Hidup yang Terbalik

timedotcom
timedotcom

Oleh Reza A.A Wattimena

Dosen di Fakultas Filsafat Unika Widya Mandala Surabaya, sedang di München, Jerman

Banyak orang kini menjalani hidup yang terbalik. Apa yang buruk dikiranya sebagai baik, dan apa yang baik kini dianggap sebagai sesuatu yang aneh, bahkan jahat. Gejala ini tersebar di berbagai bidang kehidupan, mulai dari politik sampai dengan keluarga. Apa yang sebenarnya terjadi, dan bagaimana kita menyingkapinya?

Hidup yang Terbalik

Banyak orang merasa dirinya hidup. Mereka bangun pagi, bekerja, makan lalu tidur. Seumur hidupnya, mereka mengikuti apa kata orang, yakni apa yang diinginkan masyarakatnya untuk dirinya. Mereka memang hidup, tetapi tidak sungguh-sungguh hidup, karena terus tunduk pada dunia di luar dirinya.

Mereka berbuat sesuatu, karena masyarakat menginginkannya. Mereka menolak untuk hidup dalam kebebasan, karena itu menakutkan. Orang-orang ini menjalani hidup-yang-bukan-hidup. Mereka hidup, namun sebenarnya sudah mati. Lanjutkan membaca Hidup yang Terbalik

Iklan

Lotus di Medan Perang

skcdn6.successkata.com
skcdn6.successkata.com

Oleh Reza A.A Wattimena

Dosen di Fakultas Filsafat Unika Widya Mandala, Surabaya

Siapa yang tidak kenal dengan Nelson Mandela? Dialah pemimpin Afrika Selatan, setelah keluar dari kegelapan politik Apartheid yang membelah negara itu, hampir sepanjang abad 20 lalu. Lebih dari dua puluh lima tahun, ia hidup dalam tahanan, karena menentang pembedaan sosial antara orang-orang berkulit putih dan orang-orang berkulit hitam di Afrika Selatan. Yang menakjubkan dari hidupnya adalah, walaupun mengalami kesulitan begitu berat dan begitu lama, ia tetap bisa mengampuni musuh-musuhnya, dan menciptakan perdamaian bagi Afrika Selatan yang baru.

Siapa juga yang tidak kenal dengan Mahatma Gandhi? Ia memimpin revolusi kemerdekaan India dari Kerajaan Inggris. Filsafat yang ia gunakan adalah sikap tanpa kekerasan. Ia juga hidup dalam tahanan untuk jangka waktu lama. Lepas dari penderitaan dan kesulitan yang ia hadapi, ia mampu menanggapi semuanya dengan ketulusan dan ketabahan yang menjadi dasar dari perdamaian.

Siapa yang tidak pernah mendengar Dalai Lama, pimpinan religius asal Tibet? Nama aslinya adalah Tenzin Gyatso. Sebagai pemimpin agama dan juga pemimpin politik Tibet, ia kini hidup dalam pengasingan, karena Pemerintah Cina kini menguasai Tibet. Ia harus menyaksikan ribuan temannya dibunuh tentara Cina. Ia juga harus melihat hancurnya ribuan kuil Buddha di Tibet. Lepas dari penderitaannya tersebut, ia tetap menjadi pribadi yang damai, cerdas dan memberikan kebahagiaan bagi semua orang. Ia bahkan kini menjadi salah satu tokoh terbesar perdamaian dunia. Lanjutkan membaca Lotus di Medan Perang