Jangan Mengejar Bayangan

Craig Cree Stone

Oleh Reza A.A Wattimena

Peneliti, Tinggal di Jakarta

Apakah anda tahu salah satu lagu dari Anggun C. Sasmi yang berjudul Bayang-bayang Ilusi? Begini bunyi liriknya, “Haruskah ku hidup dalam angan anggan. Meregu ribuan impian. Haruskah ku lari dan terus berlari. Kejar bayang-bayang ilusi. Bayangan ilusi. Hanya fantasi. Bayangan ilusi.”

Lagu ini pernah menjadi hits di Indonesia pada awal tahun 1990-an lalu. Saya tergoda untuk menanggapi pertanyaan di lagu tersebut. Haruskah kita hidup dalam angan-angan dan bayangan ilusi? Jawabannya jelas: tidak. Lanjutkan membaca Jangan Mengejar Bayangan

Emosi dan Pengampunan

Rate-P

Oleh Reza A.A Wattimena

Peneliti, Tinggal di Jakarta

Para pengendara di Jakarta pasti pernah mengalami gejolak emosi yang kuat. Cuaca yang panas datang berbarengan dengan macetnya jalan raya. Ini semua ditambah dengan perilaku para pengendara yang kerap kali tidak patuh aturan, dan mau seenaknya sendiri. Gejolak rasa marah memang telah menjadi sahabat akrab para pengendara Jakarta.

Gejolak emosi yang kuat juga kerap kali muncul, ketika kita berhadapan dengan keluarga di rumah. Fakta hubungan darah tidak mengurangi dorongan untuk marah, ketika berhadapan dengan anggota keluarga yang menyebalkan, seperti anak yang sulit diatur, sampai suami atau istri yang tidak menjalankan fungsi sosialnya di dalam keluarga. Gejolak emosi marah biasanya bermuara pada tindakan ataupun kata-kata kasar yang justru memperkeruh suasana. Yang paling buruk, keluarga tersebut bisa pecah. Lanjutkan membaca Emosi dan Pengampunan