Satu Dunia, Satu Luka

Kepemimpinan dan Perubahan

Oleh Reza A.A Wattimena

Di Mesir awal 2011, tepatnya di Tahrir Square, kita melihat sesuatu yang mengagumkan. Massa berkumpul untuk menyatakan protes mereka pada rezim yang berkuasa. Di sampingnya ada orang-orang yang menyediakan makanan gratis untuk massa demonstran, juga ada pelayanan medis, dan bahkan hiburan, supaya para demonstran tidak bosan. Di akhir demonstrasi massa yang sama kemudian membersihkan tempat demonstrasi, dan bubar secara damai.

Tahrir Square adalah ruang publik, yakni ruang milik masyarakat. Maka masyarakat memiliki tanggung jawab untuk merawatnya. Ruang publik adalah rumah sesungguhnya dari rakyat, yakni tempat mereka berjumpa, dan menyatakan kegelisahan serta harapan mereka. Maka ruang publik harus bersih, dan rakyatlah yang harus menjamin kebersihannya. (Benhabib, 2011) Baca lebih lanjut

Filsafat, Tubuh, dan Pornografi

Narasi Diskusi 2 April 2011

Oleh: Reza A.A Wattimena[1]

Rencana tak berjalan mulus. Beberapa peserta tampak kebingungan soal jadwal. Jadwal yang tertera di undangan dan brosur berbeda. Panitia pun tampak kebingungan.

Akhirnya diskusi Tubuh dan Pornografi dimulai pada pk. 10.00 tepat di Gedung A 303, Kampus Dinoyo UNIKA Widya Mandala Surabaya. David Jones berperan sebagai moderator, dan memberikan beberapa kata pengantar. Reza A.A Wattimena maju, dan memulai presentasinya. Diskusi Tubuh dan Pornografi yang diselenggarakan Fakultas Filsafat UNIKA Widya Mandala Surabaya pun dimulai pk. 10.05.[2] Baca lebih lanjut