Thich Nhat Hanh tentang Spiritualitas dan Perdamaian Dunia

WhatsApp Image 2022-02-22 at 08.01.59MENGKAJI PEMIKIRAN THICH NHAT HANH TENTANG SPIRITUALITAS DAN PERDAMAIAN DUNIA

Bersama Dr Reza Wattimena

Rabu, 23 Pebruari 2023

Pukul 19.00 – 21.00 WIB

Link: s.id/Esoterika23

Thích Nhất Hạnh  (11 Oktober 1926 – 22 Januari 2022) adalah seorang biksu Buddhisme Zen, penulis, penyair, dan aktivis perdamaian dan HAM, yang berasal dari Vietnam. Ia tinggal di Biara Desa Prem di wilayah Dordogne di Prancis Selatan. Puluhan tahun ia telah bepergian secara internasional untuk memberikan retret dan berbicara tentang pentingnya membangun petdamaian dunia.

Thich Nhat Hanh telah menerbitkan lebih dari 100 buku. Sampai menjelang wafatnya, ia terus aktif dalam gerakan perdamaian, dan mempromosikan solusi nirkekerasan dalam konflik.

Sejak perjalanannya ke dunia barat dan aktivitas menyerukan perdamaian, dan anti terhadap perang Vietnam,  dan  menolak berpihak pada salah satu blok (komunis maupun anti komunis), ia diasingkan oleh pemerintah Vietnam sejak lama. Thay baru diizinkan pulang ke Vietnam pada tahun 2005 dan 2007.

Sejak pengasingan itu, Thay begitu panggilan akrabnya, kemudian mendirikan melahirkan pusat retret seni hidup berkesadaran (mindfulness) yang bertempat di daerah Dordogne, Prancis Selatan, bernama Desa Prem. Tempat yang kemudian  rumahnya. Sejak itu ia terus berkunjung ke komunitas internasional untuk memberikan ceramah dan retret. Termasuk ke Indonesia.

Thay juga yang merupakan inisiator istilah Engaged Buddhism (ajaran agama Buddha yang aktif terjun ke berbagai aspek kehidupan). Sampai wafatnya Januari 2022 lalu, Thay terus aktif berkarya dalam pergerakan perdamaian dunia. Ia berulang kali memberi pidato untuk mendesak negara-negara yang terlibat dalam pertikaian untuk berhenti berperang dan menjadikan nirkekerasan sebagai solusi bagi berbagai sengketa.

Pada tahun 2005 dan 2007, ia memimpin “Perjalanan Perdamaian” di Los Angeles, dihadiri oleh ribuan orang untuk memberi dukungan kepada para biksu yang sedang melakukan demonstrasi melawan otoritarianisme di Myanmar. Ia juga dianugerahi “Courage of Conscience” pada tanggal 16 Juni 1991. Selain memberi bimbingan retret, ia juga tur ke berbagai negara Eropa, Amerika, dan Asia untuk berbagi seni hidup berkesadaran.

Diterbitkan oleh

Reza A.A Wattimena

Peneliti di bidang Filsafat Politik, Filsafat Ilmu dan Kebijaksanaan Timur. Alumni Sekolah Tinggi Filsafat Driyarkara Jakarta, Doktor Filsafat dari Hochschule für Philosophie München, Philosophische Fakultät SJ München, Jerman. Beberapa karyanya: Menjadi Pemimpin Sejati (2012), Filsafat Anti Korupsi (2012), Tentang Manusia (2016), Filsafat dan Sains (2008), Zen dan Jalan Pembebasan (2017-2018), Melampaui Negara Hukum Klasik (2007), Demokrasi: Dasar dan Tantangannya (2016), Bahagia, Kenapa Tidak? (2015), Cosmopolitanism in International Relations (2018), Protopia Philosophia (2019), Memahami Hubungan Internasional Kontemporer (20019), Mendidik Manusia (2020), Untuk Semua yang Beragama (2020), Terjatuh Lalu Terbang (2020), Urban Zen (2021), Revolusi Pendidikan (2022) dan berbagai karya lainnya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.