“Tuhan dan Uang?”

wordpress.com

Etos Protestantisme dan Lahirnya Kapitalisme Modern

serta Relevansinya untuk Indonesia Abad ke-21

Oleh Reza A.A Wattimena

Fakultas Filsafat UNIKA Widya Mandala, Surabaya

In this paper, I want to understand the internal relation between the urge to expand economic capital in contemporary era and the faith in God as it grow in contemporary religion. To achieve this, I will read and interpret the analysis of Max Weber concerning the Protestant ethic and the phenomenon of modern capitalism, give critical remarks to it, and try to understand its relevance for contemporary Indonesian society. As a conclusion, I will argue that to create an economic prosperity, we not only need government policies and incentives, but also an enlightened way of living and understanding our own religion. I will explain further this argument, and how it can be operational in our society.

Kata Kunci: Kapitalisme Modern, Protestantisme, Agama, Asketisme. Lanjutkan membaca “Tuhan dan Uang?”

Tuhan dan Uang Part. 3

marxist.com

Oleh Reza A.A Wattimena

Seperti sudah sedikit dijelaskan sebelumnya, kapitalisme sendiri bukanlah hal baru di dalam sejarah.[1] Isi dari paham kapitalisme adalah pengembangan modal pada dirinya sendiri, sehingga pemiliknya bisa semakin makmur. Dalam arti ini kapitalisme bisa dipahami sebagai “orientasi regular untuk pengembangan keuntungan melalui pertukaran ekonomis yang damai.”[2] Praktek semacam ini sudah ada selama berabad-abad, mulai dari peradaban Babilonia, Mesir kuno, China, India, dan bahkan Eropa pra-Kristiani. Sementara kapitalisme modern sendiri memiliki ciri khas, yakni penerapan pembagian kerja rasional yang terukur, rutin, dan terorganisir dengan detil di dalam sebuah perusahaan (kelompok) yang berkelanjutan. Lanjutkan membaca Tuhan dan Uang Part. 3

Tuhan dan Uang Part. 2

flickr.com

Etos Protestanisme dan Semangat Kapitalisme

Oleh Reza A.A Wattimena

            Menurut Allen buku Weber yang menjadi kajian utama tulisan ini, The Protestant Ethic and the Spirit of Capitalism, adalah karya terbaiknya.[1] Pertanyaan mendasar yang ingin dijawab di dalam buku ini adalah, mengapa kapitalisme lahir di Eropa, dan bukan di Asia, atau belahan dunia lainnya? Jawaban Weber cukup jelas, karena adanya agama yang khas Eropa, tepatnya agama Kristen Protestan. Seperti ditegaskan oleh Allen, dengan bukunya tersebut, Max Weber mengubah fokus analisis teori-teori sosial dari pendekatan evolusionis (melihat tingkat perkembangan masyarakat yang bersifat universal dengan Eropa sebagai acuannya) menuju pendekatan perbandingan (comparative approach).[2] Lanjutkan membaca Tuhan dan Uang Part. 2