Jurnal Arete: Fakultas Filsafat Unika Widya Mandala Surabaya, Vol. 1, No. 2

Arete 2Jurnal Filsafat Arete

Fakultas Filsafat Unika Widya Mandala Surabaya

vol. 1 Nomor 2 September 2012

ISSN: 2089-7804

Isi:

1. Skeptisisme Metodologis dan Jawaban Filsafat

2. Iman Tanpa Nalar: Bunuh Diri, Nalar Tanpa Iman: Delusi

3. Imagine There’s A Heaven: Reasonable Religion Religious Reason

4. Pendidikan Manusia-Manusia Demokratis: Noam Chomsky dan Indonesia

Resensi buku

Jurnal bisa didapatkan dengan menghubungi Pak Theo di

theo.dolorosa@yahoo.com (Kepala Tata Usaha Fakultas Filsafat Unika Widya Mandala, Surabaya)

Iklan

Jurnal Filsafat Areté

Jurnal Filsafat Areté

Fakultas Filsafat UNIKA Widya Mandala Surabaya

Volume 01- Nomor 01 – Februari 2012

ISSN: 2089-7804

Silahkan download di link berikut: Jurnal Filsafat Arete

Kata Areté dalam bahasa Yunani yang berarti excellence, diinspirasikan dari filsafat Plato. Dalam bahasa Indonesia, Areté merujuk pada kata keutamaan. Manusia yang bisa meraih excellence dalam hidupnya adalah manusia yang mampu menjadi manusia utama. Sejauh pemikiran filosofis Plato, menjadi manusia utama adalah bagian dari olah jiwa, terutama dengan kemampuan rasio manusia, agar dengan demikian manusia mencapai kebahagiaan.

Jurnal ilmiah ini mengambil nama Areté. Sesuai dengan arti yang dimaksudkan oleh kata tersebut, jurnal ini diharapkan menjadi sarana bagi para pembaca maupun penulisnya untuk proses olah jiwa dan olah pikir agar menjadi manusia yang utama, yang bijaksana. Visi jurnal ini adalah mengembangkan manusia- manusia yang berkehendak baik untuk mengejar dan meraih kebijaksanaan di dalam hidupnya melalui keberanian untuk mengolah jiwa dan daya pikirnya, untuk lebih jauh merefleksikan gerak kehidupan riil. Kemauan menjadi manusia utama melalui olah jiwa dan refleksi akal budi merupakan suatu keberanian dalam dunia modern ini karena kehidupan modern acapkali “jatuh dalam hiruk-pikuk doxa( opinion)“ dan cenderung hanya berkutat pada kedangkalan yang semu. Dalam tradisi filsafat Plato, dunia ini memang hanyalah semu semata. Yang sejati adalah Idea Yang Baik, darimana segala yang maya atau semu di dunia ini menemukan sumber kesejatiannya. Lanjutkan membaca Jurnal Filsafat Areté