Bangkitnya Persekutuan Nista

ErU688HUcAEJDz2Oleh Reza A.A Wattimena

Jika keadaan tak berubah, pilpres 2024 di Indonesia akan penuh drama. Salah satu penyebabnya adalah bangkitnya persekutuan nista di dalam politik Indonesia. Ada pelaku pelanggaran HAM berat yang terus bernafsu untuk berkuasa. Ia bersekutu dengan bocah ingusan yang haus kekuasaan dan berkhianat pada pendukungnya sendiri.

Nista berarti cela. Persekutuan nista adalah persekutuan yang tercela. Ia membuat orang merasa jijik. Ia membuat politik Indonesia menjadi kacau dan rusak. Lanjutkan membaca Bangkitnya Persekutuan Nista

Ketika Meludah Ke Langit

tumblr_ocb51iM0Bz1v16pwho2_1280Oleh Reza A.A Wattimena

Tiga minggu belakangan, karena saran dari teman dan guru saya, I Gede Agustapa, saya membaca buku biografi dari Siddharta Gautama. Gautama lebih dikenal sebagai sang Buddha, yakni orang yang sudah bangun sepenuhnya. Ia dianggap sebagai pendiri agama Buddha. Walaupun, saya selalu berpendapat, bahwa ajaran Buddha tidak hanya sekedar agama, melainkan ilmu untuk memahami gerak batin, serta menemukan keseimbangan dan kebahagiaan yang berkelanjutan di dalam batin manusia.

Penulis buku biografi itu adalah Thich Nhat Hanh, seorang Zen Master asal Vietnam. Ia terlibat di dalam perkembangan spiritual, sekaligus mendorong terciptanya perdamaian di dalam politik global. Judul bukunya adalah Old Path White Clouds: Walking in the Footsteps of the Buddha (Jalan Tua Awan Putih: Berjalan mengikuti Jejak Sang Buddha). Buku itu sudah diterjemahkan oleh Penerbit Karaniya, Jakarta. Lanjutkan membaca Ketika Meludah Ke Langit

Ciuman Yudas

0001112529_71

Oleh Reza A.A Wattimena

Ciuman itu tak tulus. Seolah, ia melambangkan cinta. Namun, khianat bersembunyi dibaliknya. Sekitar 2000 tahun yang lalu, Yudas Iskariot mencium gurunya, Yesus, persis setelah ia mengkhianatinya.

Tak lama, Yesus ditangkap oleh tentara Romawi, difitnah, disiksa lalu mati di kayu salib. Konon, Yudas menyesali perbuatannya. Ia pun memilih untuk bunuh diri. Kini, kata “ciuman Yudas” menjadi identik dengan pengkhianatan yang diselubungi kehangatan. Lanjutkan membaca Ciuman Yudas

Karya Ilmiah Terbaru: Jalan Panjang Menuju Perdamaian, Konflik di Darfur dan Upaya Rekonsiliasi Melalui Diplomasi Regional Uni Afrika

Sudanese refugee children press up against a fence in Djabal refugee camp near Gozbeida southern Chad on March 15, 2009. United Nations forces took over command from European Union peacekeepers here Sunday to protect refugees and displaced people in Chad and the Central African Republic. 

Oleh Reza A.A Wattimena, Pendiri Rumah Filsafat, Pengembang Teori Transformasi Kesadaran dan Teori Tipologi Agama

Tulisan ini merupakan sebuah upaya untuk memahami konflik di Darfur, dan melihat kemungkinan Uni Afrika, sebagai lembaga regional, untuk membantu mewujudkan perdamaian di sana. Untuk itu, tulisan ini akan dibagi ke dalam tiga bagian. Awalnya, tulisan ini akan memetakan konflik di Darfur. (1) Setelah itu, tulisan ini akan mencoba melihat kemungkinan peran Uni Afrika di dalam menciptakan perdamaian di Darfur. Beberapa hal terkait dengan misi PBB dan Uni Afrika di Darfur juga akan disinggung. (2) Tulisan ini akan ditutup dengan kesimpulan. (3)

Silahkan diunduh disini: Jurnal Reza, Genosida Darfur dan Rekonsiliasi Regionalistik

Karya Ilmiah Terbaru: Memahami Kesadaran Bersama David Chalmers

s7Xjqpwk_400x400

Oleh Reza A.A Wattimena

Abstrak

Tulisan ini ingin menjabarkan pemikiran David Chalmers tentang kesadaran. Chalmers adalah seorang neurosaintis sekaligus filsuf. Ia merumuskan beberapa prinsip penting di dalam kajian tentang kesadaran. Ia membedakan antara kesadaran dan keawasan, serta merumuskan beberapa prinsip penting di dalam memahami kesadaran. Dalam konteks yang lebih luas, Chalmers merumuskan problematik sulit tentang kesadaran yang masih terus menjadi kajian para ilmuwan dan filsuf sampai sekarang ini.

Kata Kunci: Kesadaran, Keawasan, Problematik Sulit tentang Kesadaran.

Silahkan diunduh di: Jurnal Reza, Mempertimbangkan Kesadaran Bersama David Chalmers

Filsafat dan Spiritualitas Geopolitik

Max-Ernst-LAnge-du-Foyer-1937.-Private-collectionOleh Reza A.A Wattimena

Afganistan. Irak. Amerika Serikat. Suriah. Sudan. Ukraina. Russia. Israel. Palestina. Indonesia. Mereka semua terlibat konflik berdarah. Ingatan dan trauma dimainkan. Dendam dan amarah diumbar lewat roket, bom dan peluru. Nyawa hilang. Harta benda hancur berantakan. Agama dijadikan alat untuk pembenaran kekerasan dan nafsu berkuasa yang busuk.

Inilah keadaan geopolitik dunia abad 21. Hubungan antar negara bersifat paradoksal. Kerja sama internasional makin erat. Namun, perang, konflik dan beragam bentuk kekerasan justru menjadi semakin rumit. Lanjutkan membaca Filsafat dan Spiritualitas Geopolitik

Tuhan, Ruang Hampa dan Pandemik yang Sunyi

space-planet-person-looking-at-stars-surrealOleh Reza A.A Wattimena

Apakah kamu percaya Tuhan? Sudah berulang kali, pertanyaan itu diajukan ke saya. Jawaban saya sederhana. Hanya orang bodoh dan keras kepala yang tak percaya Tuhan.

Tuhan adalah kecerdasan tak berhingga. Ia tampil di dalam setiap jengkal kehidupan. Ia hadir di setiap detak jantung, aliran darah dan denyut paru setiap mahluk. Kita hanya perlu sungguh menyadarinya disini dan saat ini. Lanjutkan membaca Tuhan, Ruang Hampa dan Pandemik yang Sunyi

Melampaui Moderasi Beragama, Menuju Peradaban Ilmiah-Spiritual

2204404bc71a-163eyre

Oleh Reza A.A Wattimena

Sekali lagi, cerita seram itu menghampiri telinga. Seorang teman yang terjebak dalam agama kematian dari tanah gersang. Begitu banyak larangan yang mencekik jiwa. Begitu banyak aturan yang tak masuk akal.

Pola beribadah yang merusak ketenangan bersama. Sikap politik yang ketinggalan jaman dan merusak. Kesombongan yang berakar pada kedunguan. Dia ingin meninggalkan agama kematian warisan keluarganya tersebut. Namun, banyak hal yang menjadi taruhan, termasuk dilepaskan selamanya dari keluarga yang amat dicintainya. Lanjutkan membaca Melampaui Moderasi Beragama, Menuju Peradaban Ilmiah-Spiritual

Ilmu Hidup: Menghargai “Yang Relatif”, Menyelami “Yang Mutlak”

surrealism-still-life-in-green-frida-kaasOleh Reza A.A Wattimena

Seorang sahabat bertanya pada saya, “Apakah ada kebenaran mutlak di hidup ini?”. Jawab saya spontan, “Selama sesuatu masih bisa dibahasakan, ia bersifat relatif.” Pertanyaan dan jawaban ini membuka salah satu persoalan penting tidak hanya di dalam filsafat, tetapi juga di dalam kehidupan. Hidup yang berarti adalah hidup yang didasari pada kebenaran. Tidak lebih dan tidak kurang.

Jawaban saya sederhana. Saya cukup yakin dengan jawaban itu. Selama sesuatu itu masih hidup dalam bahasa, maka ia tidak mutlak. Kata dan bahasa, menurut Gadamer, pemikir Jerman, hidup dalam horison hidup manusia yang bersifat relatif, beragam dan terus berubah. Lanjutkan membaca Ilmu Hidup: Menghargai “Yang Relatif”, Menyelami “Yang Mutlak”

Pertarungan Tiga Bandit

the-tears-of-the-universe-by-mary-blair-and-tan-yau-hoong-v0-gmmf3ju8k9va1Oleh Reza A.A Wattimena

2024, tanah yang sedang mengalami krisis identitas akan mengalami pertarungan tiga bandit. Uang akan dikucurkan. Kebohongan akan dihembuskan. Mungkin juga, darah akan tertumpah, akibat hasrat berkuasa yang berkobar liar.

Pertarungan tersebut melibatkan tiga bandit. Mereka ingin merebut pucuk kekuasaan tanah ini. Di tengah kepungan radikalisme agama kematian dari tanah gersang, permasalahan ketimpangan sosial ekonomi yang meradang serta kerusakan alam yang terus mengancam, para bandit akan bertempur. Kita, rakyat, bisa menonton, bahkan bisa menjadi korban perang berdarah tersebut. Lanjutkan membaca Pertarungan Tiga Bandit

Budak Dogma, Ilmuwan, Filsuf dan Mistikus: Anda Yang Mana?

39017656484_45fe6e1cf6Oleh Reza A.A Wattimena

Di email, saya menerima pertanyaan yang menarik. “Bang Reza, apa beda filsuf, ilmuwan dan mistikus?” Begitu tanya dari seseorang di dunia digital. Pertanyaan itu menggelitik saya untuk menulis soal ini.

Minggu ini, saya mengambil waktu rehat sejenak. Saya bermotor ke Bandung. Di sana, saya banyak bermeditasi dan yoga. Tidak ada kegiatan lainnya. Lanjutkan membaca Budak Dogma, Ilmuwan, Filsuf dan Mistikus: Anda Yang Mana?

Memahami Ulang Dosa, Neraka dan… Surga

KDBrx4RCTNXsVSpKHNfXOleh Reza A.A Wattimena

Sebagai orang Indonesia, saya lahir dalam keluarga yang beragama. Tidak ada pilihan lain. Sejak kecil, saya akrab dengan tradisi agama yang diturunkan oleh keluarga saya. Banyak dibicarakan soal dosa, dan jika itu dilakukan, maka saya akan masuk neraka, disiksa oleh api panas yang abadi.

Hasilnya, saya jadi takut. Selama belasan tahun, saya beragama dan bertuhan, karena takut masuk neraka. Saya berdoa, juga karena takut. Ini pengalaman serupa yang dialami oleh ratusan juta orang lainnya di Indonesia: beragama karena paksaan dan rasa takut. Lanjutkan membaca Memahami Ulang Dosa, Neraka dan… Surga

Mari Membunuh “Manusia”

8b8e9d6ca19371bb0313de2e122aaa67Oleh Reza A.A Wattimena

Di dunia ini, tak banyak masalah. Kita hanya punya satu masalah, yakni “manusia”. Manusia merusak alam. Manusia membunuh hewan sembarangan.

Hutan dibabat untuk sumber dayanya. Laut dirusak demi pariwisata. Alam dihancurkan demi energi yang merusak. Semua demi memuaskan kerakusan “manusia”. Lanjutkan membaca Mari Membunuh “Manusia”

Sekali Lagi: Tentang Kemarahan

raging-angry-faces-in-trypophobia-hallucinations-8k-v0-if0j1nv12qf81Oleh Reza A.A Wattimena

Mungkin, karena cuaca sedang panas. Jakarta tidak hanya dihantui polusi suara dari knalpot motor dan lolongan rumah ibadah agama kematian, tetapi juga oleh polusi udara yang parah. Hampir setiap hari, Jakarta menempati peringkat pertama sebagai kota paling jorok udaranya di dunia. Luar biasa. Begitulah dampak dari memilih kepala daerah sembarangan.

Sudah dua kali, saya melihat pertikaian di jalan. Beberapa teman juga bercerita, betapa mereka emosi tinggi di jalan-jalan Jakarta yang macet, kacau dan panas. Ini mempengaruhi kinerja mereka di kantor. Di rumah pun, mereka banyak berkonflik dengan pasangan hidup, hanya karena hal-hal sepele. Lanjutkan membaca Sekali Lagi: Tentang Kemarahan

Kecanduan Gawai, Krisis Membaca, Sekaratnya Akal Sehat serta Tumpulnya Nurani  

adca9fb379cecbd028d67121beb36fd5Oleh Reza A.A Wattimena

Suatu hari, saya naik kereta di Jakarta. Saya duduk, dan, seperti biasa, bermeditasi. Sesuatu menarik perhatian saya. Semua orang memegang ponsel cerdasnya, dan sedang menonton sesuatu.

Jempolnya mereka terus bergerak. Kadang, mereka tersenyum. Sebagian tidak menampilkan ekspresi wajah yang jelas. Saya merasa, mereka seperti zombie yang tergiur oleh cahaya dan video yang disebarkan oleh ponsel cerdas tersebut. Lanjutkan membaca Kecanduan Gawai, Krisis Membaca, Sekaratnya Akal Sehat serta Tumpulnya Nurani  

Tentang “Kesekarangan-Kedisinian-Kesedemikianadanya”

360_F_282407330_7PoaXHRlVpqlesqn3jF1WCGvgI3hHDlFOleh Reza A.A Wattimena

Malam ini, angin kipas berhembus. Angin menyentuh wajah dan tubuhkku. Ada suara tukang nasi goreng lewat. Tetangga berkumpul bercengkerama, menyambut akhir pekan.

Cuaca hangat. Badan agak berkeringat. Saya sedang berada di depan komputer. Saya menulis. Lanjutkan membaca Tentang “Kesekarangan-Kedisinian-Kesedemikianadanya”

Buku Terbaru: Teori Tipologi Agama

Surreal,Enigmatic,Picture,On,CanvasOleh Reza A.A Wattimena

Buku bisa langsung diunduh disini Teori Tipologi Agama

Sekitar 2017, saya memberikan seminar. Ada seorang mahasiswa yang mengajukan pertanyaan. Ia bercerita di depan umum, betapa ia takut dengan agamanya sendiri. Ia merasa, agamanya sudah menjadi sarang kebodohan, intoleransi, premanisme dan terorisme.

Namun, ia juga takut pindah agama. Apa kata keluarga dan tetangga? Orang tuanya bisa marah dan menangis, jika ia pindah agama. Apalagi, ia ditakuti-takukti dengan api neraka. Setelah seminar selesai, kami berdiskusi lebih mendalam tentang ini. Lanjutkan membaca Buku Terbaru: Teori Tipologi Agama

Buku Terbaru: Teori Transformasi Kesadaran (Edisi Revisi 2)

a47cee07269ed6683532386f055fd156_600xOleh Reza A.A Wattimena

Buku bisa langsung diunduh disini Teori Transformasi Kesadaran, Revisi 2

Beberapa waktu lalu, saya merumuskan sebuah teori tentang kesadaran. Ini merupakan rangkuman sekaligus puncak dari penelitian saya selama kurang lebih 25 tahun. Saya menyebut rumusan ini sebagai “Teori Bentuk dan Tingkatan Kesadaran”. Ini merupakan bagian dari teori saya yang lebih luas, yakni “Teori Transformasi Kesadaran” yang saya paparkan di dalam buku ini.

Dengan teori ini, saya ingin memetakan keadaan batin dasar manusia (basic human state of mind) dalam kaitan dengan seluruh alam semesta. Teori ini juga bisa diterapkan di dalam berbagai bidang kehidupan manusia, mulai dari politik, agama ekonomi, budaya dan sains modern, sehingga bisa dirumuskan menjadi “Teori Transformasi Kesadaran Politik, Teori Transformasi Kesadaran Beragama, Teori Transformasi Kesadaran Ilmiah” dan sebagainya.[1] Lanjutkan membaca Buku Terbaru: Teori Transformasi Kesadaran (Edisi Revisi 2)

Filsafat Seks

Kembali lagi bersama kami di Rumah Filsafat.

Pada episode kali ini, kita akan membahas sebuah tema menarik yang lekat dengan keseharian kita, yakni refleksi filosofis mengenai seks.

Ternyata seks bukan hanya tentang pemuasan nafsu lho, namun seks juga bisa menjadi jalan pembebasan dan pencerahan…

Bagaimana pembahasan menarik seputar filsafat seks dlm diskusi kita kali ini?

Saksikan hingga tuntas,

Selamat menyaksikan,

Salam pencerahan

Membongkar Kepalsuan yang Memikat

a-surreal-simulacrum-of-salvador-dali-dragomir-minkovOleh Reza A.A Wattimena

Senyumnya sumringah. Gayanya dipoles habis oleh konsultan politik. Ia ingin tampil memikat. Ia ingin menarik simpati, guna menutupi borok masa lalunya.

Ia mengunjungi mantan korbannya. Dulu, ia menangkap dan menyiksa mahasiswa. Kini, untuk memikat suara rakyat, ia mengunjungi mereka. Semua adalah sandiwara yang dimainkan untuk merebut kekuasaan, lalu menindas semua musuh politiknya, maupun seluruh bangsa Indonesia itu sendiri. Lanjutkan membaca Membongkar Kepalsuan yang Memikat