Oleh Dhimas Anugrah (Ketua Circles Indonesia. Komunitas pembelajar di bidang budaya, filsafat, dan sains)
Ketika nama Yesus Kristus terlintas di benak Anda, apa yang muncul pertama kali? Mungkin, seperti banyak orang, Anda membayangkan sosok religius—seorang pemimpin spiritual, Juruselamat yang membawa harapan bagi umat manusia. Tapi, bagaimana jika kita berhenti sejenak dan bertanya: Apakah Yesus juga seorang filsuf besar yang menawarkan makna terdalam dari eksistensi manusia?
Kalau kita melihat daftar filsuf Yunani Kuno seperti Sokrates, Platon, dan Aristoteles, nama Yesus memang tidak ada di sana. Namun, ajarannya membawa sesuatu yang berbeda: cinta, pengampunan, dan keadilan yang seolah berbicara lintas batas zaman dan tempat. Ajaran-ajaran ini menjadi landasan penting dalam pembentukan nilai-nilai kemanusiaan di dunia modern. Tapi tentu saja, tidak semua orang sepakat. Bagi sebagian pihak, ajaran Yesus terkadang dianggap terlalu ideal, jauh dari kenyataan dunia yang keras dan penuh persaingan. Lanjutkan membaca Yesus Sang Filsuf











Oleh Reza A.A Wattimena
Oleh Reza A.A Wattimena
Oleh Reza A.A Wattimena
Oleh Reza A.A Wattimena, Pendiri Rumah Filsafat, Pengembang Teori Kesadaran, Agama dan Politik

Oleh Reza A.A Wattimena