Filsafat dan Kemandirian Berpikir

naoto-hattori_surrealistic-painting_surrealism_contemporary-art_beautiful-bizarre_081

beautifulbizarre.net

Oleh Reza A.A Wattimena

Kepalanya botak. Sisa rambutnya sudah putih semua. Sorot matanya tajam. Suaranya berwibawa, dan ia berbicara secara perlahan, sambil menyusun konsep-konsep yang tercecer di dalam pikirannya.

Namanya adalah Godehard Brüntrup. Ia adalah Professor Filsafat di Universitas Filsafat München, Jerman. Ia sedang diwawancarai oleh salah satu stasiun televisi Jerman. Temanya adalah soal peran filsafat untuk perkembangan pendidikan di Jerman dewasa ini. Baca lebih lanjut

Penderitaan dan Peradaban

186092_x089a

artmajeur.com

Oleh Reza A.A Wattimena

Lebih dari enam botol bir menemani percakapan kami. Sudah hampir semalam suntuk, kami berbincang. Kawan saya, yang berasal dari Jerman, bercerita, bagaimana ia terjebak di dalam cinta segita: jatuh cinta dengan orang yang sudah menikah, dan bahkan punya anak. Kisahnya penuh derita, mirip telenovela, namun nyata.

Sejenak, saya bertanya, “Mengapa kamu tidak pergi, dan melanjutkan hidupmu?” Pertanyaan tersebut tampak menghentaknya. Setitik air mata terlihat menggenang, entah karena sedih, atau karena alkohol. Setelah terdiam sesaat, ia menjawab, “Saya mencintainya. Semua penderitaan yang saya rasakan akan terbayar, jika saya bisa bersamanya. Saya akan terus berjuang, walaupun luka dan derita datang menghadang.” Baca lebih lanjut