Terbitan Terbaru: Bisakah Perang Dihindari?

Sejarah, Anatomi dan Kemungkinan Perang di Abad 21

Oleh Reza A.A Wattimena

DITERBITKAN DALAM

ARY SUTA CENTER SERIES FOR STRATEGIC MANAGEMENT

OKTOBER 2018 VOL 43

Abstrak

Tulisan ini hendak membahas seluk beluk filsafat perang, terutama dalam konteks abad 21, dimana dunia menjadi bersifat multipolar, dan mayoritas perang tidak lagi dilaksanakan di medan terbuka. Filsafat perang hendak membahas definisi, sebab serta hubungan antar manusia dengan perang. Metode yang digunakan adalah analisis teks-teks filsafat yang terkait dengan pemahaman tentang perang. Dalam arti ini, perang adalah hasil dari keputusan bebas manusia yang dipengaruhi beberapa faktor kunci, yakni unsur biologis, budaya dan alasan rasional. Dengan memahami ketiga unsur tersebut, dan mengelolanya melalui jalan-jalan damai, maka perang, dalam segala bentuknya, bisa dihindari. Dalam hal ini, teori perang yang adil bisa memberikan sumbangan yang amat besar.

Kata-kata kunci: Perang, Filsafat Perang, Teori Perang yang Adil, Dunia Multipolar. Lanjutkan membaca Terbitan Terbaru: Bisakah Perang Dihindari?

Janji-janji Palsu

Art by Aykut Aydoğdu
Art by Aykut Aydoğdu

Oleh Reza A.A Wattimena

Dosen Hubungan Internasional, Universitas Presiden, Cikarang

Pepatah hukum klasik mengatakan, Pacta sunt servanda: Perjanjian dimaksudkan untuk dijalankan. Ketika kita menyetujui sesuatu, kita terikat untuk menjalankannya.

Awal 2017 ini, Donald Trump, presiden Amerika Serikat, menolak mematuhi perjanjian dengan Australia. Ia tidak mau menerima pengungsi yang terdampar di salah satu pulau dekat Australia, sebagai bagian dari perjanjian AS dengan Australia, sewaktu Obama masih menjadi presiden.

Trump melanggar janji. Tindakannya membuat hubungan AS dan Australia retak.

Di tingkat nasional, pelanggaran janji juga merupakan sesuatu yang biasa terjadi. Para politisi mengabaikan janjinya kepada rakyat, ketika mereka sudah terpilih menduduki jabatan tertentu.   Lanjutkan membaca Janji-janji Palsu

Manusia Perdamaian

Mihai Criste’s Painting

Oleh Reza A.A Wattimena

Dosen di Fakultas Filsafat Unika Widya Mandala, Surabaya, sedang belajar di Bonn, Jerman

Perang mencabik Syria. Ratusan ribu orang mati, karena letupan bom. Jutaan peluru beterbangan menerkam jiwa manusia. Sisak tangis sanak saudara mewarnai hari-hari keluarga yang ditinggalkan.

Media internasional meliput berita yang seringkali berat sebelah. Negara-negara kuat di dunia saling berwacana, apa yang akan terjadi dengan Syria, dan apa yang akan mereka lakukan dengan negara yang sedang tercabik perang tersebut. Sampai sekarang, belum muncul sosok-sosok manusia perdamaian, yakni manusia yang siap menjembatani konflik, dan mengakhiri kekerasan. Padahal, itulah yang kita butuhkan sekarang ini, tidak hanya di Suriah, tetapi juga di seluruh dunia.

Konflik

Konflik dan perang memang tak bisa dipisahkan dari hidup manusia. Seluruh tata dunia sekarang ini juga lahir dari perang dan konflik berdarah antar manusia. Karena perang, negara lahir. Karena perang, perjanjian dibuat, dan tata dunia pun terbentuk.

Pada level yang lebih kecil, hubungan antar manusia pun juga selalu diwarnai pertengkaran. Sahabat yang dekat juga seringkali terbentuk, karena mereka pernah bertengkar sebelumnya. Sepasang kekasih menjadi kekasih, karena mereka juga ditempa oleh konflik dan pertengkaran. Perang dan konflik memang merusak, tetapi juga mampu mencipta. Lanjutkan membaca Manusia Perdamaian