Ilmu Pengetahuan dan Tantangan Global

ilibrarian.net
ilibrarian.net

Oleh Reza A.A Wattimena

Kita hidup di dunia yang penuh tantangan. Di satu sisi, berbagai masalah sosial, seperti kemiskinan, perang dan kesenjangan sosial di berbagai negara, tetap ada, dan bahkan menyebar. Di sisi lain, krisis lingkungan hidup memicu berbagai bencana alam di berbagai tempat. Kita membutuhkan cara berpikir serta metode yang tepat, guna menghadapi dua tantangan tersebut.

Ilmu pengetahuan mencoba melakukan berbagai penelitian untuk memahami akar masalah, dan menawarkan jalan keluar. Beragam kajian dibuat. Beragam teori dirumuskan. Akan tetapi, seringkali semua itu hanya menjadi tumpukan kertas belaka yang tidak membawa perubahan nyata.

Bahkan, kini penelitian sedang dilakukan untuk memahami beragam penelitian yang ada. Jadi, “penelitian atas penelitian”. Dilihat dari kaca mata ilmu pengetahuan, kegiatan ini memang perlu dan menarik. Namun, dilihat dari sudut akal sehat sederhana, ini merupakan tanda, bahwa telah ada begitu banyak kajian dan teori yang lahir dari penelitian dengan nilai milyaran dollar, sementara hasilnya masih dipertanyakan.

Banjir Teori

Kondisi ini saya sebut sebagai “banjir teori” dan “banjir kajian”. Kajian dibuat demi kajian itu sendiri. Teori dirumuskan demi teori itu sendiri. Ini merupakan kesalahan berpikir mendasar di dalam dunia akademik sekarang ini. Lanjutkan membaca Ilmu Pengetahuan dan Tantangan Global

Para Perampas Akal Sehat

http://blog.lib.umn.edu
http://blog.lib.umn.edu

Oleh Reza A.A Wattimena

Dosen Filsafat Politik, Fakultas Filsafat Unika Widya Mandala, Surabaya, sedang belajar di München, Jerman

Krisis akal sehat bagaikan kanker yang menggerogoti sendi-sendi kehidupan bangsa kita sekarang ini. Di berbagai bidang, kita bisa langsung menemukan beragam keputusan-keputusan konyol yang, sayangnya, dapat mempengaruhi kehidupan ratusan ribu orang. Politik yang digerogoti korupsi, karena para pejabatnya kehilangan akal sehat mereka, dan hanyut di dalam terkaman uang maupun kuasa sesaat. Produk Undang-undang, yang nantinya menentukan hidup begitu banyak orang, lahir dari kedangkalan berpikir, prasangka kultural yang begitu jelek, serta ketidakmampuan membedakan urusan publik dan urusan pribadi.

Bidang pendidikan, yang merupakan kunci kemajuan bangsa, terperosok kembali menjadi proses penghasil robot yang tak berpikir, dan pandai memuntahkan pendapat orang lain. Akibatnya, tingkat kemampuan sumber daya manusia secara umum nyaris tak mampu bersaing di tingkat global. Ketika ini terjadi, bangsa kita akan terjebak menjadi pemakai ulung dari hasil pikiran maupun produk bangsa lain, serta tak mampu menjadi pencipta ide ataupun barang yang bisa membuat dunia menjadi tempat yang lebih baik. Hasilnya, kita akan semakin miskin, dan dengan kemiskinan, beragam masalah sosial lainnya, seperti kriminalitas dan konflik sosial, pun akan bertumbuh dengan subur.

Akar dari semua masalah ini, pada hemat saya, adalah krisis akal sehat yang membuat kita tak lagi mampu berpikir jernih, serta semakin hanyut di dalam ketakutan serta kebodohan setiap harinya. Akal sehat kita dirampas oleh situasi, dan membuatnya tumpul, bahkan mungkin lenyap. Ketika akal sehat hilang, maka krisis-krisis lainnya pun tampil di depan mata, mulai dari krisis ekonomi, krisis moral politik, sampai dengan krisis kepribadian. Hidup bersama maupun hidup pribadi pun akan selalu berada di ambang kehancuran. Lanjutkan membaca Para Perampas Akal Sehat