Beberapa teman meminta saya menuliskan soal pemilihan presiden 2024 nanti. Saya sebenarnya kurang tertarik. Namun, karena memang dibutuhkan, saya coba menyempatkan waktu untuk menulis soal ini. Tinjauan saya lebih dari sudut pandang filsafat transendental dan teori transformasi kesadaran.
2024 adalah tahun politik. Banyak hal terkait Indonesia akan ditentukan pada masa-masa itu. Tantangannya sebenarnya tetap sama, yakni ketimpangan sosial yang amat besar dan radikalisme agama yang tersebar di berbagai bidang. Dua hal itu terkait dengan praktek busuk yang terus menolak untuk lenyap, yakni korupsi di berbagai sektor kehidupan Indonesia. Lanjutkan membaca Memilih Presiden… dengan Kesadaran Penuh
Saya menerima beberapa email dari teman. Mereka menanyakan, bagaimana kaitan antara teori transformasi kesadaran dan agama. Kebetulan, saya pernah melakukan penelitian mendalam soal agama. Itu tertuang di dalam buku terbitan Kanisius 2019 lalu dengan judul: Untuk Semua yang Beragama, Agama dalam Pelukan Politik, Filsafat dan Spiritualitas. Jika tertarik, bisa dicari di berbagai toko online yang ada.
Agama
Agama adalah institusi buatan manusia. Agama bukanlah tuhan. Agama dimulai dari pengalaman pencerahan yang dialami satu orang pribadi. Lalu, dari orang tersebut lahirlah kelompok yang ingin melestarikan serta menyebarkan ajaran yang ada. Lanjutkan membaca Agama dan Transformasi Kesadaran
Berjumpa lagi dengan Rumah Filsafat. Dalam episode spesial kali ini, kita akan membahas tentang sebuah Teori yang berkaitan dengan Kesadaran.
Setelah 23 tahun menyelami Dunia Filsafat, dari Filsafat Eropa hingga Filsafat Asia, hari ini Bung Reza Wattimena berhasil merumuskan Teori buah hasil pemikirannya, yaitu Teori Transformasi Kesadaran.
Beberapa waktu lalu, saya merumuskan sebuah teori tentang kesadaran. Ini merupakan rangkuman sekaligus puncak dari penelitian saya selama kurang lebih 25 tahun. Saya menyebut rumusan ini sebagai “Teori Bentuk dan Tingkatan Kesadaran”. Ini merupakan bagian dari teori saya yang lebih luas, yakni “Teori Transformasi Kesadaran” yang saya paparkan di dalam buku ini. Lanjutkan membaca Buku Terbaru: Teori Transformasi Kesadaran, Edisi Revisi 1
Salah satu anggota keluarga saya menderita sakit cukup parah. Ia harus menjalani operasi. Setelah itu, ia harus menjalani banyak terapi yang panjang dan sulit. Semua itu memakan waktu, tenaga, emosi dan biaya yang amat besar.
Saya juga baru sembuh sakit. Badan terasa lemas. Leher gatel dan batuk. Di akhir sakit, saya juga salah makan, sehingga mengalami diare cukup parah. Lanjutkan membaca Menyembuhkan Diri Sendiri
“Kebenaran itu tak pernah murni. Ia juga tidak pernah sederhana.” Demikian tulis Oscar Wilde di dalam bukunya The Importance of Being Earnest. Kutipan itu, kiranya, sesuai menggambarkan semangat dari buku ini. Kita diajak untuk bergulat dengan beragam ide kebenaran, sambil berpetualang di dalam alam pikir Eropa yang mendalam dan penuh tikungan tajam. Lanjutkan membaca Publikasi Terbaru: Bergulat dengan “Kebenaran”
Beberapa waktu lalu, saya merumuskan sebuah teori tentang kesadaran. Ini merupakan rangkuman sekaligus puncak dari penelitian saya selama kurang lebih 25 tahun. Saya menyebut rumusan ini sebagai “Teori Bentuk dan Tingkatan Kesadaran”. Lihat link berikut: Bentuk dan Tingkatan Kesadaran
Ini merupakan bagian dari teori saya yang lebih luas, yakni “Teori Transformasi Kesadaran” yang saya paparkan di dalam buku ini.
Dengan teori ini, saya ingin memetakan keadaan batin dasar manusia (basic human state of mind) dalam kaitan dengan seluruh alam semesta. Teori ini juga bisa diterapkan di dalam berbagai bidang kehidupan manusia, mulai dari politik, agama ekonomi, budaya dan sains modern, sehingga bisa dirumuskan menjadi “Teori Transformasi Kesadaran Politik, Teori Transformasi Kesadaran Beragama, Teori Transformasi Kesadaran Ilmiah” dan sebagainya. Lanjutkan membaca Buku Terbaru: Teori Transformasi Kesadaran, Oleh Reza A.A Wattimena
Kesadaran bukan hanya milik manusia. Ia tidak berada di otak. Kesadaran adalah sebuah pengalaman. Ia bisa juga disebut sebagai pengalaman sadar (conscious experience), atau pengalaman kehidupan (living experience) itu sendiri. Neurosains, cabang ilmu pengetahuan yang hendak memahami kesadaran, otak dan unsur-unsur pembentuknya, berpijak pada dua pandangan tentang kesadaran.
Yang pertama, kesadaran adalah hasil dari kompleksitas tubuh manusia. Organ-organ manusia bekerja dengan amat canggih dan rumit. Pada satu titik, karena kerumitan dan kecanggihan yang memuncak, kesadaran pun muncul. Ini pandangan yang masih banyak dibahas di dalam kajian neurosains dan filsafat kesadaran (Philosophie des Geistes). Lanjutkan membaca Bentuk dan Tingkatan Kesadaran: Sebuah Teori, oleh Reza A.A Wattimena
Berkendara di jalan Jakarta memang berjuta rasanya. Ada rasa kagum dan rindu dengan ibu kota yang juga adalah kampung halaman. Ada juga rasa kesal dan marah dengan keadaan ibu kota yang kacau balau. Kerap kali, amarah terasa begitu kuat, dan berbuah konflik dengan manusia lainnya.
Dalam hubungan pun juga serupa. Amarah dan rasa kecewa menjadi warna hubungan. Kebahagiaan menjadi semakin kecil dan jarang. Konflik pun tak terhindarkan. Tak heran, dari begitu banyak kasus pembunuhan di dalam keluarga, pasangan selalu menjadi tersangka utama. Lanjutkan membaca Ketika Amarah Tiba
Ada yang suci di waktu pagi. Saya sungguh menikmatinya. Suasana begitu hening. Di tengah keheningan, ide dan mimpi mengalir deras.
Hari itu, jam 2 pagi, seperti biasa, saya terbangun. Bangun dari tempat tidur, saya lalu menuju kamar mandi. Terdengar suara melengking di luar rumah, seperti kucing yang terlindas mobil. Suara itu begitu keras, bising dan sangat menganggu. Lanjutkan membaca Meninggalkan Agama Kematian, Menuju Agama Pengetahuan
Tahun lalu, saya berbincang dengan kawan saya, Wisnu Nugroho dalam salah satu kanal Kompas.com. Kami berdiskusi soal spiritualitas. Satu ide yang saya ingat, yakni soal rumah sejati kita sebagai manusia: kesadaran. Bekerja dari rumah, sesungguhnya, berarti bekerja dari titik kesadaran.
Beberapa waktu lalu, saya juga melihat tayangan TED.com di kanal Youtube. Isinya adalah Mingyur Rinpoche, seorang Master Buddhis Tibetan, yang membagikan ilmu meditasinya. Di bagian akhir tayangan tersebut, Mingyur mengungkapkan tingkat tertinggi di meditasi Buddhis Tibetan, yakni Dzogchen: menyadari kesadaran. Dua peristiwa ini, yakni diskusi dengan Mas Wisnu dan presentasi Mingyur Rinpoche, kini kembali mengetuk batin saya. Lanjutkan membaca WFH (Work From Home/Bekerja dari Rumah) ala Zen
( Terlepas dari pertimbangan kritis atas buku ini, ide- ide dalam buku ini harus menjadi “viral”)
“Selama bangsa kita agamis, kita tak akan pernah maju. Kita akan terus terbelakang. Kita akan terus miskin dan bodoh. Lihat saja betapa ributnya kita soal tim sepak bola Israel bermain di Indonesia. Buang-buang waktu dan energi. Banyak isu lain yang jauh lebih penting untuk dibicarakan.”
Modern surreal illustration – Portrait in space. Mind and consciousness concept.
Oleh Reza A.A Wattimena
Diterbitkan di
The Ary Suta Center Series on Strategic Management April 2023 vol 61
Abstrak
Tulisan ini hendak memahami hakekat dari kesadaran. Kesadaran bukan hanya milik manusia. Mahluk hidup lain, dan bahkan seluruh alam semesta, memiliki sebentuk kesadaran tertentu. Tulisan ini memaparkan beberapa pandangan besar di dalam neurosains dan filsafat tentang kesadaran. Di titik ini, kesadaran dilihat sebagai panggung dari pengalaman manusia, dan terkait erat dengan kompleksitas sistem biologis manusia. Kesadaran semacam ini tidak hanya milik manusia, melainkan terhubung erat dengan unsur kesadaran dari segala yang ada.
Kata-kata Kunci: Kesadaran, Neurosains, Homunculus, Ego, Problem Sulit tentang Kesadaran.
Dulu, saya terkesan dengan Steve Jobs, pendiri dan CEO Apple. Saya membaca banyak biografinya. Saya juga banyak menonton videonya. Steve Jobs hanya punya satu tujuan, yakni mengubah dunia.
Dulu, pandangannya sangat menginspirasi saya. Saya pun ingin mengubah dunia, seperti Steve Jobs. Yang tercipta kemudian ambisi yang keras. Saya ingin memaksakan ide saya kepada dunia. Lanjutkan membaca (Jangan) Belajar dari Steve Jobs