Pungli: Dari Preman Kramat Jati sampai Menteri

Pinterest

Oleh Reza A.A Wattimena

Dosen Hubungan Internasional, Universitas Presiden, Cikarang

Bukan salahnya, jika ia lahir di keluarga kaya. Seluruh desa tahu, bahwa ia anak orang kaya, termasuk guru-guru sekolahnya. Akibat reputasi tersebut, ia lalu sering dimintai “bantuan” oleh guru-guru sekolahnya, mulai dari membeli AC untuk ruang guru, parsel pribadi untuk Natalan atau Lebaran, sampai dengan membantu renovasi rumah pribadi sang guru, baik dengan bantuan uang, maupun barang. Jika ia menolak, maka nilai ujiannya akan menjadi korban.

Peristiwa serupa juga dialami para pedagang Kramat Jati. Setiap malam, mereka dimintai uang keamanan oleh preman setempat. Jika mereka menolak bayar, maka barang dagangan mereka akan tidak aman. Yang lebih mengerikan, para preman liar tersebut bekerja sama dengan para penegak hukum. “Ini sistem bagi hasil”, katanya. Lanjutkan membaca Pungli: Dari Preman Kramat Jati sampai Menteri

Mengurai Epistemologi Koruptor

7340723_happy-75th-birthday-hayao-miyazaki_tfe704e5c
rackcdn.com

Oleh Reza A.A Wattimena

Dosen di Unika Widya Mandala Surabaya, Doktor Filsafat dari Universitas Filsafat Muenchen, Jerman

Mantan Rektor Universitas Airlangga Surabaya, Fasichul Lisan, kini ditetapkan sebagai tersangka korupsi oleh KPK terkait dengan pendirian RS Unair. Bukti-bukti sudah mencukupi untuk menetapkan dia sebagai tersangka. Tentu saja, asas praduga tak bersalah tetap harus dipegang. Orang harus dianggap tak bersalah, sampai ia sungguh terbukti sebaliknya.

Lepas dari apa yang sesungguhnya terjadi, pertanyaan mendasar, tentang mengapa orang korupsi, tetap menarik perhatian banyak kalangan. Ini terjadi tidak hanya di Indonesia, tetapi juga di banyak negara lainnya. Masalahnya bukan adanya korupsi, tetapi tingkat korupsi yang mengkhawatirkan, sehingga menghambat seluruh proses pembangunan lainnya. Proses perluasan pendidikan, fasilitas kesehatan dan pengentasan kemiskinan menjadi terhambat, akibat tingkat korupsi yang amat besar. Lanjutkan membaca Mengurai Epistemologi Koruptor