“Nilai 90 Untuk Pak Tik”: Soetikno Tanoko (Avia Avian Paints) dimata Alex Sanjaya

1.bp.blogspot.comOleh Reza A.A Wattimena

       Namanya Alex Sanjaya. Ia adalah saudara sepupu dari Soetikno Tanoko (Pak Tik). Kini ia tinggal di Malang bersama istrinya. Matanya bercahaya. Wajahnya tampak sehat. Kulitnya segar. Tutur katanya jelas. Alur pikirannya juga jernih.

Ia adalah anak angkat dari pamannya Pak Tik. Mereka kenal sejak lama, bahkan pernah tinggal bersama. Ketika saya ajak bicara tentang Pak Tik , ia langsung tersenyum, dan matanya semakin bercahaya. Terlihat sekali betapa ia menyimpan rasa hormat sekaligus bangga dengan saudaranya tersebut.  

Keutamaan Kuno China

Di mata Alex Sanjaya, Pak Tik adalah orang yang amat mengagumkan. Memang Pak Tik tak sekolah. Namun ia memegang teguh nilai-nilai China kuno, yakni hidup yang rajin dan hemat. Bagi Alex inilah kunci keberhasilan hidup Pak Tik.

Sikap rajin pak Tik di dalam bekerja amat terlihat, ketika dulu mereka masih sering bersama di Malang. Mereka berdua dulunya adalah perokok berat. Pak Tik punya kebiasaan unik. Jika rokoknya belum habis, ia selalu menyimpan puntungnya untuk dihisap kemudian.

Mengapa Pak Tik bersikap seperti itu? Alex melihat Pak Tik adalah orang yang amat sadar dengan keadaan. Ia mau hidup hemat, dan tidak mau bergaya hidup mewah, terutama ketika keadaan sedang susah.

Sikap hemat itu dibarengi dengan ketekunan kerja Pak Tik. Dulu Pak Tik sering membuka dan jaga toko sampai malam. Malamnya Pak Tik dan Alex suka duduk bersama, dan bermain Catur China. Beberapa kali Alex menginap bersama Pak Tik. Mereka juga suka naik sepeda bareng kemana-mana.

Di mata Alex, Pak Tik adalah sosok pribadi yang amat menghayati nilai ketekunan dan hidup hemat. Ini tidak dapat diragukan lagi. Ini jugalah yang menjadi salah satu kunci keberhasilan Pak Tik di dalam usahanya. Alex amat berharap supaya nilai-nilai ini juga dihayati oleh anak-anak muda jaman sekarang, terutama anak dan cucu Pak Tik.

Jujur dan Bisa Dipercaya

Alex dan Pak Tik berboncengan bersama, ketika Pak Tik hendak meminjam uang pada Pak Tasir, guna memulai bisnisnya. Inilah perjalanan legendaris yang nantinya akan mengubah hidup Pak Tik, sampai sekarang ini. Pak Tik seringkali berkata, emas yang ia pinjam saat itulah yang kini menjadi dasar untuk Toko 73 maupun Pabrik Avia Avian sekarang ini.

Mengapa Pak Tasir mau meminjamkan uang pada Pak Tik? Bagi Alex jawabannya jelas. Pak Tik itu orangnya terkenal jujur. Maka Pak Tasir pun tak ragu untuk meminjamkan uang padanya, tanpa bunga, dan tanpa jaminan apapun.

Terbukti pula kepercayaan Pak Tasir itu tidak sia-sia. Pak Tik membayar kembali hutangnya, bahkan lebih. Mengenang peristiwa itu Alex semakin yakin, bahwa orang harus jujur dalam setiap langkah hidupnya. Jika orang jujur maka ia akan dipercaya. Kepercayaan dari orang lain amat penting bagi kita, supaya bisa berhasil dalam hidup.

Cinta dalam Hidupnya

Soeryani Tanoko adalah cinta terbesar Pak Tik dalam hidupnya. Mereka mengarungi kehidupan bersama, dalam susah maupun senang. Inilah pendapat Alex Sanjaya, ketika ia mengenang pasangan suami istri tersebut.

Pak Tik amat mencintai istri dan keluarganya. Sebaliknya pun juga benar. Jasa Bu Soeryani amat besar di dalam keberhasilan Pak Tik dan keluarganya. Untuk menegaskan hal ini, Alex mengutip salah satu pepatah China Kuno, “Selalu ada perempuan yang hebat di belakang setiap laki-laki yang berhasil.” Ini jugalah yang terjadi pada Pak Tik dan Bu Soeryani.

Ketika situasi sulit Bu Soeryani mau hidup hemat. Ia bahagia melakukannya. Ia mau susah dan berjuang mencari makan bersama Pak Tik. Apapun dikerjakannya untuk membantu Pak Tik mencari nafkah hidup.

Alex tahu benar hal ini, karena Pak Tik dan Bu Soeryani pernah tinggal bersama Alex dan ayahnya. Ketekunan yang luar biasa tampak di dalam sikap hidup pasangan ini. Tak heran Pak Tik kini berhasil. Itu semua lahir dari usaha dan pengorbanan yang amat besar dari Pak Tik dan Bu Soeryani.

Inilah contoh hidup yang bisa kita teladani bersama. Pasangan suami istri harus saling membantu dan setia di dalam setiap situasi hidup, baik senang ataupun susah. Cinta tak boleh hanya diucapkan dengan kata-kata, tetapi sungguh nyata di dalam perbuatan yang penuh pengorbanan. Pak Tik dan Bu Soeryani menunjukkan hal ini dalam hidup mereka.

Harmoni dalam Keluarga

Di mata Alex, Pak Tik tidak pernah bertengkar dengan istrinya. Mereka selalu tampak rukun. Setiap perbedaan pendapat selalu diselesaikan dengan damai. Mereka adalah contoh keluarga ideal.

Pepatah China Kuno mengatakan, demikian kata Alex, jika keluarga rukun, maka rejeki pun akan datang. Inilah kiranya yang terjadi dengan keluarga Pak Tik dan Bu Soeryani. Mereka hidup dalam harmoni, dan rejeki pun datang mengikuti.

Keluarga adalah sebuah anugerah. Maka kita harus menjaganya untuk tetap harmonis, walaupun konflik dan perbedaan tetap tidak dapat dihindari. Inilah yang ingin diajarkan oleh Pak Tik kepada kita semua.

Keluarga dan Bisnis

Memang bagi Alex tidak ada manusia yang sempurna. Tidak ada manusia yang boleh mendapat nilai 100 (nilai paling tinggi) dalam kehidupan. Namun untuk Pak Tik, Alex akan memberikan nilai 90. Pak Tik berhasil menjaga harmoni keluarga dan bisnisnya dengan cara yang hampir sempurna.

Sangat sedikit orang yang bisa melakukan ini. Biasanya orang sukses dalam usaha, namun keluarganya berantakan. Atau sebaliknya; keluarganya tetap utuh, namun usahanya hancur di tengah jalan. Pak Tik bisa menjaga keduanya dengan amat baik, bahkan hampir sempurna, demikian kata Alex.

Kita pun bisa belajar tentang ini dari pengalaman hidup Pak Tik. Orang tidak boleh sibuk bekerja, lalu lupa keluarga. Orang juga tidak boleh terlalu sibuk sama keluarga, dan lupa bekerja untuk mencari nafkah hidup. Orang harus terus belajar untuk menyeimbangkan kedua aspek tersebut dalam hidupnya.

Pendidikan Anak

Di mata Alex, Pak Tik memang amat keras mendidik anaknya, terutama anak pertamanya, Wiyono Tanoko. Namun Pak Tik juga tak bisa sepenuhnya disalahkan. Keadaan pada masa itu amat susah. Dan Pak Tik ingin anaknya menjadi kuat, demi kebaikan anak itu sendiri.

Setiap orang tua ingin anaknya berhasil. Setiap orang tua ingin anaknya menjadi manusia yang baik. Begitu pula Pak Tik. Ia mendidik anaknya dengan amat displin dan keras, karena memang situasi sedang amat sulit waktu itu.

Usaha Pak Tik dan Bu Soeryani pun berhasil. Semua anak dan cucunya relatif berhasil. Tidak ada yang menjadi anak berandalan. Semuanya memiliki karakter.

Tidak hanya keras dalam mendidik, di mata Alex, Pak Tik juga mendidik dengan contoh. Ia melakukan apa yang ia katakan kepada anaknya. Ia mendidik dengan teladan, bukan hanya dengan omong belaka.

Kita bisa belajar tentang ini dari Pak Tik. Kita boleh mendidik anak dengan keras dan displin tinggi. Namun kita juga harus melakukannya pada diri kita sendiri. Kita harus menjadi contoh sekaligus teladan hidup bagi anak kita. Hanya dengan begitulah anak bisa menjadi manusia yang punya karakter baik di masa depan.

Tak Pernah Lupa

Pak Tik juga tak pernah lupa dengan jasa baik temannya, begitu kata Alex. Walaupun bukan saudara sedarah, namun Alex sudah dianggap sebagai saudara sendiri oleh Pak Tik. Bahkan anak-anak Pak Tik menganggap Alex sebagai paman.

Alex amat kagum dengan sikap Pak Tik pada dirinya. Ia pun membalas sikap baik itu dengan sikap hormat. Bagi Alex, Pak Tik adalah saudara tuanya yang amat ia hormati dan cintai.

Terbukti juga Alex tidak pernah bertengkar dengan Pak Tik. Bagi Alex, Pak Tik itu mudah bergaul. Kalau niat orang itu baik, maka Pak Tik pasti akan membalasnya pula dengan kebaikan. Karakter seperti inilah yang amat dihormati oleh Alex.

Semua konflik dan perbedaan bisa dibicarakan dengan tenang. Orang tak perlu emosi, lalu menciptakan konflik. Sikap seperti ini membuat persaudaraan antara Pak Tik dan Alex tetap kuat, walaupun kini mereka tinggal di kota yang berbeda.

Ketika merayakan ulang tahun pernikahan yang ke 50, Pak Tik dan keluarga mengundang semua saudara untuk naik kapal pesiar keliling Asia Timur. Perjalanan dilakukan selama 4 hari 3 malam. Alex pun diundang untuk ikut.

Alex merasa begitu bahagia dan terharu dengan undangan tersebut. Ia merasa dihargai, dianggap sebagai saudara, walaupun ia adalah anak angkat dari paman Pak Tik. Alex pun semakin mencintai Pak Tik, sang saudara tua yang amat ia hormati.

Menjelang ulang tahun pernikahannya yang ke-60, Alex berharap Pak Tik dan keluarga semakin sehat dan bahagia. Ia juga berharap semua keluarga Pak Tik menjadi warga negara yang berguna bagi masyarakat, bangsa, dan keluarga.

Tampak jelas sorot mata kagum dan bangga di mata Alex, ketika ia menceritakan tentang pribadi Pak Tik, saudara tuanya itu. Jauh di lubuk hatinya, Alex sangat tulus menghormati Pak Tik. Semoga harapan terdalam Alex terwujud; supaya Pak Tik tetap sehat dan bahagia di masa tuanya bersama keluarga. Semoga….

Penulis adalah Dosen Filsafat Politik, Fakultas Filsafat UNIKA Widya Mandala, Surabaya

Iklan

Diterbitkan oleh

Reza A.A Wattimena

Peneliti di bidang Filsafat Politik, Pengembangan Diri dan Organisasi, Metode Berpikir Ilmiah dan Kebijaksanaan Timur. Doktor Filsafat dari Hochschule für Philosophie München, Philosophische Fakultät SJ München, Jerman. Beberapa karyanya: Menjadi Pemimpin Sejati (2012), Filsafat Anti Korupsi (2012), Tentang Manusia (2016), Filsafat dan Sains (2008), Kebijaksanaan Timur dan Jalan Pembebasan (akan terbit- 2016), Melampaui Negara Hukum Klasik (2007), Demokrasi: Dasar dan Tantangannya (2016), Bahagia, Kenapa Tidak? (2015), dan berbagai karya lainnya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s