Pembusukan Kolosal

bhagwad.com

Kompas, Selasa,
28 Juni 2011

Oleh B Herry Priyono

Korupsi bukan hanya pencurian dan penggelapan uang negara, melainkan juga pembusukan kehidupan bersama. Rupanya itulah yang menggerakkan Kompas belakangan ini menurunkan banyak laporan utama mengenai ”kerusakan moral” hidup berbangsa.

Istilah bisa berubah, tetapi intinya sama: pembusukan pada skala kolosal. Korupsi sebagai pencurian uang negara hanya salah satu bagian. Pengertian korupsi sebatas ciri finansial-ekonomistik ini biasanya tanda masyarakat yang begitu rusak oleh pembusukan pada tingkat yang sangat ganas. Justru karena sangat ganas, langkah kalap koreksi terpaksa hanya berkutat pada aspek material, finansial, dan tolok ukur uang. Lanjutkan membaca Pembusukan Kolosal

Kita (2011)

wordpress.com

Oleh Reza A.A Wattimena

(Seluruh kerangka analisis tulisan ini diinspirasikan dari Martin James, The Jesuit Guide to (Almost) Everthing, Harper Collins, New York, 2010, hal. 183-185. Saya mengembangkan analisis Martin tersebut untuk konteks masyarakat kita.)

Kita hidup dalam masyarakat yang amat individualistik. Setiap orang mengejar kepentingan pribadinya, dan seolah tak terlalu peduli dengan kepentingan bersama. Kita hidup dalam masyarakat yang amat kompetitif; setiap orang mengurus dirinya sendiri, titik.

Memang mengejar kepentingan pribadi juga tidak salah. Bahkan dapat dengan lugas dikatakan, bahwa pengejaran kepentingan pribadi adalah esensi dari kapitalisme. Dan kita semua tahu, kapitalisme, lepas dari segala kekurangannya, adalah sistem terbaik yang dikenal umat manusia dalam hal produksi dan distribusi barang maupun jasa. Lanjutkan membaca Kita (2011)