Ketika Meludah Ke Langit

tumblr_ocb51iM0Bz1v16pwho2_1280Oleh Reza A.A Wattimena

Tiga minggu belakangan, karena saran dari teman dan guru saya, I Gede Agustapa, saya membaca buku biografi dari Siddharta Gautama. Gautama lebih dikenal sebagai sang Buddha, yakni orang yang sudah bangun sepenuhnya. Ia dianggap sebagai pendiri agama Buddha. Walaupun, saya selalu berpendapat, bahwa ajaran Buddha tidak hanya sekedar agama, melainkan ilmu untuk memahami gerak batin, serta menemukan keseimbangan dan kebahagiaan yang berkelanjutan di dalam batin manusia.

Penulis buku biografi itu adalah Thich Nhat Hanh, seorang Zen Master asal Vietnam. Ia terlibat di dalam perkembangan spiritual, sekaligus mendorong terciptanya perdamaian di dalam politik global. Judul bukunya adalah Old Path White Clouds: Walking in the Footsteps of the Buddha (Jalan Tua Awan Putih: Berjalan mengikuti Jejak Sang Buddha). Buku itu sudah diterjemahkan oleh Penerbit Karaniya, Jakarta. Lanjutkan membaca Ketika Meludah Ke Langit

Ciuman Yudas

0001112529_71

Oleh Reza A.A Wattimena

Ciuman itu tak tulus. Seolah, ia melambangkan cinta. Namun, khianat bersembunyi dibaliknya. Sekitar 2000 tahun yang lalu, Yudas Iskariot mencium gurunya, Yesus, persis setelah ia mengkhianatinya.

Tak lama, Yesus ditangkap oleh tentara Romawi, difitnah, disiksa lalu mati di kayu salib. Konon, Yudas menyesali perbuatannya. Ia pun memilih untuk bunuh diri. Kini, kata “ciuman Yudas” menjadi identik dengan pengkhianatan yang diselubungi kehangatan. Lanjutkan membaca Ciuman Yudas

Karya Ilmiah Terbaru: Jalan Panjang Menuju Perdamaian, Konflik di Darfur dan Upaya Rekonsiliasi Melalui Diplomasi Regional Uni Afrika

Sudanese refugee children press up against a fence in Djabal refugee camp near Gozbeida southern Chad on March 15, 2009. United Nations forces took over command from European Union peacekeepers here Sunday to protect refugees and displaced people in Chad and the Central African Republic. 

Oleh Reza A.A Wattimena, Pendiri Rumah Filsafat, Pengembang Teori Transformasi Kesadaran dan Teori Tipologi Agama

Tulisan ini merupakan sebuah upaya untuk memahami konflik di Darfur, dan melihat kemungkinan Uni Afrika, sebagai lembaga regional, untuk membantu mewujudkan perdamaian di sana. Untuk itu, tulisan ini akan dibagi ke dalam tiga bagian. Awalnya, tulisan ini akan memetakan konflik di Darfur. (1) Setelah itu, tulisan ini akan mencoba melihat kemungkinan peran Uni Afrika di dalam menciptakan perdamaian di Darfur. Beberapa hal terkait dengan misi PBB dan Uni Afrika di Darfur juga akan disinggung. (2) Tulisan ini akan ditutup dengan kesimpulan. (3)

Silahkan diunduh disini: Jurnal Reza, Genosida Darfur dan Rekonsiliasi Regionalistik

Karya Ilmiah Terbaru: Memahami Kesadaran Bersama David Chalmers

s7Xjqpwk_400x400

Oleh Reza A.A Wattimena

Abstrak

Tulisan ini ingin menjabarkan pemikiran David Chalmers tentang kesadaran. Chalmers adalah seorang neurosaintis sekaligus filsuf. Ia merumuskan beberapa prinsip penting di dalam kajian tentang kesadaran. Ia membedakan antara kesadaran dan keawasan, serta merumuskan beberapa prinsip penting di dalam memahami kesadaran. Dalam konteks yang lebih luas, Chalmers merumuskan problematik sulit tentang kesadaran yang masih terus menjadi kajian para ilmuwan dan filsuf sampai sekarang ini.

Kata Kunci: Kesadaran, Keawasan, Problematik Sulit tentang Kesadaran.

Silahkan diunduh di: Jurnal Reza, Mempertimbangkan Kesadaran Bersama David Chalmers

Filsafat dan Spiritualitas Geopolitik

Max-Ernst-LAnge-du-Foyer-1937.-Private-collectionOleh Reza A.A Wattimena

Afganistan. Irak. Amerika Serikat. Suriah. Sudan. Ukraina. Russia. Israel. Palestina. Indonesia. Mereka semua terlibat konflik berdarah. Ingatan dan trauma dimainkan. Dendam dan amarah diumbar lewat roket, bom dan peluru. Nyawa hilang. Harta benda hancur berantakan. Agama dijadikan alat untuk pembenaran kekerasan dan nafsu berkuasa yang busuk.

Inilah keadaan geopolitik dunia abad 21. Hubungan antar negara bersifat paradoksal. Kerja sama internasional makin erat. Namun, perang, konflik dan beragam bentuk kekerasan justru menjadi semakin rumit. Lanjutkan membaca Filsafat dan Spiritualitas Geopolitik

Tuhan, Ruang Hampa dan Pandemik yang Sunyi

space-planet-person-looking-at-stars-surrealOleh Reza A.A Wattimena

Apakah kamu percaya Tuhan? Sudah berulang kali, pertanyaan itu diajukan ke saya. Jawaban saya sederhana. Hanya orang bodoh dan keras kepala yang tak percaya Tuhan.

Tuhan adalah kecerdasan tak berhingga. Ia tampil di dalam setiap jengkal kehidupan. Ia hadir di setiap detak jantung, aliran darah dan denyut paru setiap mahluk. Kita hanya perlu sungguh menyadarinya disini dan saat ini. Lanjutkan membaca Tuhan, Ruang Hampa dan Pandemik yang Sunyi

Melampaui Moderasi Beragama, Menuju Peradaban Ilmiah-Spiritual

2204404bc71a-163eyre

Oleh Reza A.A Wattimena

Sekali lagi, cerita seram itu menghampiri telinga. Seorang teman yang terjebak dalam agama kematian dari tanah gersang. Begitu banyak larangan yang mencekik jiwa. Begitu banyak aturan yang tak masuk akal.

Pola beribadah yang merusak ketenangan bersama. Sikap politik yang ketinggalan jaman dan merusak. Kesombongan yang berakar pada kedunguan. Dia ingin meninggalkan agama kematian warisan keluarganya tersebut. Namun, banyak hal yang menjadi taruhan, termasuk dilepaskan selamanya dari keluarga yang amat dicintainya. Lanjutkan membaca Melampaui Moderasi Beragama, Menuju Peradaban Ilmiah-Spiritual