Mitos, Makna, dan Kita

 

 

myth

Reza A.A Wattimena

Kerinduan akan makna mendorong manusia mencipta kata. Bahasa lahir dari upaya untuk menggambarkan maksud diri, dan memahami kerumitan semesta. Bahasa kemudian berkembang menjadi cerita yang memberikan makna, serta menjelaskan asal usul peristiwa. Lahirlah mitos di dalam kehidupan manusia.

Selama beribu-ribu tahun, mitos menjadi alat penjelas bagi manusia akan misteri dunia sekitarnya. Hujan turun. Panen gagal. Semuanya dijelaskan dalam kerangka bermakna yang disebut sebagai cerita.

Modernitas lahir dengan rasionalitasnya. Mitos ditantang dan dipandang sebagai mimpi belaka. Cerita lenyap digantikan penjelasan mekanistik tentang semesta. Yang hilang bukan hanya cerita, tetapi makna yang sebelumnya melingkupi dunia dengan kata.

Kelahiran Mitos

Mengapa mitos ada? Mitos lahir dari rasa terpesona. Hujan turun. Matahari terbit. Angin bertiup. Semuanya itu mempesona para pendahulu kita.

Keterpesonaan melahirkan pertanyaan sederhana, mengapa dan dari mana semua ini ada? Dari pertanyaan lahirlah pemikiran dan perdebatan yang bermuara pada penjelasan. Manusia adalah mahluk yang bertanya, namun dia juga mahluk yang rindu akan penjelasan. Mitos adalah penjelasan atas berbagai gejala dunia.

md167the-meaning-of-life-james-frey-posters Mengapa penjelasan itu perlu? Mengapa gejala dunia perlu untuk disibak? Ini semua soal eksistensi manusia, yakni dari mana dan kemana manusia itu akan berada. Mitos lahir dari rasa terpesona, berkembang menjadi cerita yang menjelaskan, dan bermuara untuk memberi makna pada eksistensi kita, manusia.

Mitos itu mulia. Ia membantu kita menentukan sikap di hadapan semesta yang tak berhingga. Ia menjelaskan dari mana dan hendak kemana eksistensi kita, manusia, menuju. Ia menjelaskan kita tentang asal muasal peristiwa dan fenomena dunia yang menggetarkan jiwa. Ia memandu kehidupan kita, manusia.

Segala sesuatu tidak pernah berjalan semulus yang direncanakan. Tampaknya begitulah kodrat manusia dan dunia. Mitos pun kehilangan kemuliaannya, dan berubah menjadi semata untuk membuat rakyatnya jinak. Otoritas politis dibenarkan dengan mitos, sehingga menutup kemungkinan kritik dari rakyat. Mitos pun menjadi alat penguasa untuk melestarikan kekuasaannya secara tidak sah, memperbudak rakyat dengan kebodohan, dan menciptakan manusia-manusia jinak.

Modernitas lahir menantang mitos yang telah diselewengkan. Dengan sains dan rasionalitas, modernitas hendak membersihkan dunia dari mitos. Semula tampak mulia karena modernitas mengubah cara berpikir manusia ke arah yang lebih masuk akal. Namun bersama dengan terkikisnya mitos, bersama itu pula eksistensi manusia menjadi tak terjelaskan, dan rasa terpesona akan dunia digantikan niat untuk menundukkan dunia di bawah kaki manusia.

Modernitas

Apakah modernitas masih memberikan tempat bagi mitos? Modernitas menyudutkan pola berpikir mitologis, dan menggantikannya dengan pola berpikir saintifik yang rindu akan penjelasan sebab akibat yang materialistik dan mekanistik. Modernitas itu kering. Ia mencabut manusia dari keberagamannya, dan mengganti cerita yang indah menjadi penjelasan yang menjemukan.

Di dalam kekeringannya modernitas membutuhkan mitos. Bahkan modernitas perlu menjadi mitos baru, sehingga terus bisa ditanggapi secara kritis. Mitos memberikan sentuhan personal dan estetik pada sains dan modernitas.

we Lebih jauh mitos mengajak manusia untuk kembali ke akar, yakni menemukan penjelasan akan keberadaannya. Mitos menjelaskan asal usul manusia, tidak dengan menjemukan, tetapi dengan narasi indah yang menggetarkan jiwa. Mitos menjelaskan kemana manusia menuju, tidak dengan pesimisme dan ancaman neraka, namun dengan cerita yang mengubah paradigma.

Mitos menegaskan eksistensi manusia, tidak dengan rumus yang membosankan, tetapi dengan tuturan yang mengundang pesona. Apakah itu kebohongan? Siapa yang sungguh tahu mana yang bohong dan mana yang tidak, ketika itu terkait dengan eksistensi dan asal usul manusia? Kita hanya bisa menebak, dan lebih baik hidup dengan cerita yang indah, bermakna, dan menggetarkan jiwa, daripada hidup dengan penjelasan kering yang menumpulkan imajinasi.

Mitos membantu manusia memahami relasinya dengan entitas lain. Salah satu fungsi mitos adalah menjaga harmoni alam dan manusia. Alam adalah luhur dan manusia hidup dalam relasi yang saling membutuhkan dengannya. Harmoni adalah tujuan dan alasan keberadaan mitos. Hilangnya mitos akan bermuara pada hilangnya harmoni manusia dengan alam, seperti yang kita alami sekarang ini.

Mitos membuat hidup manusia bermakna, dan apa yang lebih benar daripada makna? Kebermaknaan hidup adalah kebenaran tertinggi, dan itu melampaui retorika verifikasi ilmiah, atau penelitian saintifik. Mitos menegaskan eksistensi kita, manusia, dengan cara yang indah. Modernitas dengan sains dan rasionalitasnya perlu memeluk mitos untuk sungguh membuat eksistensi kita, manusia, yang singkat ini menjadi layak untuk dijalani. ***

Dipublikasikan di www.dapunta.com

Penulis

Reza A.A Wattimena

Pengajar Fakultas Filsafat Universitas Widya Mandala, Surabaya

Iklan

Diterbitkan oleh

Reza A.A Wattimena

Peneliti di bidang Filsafat Politik, Pengembangan Diri dan Organisasi, Metode Berpikir Ilmiah dan Kebijaksanaan Timur. Doktor Filsafat dari Hochschule für Philosophie München, Philosophische Fakultät SJ München, Jerman. Beberapa karyanya: Menjadi Pemimpin Sejati (2012), Filsafat Anti Korupsi (2012), Tentang Manusia (2016), Filsafat dan Sains (2008), Kebijaksanaan Timur dan Jalan Pembebasan (akan terbit- 2016), Melampaui Negara Hukum Klasik (2007), Demokrasi: Dasar dan Tantangannya (2016), Bahagia, Kenapa Tidak? (2015), dan berbagai karya lainnya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s