Memahami Hukum-hukum Kehidupan

9b8b883b951611d659a263c66e1dd7b8
pinterest

Oleh Reza A.A Wattimena

Siapa yang tidak kesal, ketika menyaksikan pengendara yang begitu ceroboh di jalan raya, dan sama sekali tidak peduli pada peraturan lalu lintas? Siapa yang tidak marah, ketika menyaksikan para penegak hukum di Indonesia justru menjadi pelaku pelanggaran hukum, dan tidak ada seorang pun yang berani menindaknya?

Padahal, banyak peraturan dibuat untuk menata hidup manusia, supaya damai dan aman. Ketika peraturan tersebut dilanggar, yang menderita bukan hanya si pelanggar, tetapi juga orang-orang di sekitarnya.

Kegagalan untuk mematuhi prinsip-prinsip hidup bersama berakar pada ketidaktahuan, atau tiadanya perspektif. Ketika orang gagal menjalankan prinsip-prinsip hidup bersama, maka konflik akan menjadi buahnya.

Pentingnya Perspektif

Pemahaman akan perspektif melibatkan tiga hal. Pertama, orang memahami hukum sebab akibat yang bekerja di dalam kenyataan. Lanjutkan membaca Memahami Hukum-hukum Kehidupan

Menjadi Manusia Reflektif

htb1dmcwjxxxxxa8xfxxq6xxfxxxw
aliexpress.com

Oleh Reza A.A Wattimena

Pendiri Program “Sudut Pandang” (www.rumahfilsafat.com)

Kutipan ini kiranya perlu untuk kita resapi bersama: „Hidup yang tidak direfleksikan (diperiksa) tidaklah layak dijalani.“ Begitu kata Sokrates, pemikir asal Yunani, lebih dari dua ribu tahun yang lalu. Hidup yang tidak direfleksikan berarti hidup seperti robot yang otomatis dan tanpa makna.

Di Indonesia, ketika mendengar kata “refleksi”, orang langsung berpikir tentang pijat refleksi. Ini berarti memijat titik-titik tertentu di telapak kaki, supaya orang bisa merasa lebih segar. Bukan refleksi semacam itu yang dimaksud disini. Refleksi, dalam arti sesungguhnya, adalah belajar dari apa yang sudah dilalui sebelumnya. Lanjutkan membaca Menjadi Manusia Reflektif