

  3. keadaan terkadang yang membuat kita cenderung tidak jujur dan di situlah letak berharganya suatu kejujuran pada dewasa ini,,dan harus kita sadari bahwa manusia pada hakikatnya cenderung kepada yang hanif(benar) tapi tergantung pada manusia itu sendiri ingin mengikuti kebenaran yang ada di dalam dirinya atau menolaknya,( seringkali kita melakukan suatu hal yang menurut hati kita dan relitas tidak benar akan tetapi tetap kita lakukan)
    kejujuran pada diri sendiri akan membawa kita jujur kepada kehidupan..!!

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.