Buku Negara Paripurna

Oleh B Herry Priyono

Kondisi kritis biasanya ditandai dengan titik liminal. Itu seperti momen berayun antara pekatnya kegelapan dan cemerlangnya terang, antara kesesakan tak tertanggungkan dan kelegaan yang didambakan. Pada momen itu, kematian dan kelahiran kembali bagaikan saudari kembar yang memanggil-manggil dengan suara bersahutan.

Itulah perasaan saya saat membaca buku ini. Ketika pada banyak tikungan peristiwa selama sekian tahun terakhir bau kematian menyesakkan negeri ini, buku Yudi Latif menuliskan kemungkinan kelahiran kembali (renaissance). Renaissans adalah penciptaan ulang dengan kembali ke asal mula: bagaimana menciptakan kembali Indonesia dengan pulang ke momen kelahiran. Itulah pesan yang dibawa buku setebal 694 halaman ini. Lanjutkan membaca “Buku Negara Paripurna”

Mendidik Ulang Kewargaan

Oleh B Herry Priyono

http://www.callcentrehelper.com

Selamat datang di negeri yang berlagak demokrasi. Sebagaimana lagak itu ibarat topeng yang mengimpit wajah, begitu pula lagak demokrasi adalah topeng kebebasan yang memangsa isi demokrasi.

Jutaan kata telah dikerahkan untuk menjelaskan kemajuan dan kemacetan proses demokrasi: dari telaah ciri agonistik dan antagonistik sampai prasyarat deliberatif bagi kemungkinannya di Indonesia. Namun, kedegilan peristiwa tetap saja keras kepala. Deretan bom, teror, dan tersingkapnya jaringan ambisi Negara Islam Indonesia belakangan ini mengisyaratkan, perkaranya barangkali lebih sederhana daripada urusan agonistik, antagonistik, ataupun deliberatif demokrasi. Mungkin perkaranya adalah rasa-merasa kewargaan yang digusur dari kehidupan bersama dan bernegara. Bagaimana memahami pokok sederhana ini? Lanjutkan membaca “Mendidik Ulang Kewargaan”