Emosi dan Pengampunan

Rate-P

Oleh Reza A.A Wattimena

Peneliti, Tinggal di Jakarta

Para pengendara di Jakarta pasti pernah mengalami gejolak emosi yang kuat. Cuaca yang panas datang berbarengan dengan macetnya jalan raya. Ini semua ditambah dengan perilaku para pengendara yang kerap kali tidak patuh aturan, dan mau seenaknya sendiri. Gejolak rasa marah memang telah menjadi sahabat akrab para pengendara Jakarta.

Gejolak emosi yang kuat juga kerap kali muncul, ketika kita berhadapan dengan keluarga di rumah. Fakta hubungan darah tidak mengurangi dorongan untuk marah, ketika berhadapan dengan anggota keluarga yang menyebalkan, seperti anak yang sulit diatur, sampai suami atau istri yang tidak menjalankan fungsi sosialnya di dalam keluarga. Gejolak emosi marah biasanya bermuara pada tindakan ataupun kata-kata kasar yang justru memperkeruh suasana. Yang paling buruk, keluarga tersebut bisa pecah. Lanjutkan membaca Emosi dan Pengampunan

Filsafat tentang Kesehatan

inquisitr.com
inquisitr.com

Oleh Reza A.A Wattimena

Ketika merayakan hari lahir, banyak orang mendoakan, supaya kita selalu sehat. Kita pun mendoakan hal yang sama, ketika orang lain merayakan hari lahirnya. Di titik ini, kita bisa melihat, bagaimana kesehatan menjadi nilai yang penting dalam hidup manusia. Hal ini bisa diamati di berbagai peradaban, tidak hanya di Indonesia.

Kesehatan lalu disamakan dengan kebahagiaan. Orang tidak bisa bahagia, jika ia tidak sehat. Untuk menjadi sehat, orang juga perlu untuk menata pikiran dan pola hidupnya dengan pikiran-pikiran yang baik, yakni dengan kebahagiaan. Ada kaitan yang bersifat timbal balik dan amat erat antara kesehatan dan kebahagiaan.

Dipersempit

Namun, kita juga hidup di dalam masyarakat yang mempersempit arti kesehatan. Sadar atau tidak, kita hanya melihat kesehatan dalam arti kesehatan fisik semata. Banyak orang sibuk berolah raga dan makan makanan yang bergizi, supaya sehat. Yang banyak terjadi kemudian adalah, orang bisa berpenampilan ganteng, bertubuh indah, dan kelihatan keren, walaupun hidupnya sedih dan merana. Ini sebenarnya sama sekali tidak sehat. Lanjutkan membaca Filsafat tentang Kesehatan