Ilmu Hidup: Menghargai “Yang Relatif”, Menyelami “Yang Mutlak”

surrealism-still-life-in-green-frida-kaasOleh Reza A.A Wattimena

Seorang sahabat bertanya pada saya, “Apakah ada kebenaran mutlak di hidup ini?”. Jawab saya spontan, “Selama sesuatu masih bisa dibahasakan, ia bersifat relatif.” Pertanyaan dan jawaban ini membuka salah satu persoalan penting tidak hanya di dalam filsafat, tetapi juga di dalam kehidupan. Hidup yang berarti adalah hidup yang didasari pada kebenaran. Tidak lebih dan tidak kurang.

Jawaban saya sederhana. Saya cukup yakin dengan jawaban itu. Selama sesuatu itu masih hidup dalam bahasa, maka ia tidak mutlak. Kata dan bahasa, menurut Gadamer, pemikir Jerman, hidup dalam horison hidup manusia yang bersifat relatif, beragam dan terus berubah. Lanjutkan membaca Ilmu Hidup: Menghargai “Yang Relatif”, Menyelami “Yang Mutlak”

Pertarungan Tiga Bandit

the-tears-of-the-universe-by-mary-blair-and-tan-yau-hoong-v0-gmmf3ju8k9va1Oleh Reza A.A Wattimena

2024, tanah yang sedang mengalami krisis identitas akan mengalami pertarungan tiga bandit. Uang akan dikucurkan. Kebohongan akan dihembuskan. Mungkin juga, darah akan tertumpah, akibat hasrat berkuasa yang berkobar liar.

Pertarungan tersebut melibatkan tiga bandit. Mereka ingin merebut pucuk kekuasaan tanah ini. Di tengah kepungan radikalisme agama kematian dari tanah gersang, permasalahan ketimpangan sosial ekonomi yang meradang serta kerusakan alam yang terus mengancam, para bandit akan bertempur. Kita, rakyat, bisa menonton, bahkan bisa menjadi korban perang berdarah tersebut. Lanjutkan membaca Pertarungan Tiga Bandit

Budak Dogma, Ilmuwan, Filsuf dan Mistikus: Anda Yang Mana?

39017656484_45fe6e1cf6Oleh Reza A.A Wattimena

Di email, saya menerima pertanyaan yang menarik. “Bang Reza, apa beda filsuf, ilmuwan dan mistikus?” Begitu tanya dari seseorang di dunia digital. Pertanyaan itu menggelitik saya untuk menulis soal ini.

Minggu ini, saya mengambil waktu rehat sejenak. Saya bermotor ke Bandung. Di sana, saya banyak bermeditasi dan yoga. Tidak ada kegiatan lainnya. Lanjutkan membaca Budak Dogma, Ilmuwan, Filsuf dan Mistikus: Anda Yang Mana?

Memahami Ulang Dosa, Neraka dan… Surga

KDBrx4RCTNXsVSpKHNfXOleh Reza A.A Wattimena

Sebagai orang Indonesia, saya lahir dalam keluarga yang beragama. Tidak ada pilihan lain. Sejak kecil, saya akrab dengan tradisi agama yang diturunkan oleh keluarga saya. Banyak dibicarakan soal dosa, dan jika itu dilakukan, maka saya akan masuk neraka, disiksa oleh api panas yang abadi.

Hasilnya, saya jadi takut. Selama belasan tahun, saya beragama dan bertuhan, karena takut masuk neraka. Saya berdoa, juga karena takut. Ini pengalaman serupa yang dialami oleh ratusan juta orang lainnya di Indonesia: beragama karena paksaan dan rasa takut. Lanjutkan membaca Memahami Ulang Dosa, Neraka dan… Surga

Mari Membunuh “Manusia”

8b8e9d6ca19371bb0313de2e122aaa67Oleh Reza A.A Wattimena

Di dunia ini, tak banyak masalah. Kita hanya punya satu masalah, yakni “manusia”. Manusia merusak alam. Manusia membunuh hewan sembarangan.

Hutan dibabat untuk sumber dayanya. Laut dirusak demi pariwisata. Alam dihancurkan demi energi yang merusak. Semua demi memuaskan kerakusan “manusia”. Lanjutkan membaca Mari Membunuh “Manusia”

Sekali Lagi: Tentang Kemarahan

raging-angry-faces-in-trypophobia-hallucinations-8k-v0-if0j1nv12qf81Oleh Reza A.A Wattimena

Mungkin, karena cuaca sedang panas. Jakarta tidak hanya dihantui polusi suara dari knalpot motor dan lolongan rumah ibadah agama kematian, tetapi juga oleh polusi udara yang parah. Hampir setiap hari, Jakarta menempati peringkat pertama sebagai kota paling jorok udaranya di dunia. Luar biasa. Begitulah dampak dari memilih kepala daerah sembarangan.

Sudah dua kali, saya melihat pertikaian di jalan. Beberapa teman juga bercerita, betapa mereka emosi tinggi di jalan-jalan Jakarta yang macet, kacau dan panas. Ini mempengaruhi kinerja mereka di kantor. Di rumah pun, mereka banyak berkonflik dengan pasangan hidup, hanya karena hal-hal sepele. Lanjutkan membaca Sekali Lagi: Tentang Kemarahan

Kecanduan Gawai, Krisis Membaca, Sekaratnya Akal Sehat serta Tumpulnya Nurani  

adca9fb379cecbd028d67121beb36fd5Oleh Reza A.A Wattimena

Suatu hari, saya naik kereta di Jakarta. Saya duduk, dan, seperti biasa, bermeditasi. Sesuatu menarik perhatian saya. Semua orang memegang ponsel cerdasnya, dan sedang menonton sesuatu.

Jempolnya mereka terus bergerak. Kadang, mereka tersenyum. Sebagian tidak menampilkan ekspresi wajah yang jelas. Saya merasa, mereka seperti zombie yang tergiur oleh cahaya dan video yang disebarkan oleh ponsel cerdas tersebut. Lanjutkan membaca Kecanduan Gawai, Krisis Membaca, Sekaratnya Akal Sehat serta Tumpulnya Nurani  

Tentang “Kesekarangan-Kedisinian-Kesedemikianadanya”

360_F_282407330_7PoaXHRlVpqlesqn3jF1WCGvgI3hHDlFOleh Reza A.A Wattimena

Malam ini, angin kipas berhembus. Angin menyentuh wajah dan tubuhkku. Ada suara tukang nasi goreng lewat. Tetangga berkumpul bercengkerama, menyambut akhir pekan.

Cuaca hangat. Badan agak berkeringat. Saya sedang berada di depan komputer. Saya menulis. Lanjutkan membaca Tentang “Kesekarangan-Kedisinian-Kesedemikianadanya”

Buku Terbaru: Teori Tipologi Agama

Surreal,Enigmatic,Picture,On,CanvasOleh Reza A.A Wattimena

Buku bisa langsung diunduh disini Teori Tipologi Agama

Sekitar 2017, saya memberikan seminar. Ada seorang mahasiswa yang mengajukan pertanyaan. Ia bercerita di depan umum, betapa ia takut dengan agamanya sendiri. Ia merasa, agamanya sudah menjadi sarang kebodohan, intoleransi, premanisme dan terorisme.

Namun, ia juga takut pindah agama. Apa kata keluarga dan tetangga? Orang tuanya bisa marah dan menangis, jika ia pindah agama. Apalagi, ia ditakuti-takukti dengan api neraka. Setelah seminar selesai, kami berdiskusi lebih mendalam tentang ini. Lanjutkan membaca Buku Terbaru: Teori Tipologi Agama

Buku Terbaru: Teori Transformasi Kesadaran (Edisi Revisi 2)

a47cee07269ed6683532386f055fd156_600xOleh Reza A.A Wattimena

Buku bisa langsung diunduh disini Teori Transformasi Kesadaran, Revisi 2

Beberapa waktu lalu, saya merumuskan sebuah teori tentang kesadaran. Ini merupakan rangkuman sekaligus puncak dari penelitian saya selama kurang lebih 25 tahun. Saya menyebut rumusan ini sebagai “Teori Bentuk dan Tingkatan Kesadaran”. Ini merupakan bagian dari teori saya yang lebih luas, yakni “Teori Transformasi Kesadaran” yang saya paparkan di dalam buku ini.

Dengan teori ini, saya ingin memetakan keadaan batin dasar manusia (basic human state of mind) dalam kaitan dengan seluruh alam semesta. Teori ini juga bisa diterapkan di dalam berbagai bidang kehidupan manusia, mulai dari politik, agama ekonomi, budaya dan sains modern, sehingga bisa dirumuskan menjadi “Teori Transformasi Kesadaran Politik, Teori Transformasi Kesadaran Beragama, Teori Transformasi Kesadaran Ilmiah” dan sebagainya.[1] Lanjutkan membaca Buku Terbaru: Teori Transformasi Kesadaran (Edisi Revisi 2)

Filsafat Seks

Kembali lagi bersama kami di Rumah Filsafat.

Pada episode kali ini, kita akan membahas sebuah tema menarik yang lekat dengan keseharian kita, yakni refleksi filosofis mengenai seks.

Ternyata seks bukan hanya tentang pemuasan nafsu lho, namun seks juga bisa menjadi jalan pembebasan dan pencerahan…

Bagaimana pembahasan menarik seputar filsafat seks dlm diskusi kita kali ini?

Saksikan hingga tuntas,

Selamat menyaksikan,

Salam pencerahan

Membongkar Kepalsuan yang Memikat

a-surreal-simulacrum-of-salvador-dali-dragomir-minkovOleh Reza A.A Wattimena

Senyumnya sumringah. Gayanya dipoles habis oleh konsultan politik. Ia ingin tampil memikat. Ia ingin menarik simpati, guna menutupi borok masa lalunya.

Ia mengunjungi mantan korbannya. Dulu, ia menangkap dan menyiksa mahasiswa. Kini, untuk memikat suara rakyat, ia mengunjungi mereka. Semua adalah sandiwara yang dimainkan untuk merebut kekuasaan, lalu menindas semua musuh politiknya, maupun seluruh bangsa Indonesia itu sendiri. Lanjutkan membaca Membongkar Kepalsuan yang Memikat

Berdoa itu Percuma?

1897779_2_mOleh Reza A.A Wattimena

Perempuan itu menangis tersedu-sedu. Saya terheran dibuatnya. Rupanya, ia sedang berdoa. Tapi, dilihat lebih dekat, ia seperti sedang berakting di sinetron murahan.

Ia berdoa di depan mikrofon. Suaranya keras sekaligus sedih. Air mata bercucuran deras keluar dari matanya. Semua keinginannya ia sampaikan kepada semua orang di ruangan. Lanjutkan membaca Berdoa itu Percuma?

Memilih Presiden

Kita akan berdiskusi soal cara memilih presiden secara tepat dengan menggunakan sudut pandang filsafat dan teori transformasi kesadaran. Salam pencerahan.

Teori Transformasi Kesadaran: Kesadaran Holistik-Kosmik

Episode kali ini kita masih melanjutkan pembahasan tentang Teori Transformasi Kesadaran.

Dalam episode sebelumnya, kita telah membahas tentang teori transformasi kesadaran, serta dua tingkatan kesadaran, yaitu kesadaran distingtif-dualistik dan kesadaran immersif.

Dalam episode kali, ini kita akan mengupas tingkat kesadaran yang jauh lebih luas lagi, yakni Kesadaran holistik-Kosmik. Bagaimana penjelasan lengkap mengenai tingkat Kesadaran Holistik-Kosmik? Saksikan episode kali ini hingga tuntas, Selamat menyaksikan, Salam pencerahan!

Publikasi Ilmiah Terbaru: Kesadaran Seluas Semesta, Pendekatan Non-Dual Tentang Kesadaran di dalam Tradisi Filsafat Advaita Vedanta dalam Dialog dengan Sains Modern

desktop-wallpaper-mr-universe-surreal-digitalart-io-epic-universeOleh Reza A.A Wattimena

Diterbitkan di

The Ary Suta Center Series on Strategic Management Juli 2023 vol 62

Abstrak

Tulisan ini menjabarkan konsep kesadaran di dalam tradisi Advaita Vedanta. Konsep ini merupakan konsep terpenting di dalam tradisi tersebut. Ia melibatkan tidak hanya pemahaman teoritis, tetapi juga laku untuk mencapai pembebasan. Teori tentang kesadaran dari tradisi bisa membantu memberikan pemahaman baru bagi pemahaman tentang kesadaran, terutama sebagaimana diteliti di dalam kajian neurosains. Kesadaran dipahami tidak hanya milik mahluk hidup, tetapi menjadi unsur utama dan satu-satunya yang nyata dari realitas.

Kata-kata kunci: Kesadaran, Advaita Vedanta, Non Dual, Problematika Sulit tentang Kesadaran

Naskah bisa diunduh disini: Jurnal Reza, Kesadaran di dalam Tradisi Asia

Politik Primordial: Analisis Teori Transformasi Kesadaran

4454989_carraOs-13Oleh Reza A.A Wattimena

Si capres (calon presiden) ingin memindahkan makam. Entah untuk apa. Kemungkinan besar untuk cari suara. Di abad 21 ini, ketika kita memasuki revolusi kuantum, sementara revolusi digital sudah mulai berlalu, si capres sibuk memikirkan makam untuk cari simpati. Saya tak bisa berkata-kata…

Si capres sedang bernostalgia. “Dulu!…”, katanya berapi-api. Para sejarahwan mungkin kebingungan. Sejarah si capres lebih mendekati imajinasi dan halusinasi. Lanjutkan membaca Politik Primordial: Analisis Teori Transformasi Kesadaran

Beginu: Filsafat, Neurosains dan Teori Transformasi Kesadaran

Teori Transformasi Kesadaran (Part 3): Kesadaran Immersif

Ketika Tak Lagi Bercerita

surrealistic-art-techniques-800x800Oleh Reza A.A Wattimena

Sabtu itu, hari tampak penuh. Saya membuat tiga janji. Di pagi hari, saya sarapan, lalu bersiap berangkat. Sekitar jam 9 pagi, cuaca tampak cerah.

Karena Sabtu, jalanan Jakarta lenggang. Ada orang-orang yang bersepeda. Janji pertama jam 12 siang nanti. Saya memutuskan datang lebih awal, karena ingin membeli beberapa barang untuk keperluan rutin. Lanjutkan membaca Ketika Tak Lagi Bercerita