Jurnal Filsafat WIWEKA
Karya Mahasiswa Fakultas Filsafat
UNIKA Widya Mandala Surabaya
ISSN: 2252-5025
Jurnal WIWEKA memiliki cita-cita untuk menjadi wadah yang bermutu bagi orang-orang yang mempunyai hasrat untuk berpikir dan mengolah seluruh kemampuan budinya, yang otentik, analitis dan kritis secara filosofis dalam memahami dan merefleksikan realitas dunia.
Isi:
1. Kajian Kosmologi Menurut Aurelius Agustinus dalam Confessiones
2. Kajian Moral Menurut Aurelius Agustinus dalam Confessiones
3. Tindakan Manusia menurut Ajaran Zen
4. Perjalanan Bangsa Indonesia menurut Teori Siklus Sejarah Oswald Spengler
5. Kode Etik Profesi Sebagai Parameter dan Faktor Pendukung Kemajuan Bersama
6. Kajian atas Hukum Kodrat Thomas Aquinas
7. Perbandingan Konsep Imamat dan Pandhita dalam Budaya Jawa
Bisa didapatkan di Fakultas Filsafat UNIKA Widya Mandala Surabaya, atau versi sederhananya bisa diunduh di SINI
Telp. 088804858799
———————————————————————————————————————————-
Buku Filsafat Terbaru:
Filsafat Pra Skolastik Eropa
Pengenalan Singkat Sejarah Filsafat Abad Pertengahan
ISBN: 978-602-19758-7-9
Tulisan:
Ramon Nadres
Dr. Ramon Antonio Eguia Nadres lahir die Quezon City, Filipina. Ia meraih gelar sarjana di bidang Zoologi pada 1981 di University of the Philippines. Ia kemudian menyelesaikan studi sarjana di bidang filsafat dari Pontifical University of the Holy Cross di Roma pada 1987. Ia mendapatkan gelar Licentiate in Philosophy dari Universitas Navarre di Pamplona, Spanyol, pada 1998. Pada 2009 ia berhasil mempertahankan disertasi doktoral dengan judul La Memoria en Santo Tomás de Aquino: Fuentes y Originalidad di universitas yang sama. Saat ini ia bekerja sebagai dosen di Fakultas Filsafat Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya, Indonesia.
“Buku ini adalah suatu usaha awal untuk menyediakan buku teks untuk Filsafat Pra-Skolastik bagi mahasiswa di Fakultas Filsafat UNIKA Widya Mandala Surabaya. Harapannya, dengan berlalunya waktu dan masukan dari mahasiswa maupun pembaca, kami dapat mengembangkan teks ini, sehingga bisa semakin berguna untuk semua orang.” (Ramon Nadres)
Bisa didapatkan di Fakultas Filsafat UNIKA Widya Mandala Surabaya: 088804858799
————————————————————————————————————————-
Jurnal Filsafat Areté
Fakultas Filsafat UNIKA Widya Mandala Surabaya
Volume 01- Nomor 01 – Februari 2012
ISSN: 2089-7804
Kata Areté dalam bahasa Yunani yang berarti excellence, diinspirasikan dari filsafat Plato. Dalam bahasa Indonesia, Areté merujuk pada kata keutamaan. Manusia yang bisa meraih excellence dalam hidupnya adalah manusia yang mampu menjadi manusia utama. Sejauh pemikiran filosofis Plato, menjadi manusia utama adalah bagian dari olah jiwa, terutama dengan kemampuan rasio manusia, agar dengan demikian manusia mencapai kebahagiaan.
Jurnal ilmiah ini mengambil nama Areté. Sesuai dengan arti yang dimaksudkan oleh kata tersebut, jurnal ini diharapkan menjadi sarana bagi para pembaca maupun penulisnya untuk proses olah jiwa dan olah pikir agar menjadi manusia yang utama, yang bijaksana. Visi jurnal ini adalah mengembangkan manusia- manusia yang berkehendak baik untuk mengejar dan meraih kebijaksanaan di dalam hidupnya melalui keberanian untuk mengolah jiwa dan daya pikirnya, untuk lebih jauh merefleksikan gerak kehidupan riil. Kemauan menjadi manusia utama melalui olah jiwa dan refleksi akal budi merupakan suatu keberanian dalam dunia modern ini karena kehidupan modern acapkali “jatuh dalam hiruk-pikuk doxa( opinion)“ dan cenderung hanya berkutat pada kedangkalan yang semu. Dalam tradisi filsafat Plato, dunia ini memang hanyalah semu semata. Yang sejati adalah Idea Yang Baik, darimana segala yang maya atau semu di dunia ini menemukan sumber kesejatiannya.
Download di link berikut: Jurnal Filsafat Arete
==============================================================
Artikel Terbaru: Penelitian Ilmiah dan Martabat Manusia (Majalah Basis, Yogyakarta)
Oleh Reza A.A Wattimena
Fakultas Filsafat, UNIKA Widya Mandala, Surabaya
Yang kita perlukan sekarang ini adalah jiwa peneliti militan. Bagi mereka penelitian adalah hidup itu sendiri. Penelitian itu nikmat dan berharga pada dirinya sendiri. Entah ada dana atau tidak, ada hibah atau tidak, ada yang memesan atau tidak, ada poin atau tidak, mereka tetap meneliti.. meneliti… meneliti.. tanpa henti.
Hati kita boleh patah, jika mulai berbicara tentang dunia penelitian dan pengembangan ilmu pengetahuan di Indonesia. Pada saat ini berdasarkan data olahan dari SCImago Lab, Indonesia menduduki peringkat 65 dengan jumlah publikasi penelitian ilmiah 12.871.(Wahid, 2011) Bandingkan dengan misalnya Amerika Serikat yang sejak 1996-2010 telah menghasilkan lebih dari lima juta publikasi penelitian ilmiah. Tak heran universitas-universitas di AS sampai kini masih memegang peringkat teratas menurut QS University Rankings (www.topuniversities.com).
Mungkin terlalu jauh jika kita membandingkan diri dengan AS. Mari kita lihat negara tetangga kita, yakni Singapura dan Malaysia. Sampai saat ini Malaysia menduduki peringkat 43 dunia dengan jumlah 53.691 publikasi penelitian ilmiah. Sementara Singapura menduduki posisi 32 dunia dengan jumlah 108.522 publikasi penelitian ilmiah. Menyimak data-data ini, tentunya kita perlu segera melakukan refleksi diri secara mendalam tentang dunia penelitian dan publikasi ilmiah di Indonesia.
Sebagaimana dicermati oleh Fathul Wahid, ada sedikit harapan, yakni meningkatnya jumlah publikasi penelitian ilmiah di Indonesia, mulai dari 1996-2010. Ia mencatat sebagai berikut. Pada 1996 terdapat 512 artikel publikasi penelitian ilmiah. Sementara pada 2010 jumlah tersebut meningkat menjadi 1.925 artikel. Ada peningkatan total 275 persen, walaupun tetap belum cukup bersaing dengan dua negara tetangga kita, Singapura (meningkat 379 persen) dan Malaysia (meningkat 1.301 persen). Untuk sekedar catatan di antara negara-negara Asia, saat ini, Indonesia menduduki peringkat 11 dari 33 negara, sedikit diatas Vietnam dan Bangladesh, namun cukup sejajar dengan Filipina.
Data di atas masih berbicara tentang jumlah, dan belum tentang kualitas penelitian. Tentunya membaca data-data tersebut terselip sebuah harapan sederhana, yakni terbentuknya generasi baru peneliti bangsa ini yang mempunyai habitus (kebiasaan yang tertanam di dalam gugus berpikir dan tindakan) baru, di mana para peneliti secara berkelanjutan(kuantitas)mencari kebenaran (truth seeking) sesuai bidangnya masing-masing, dan, dengan demikian, mengangkat harkat dan martabat manusia (human dignity) Indonesia ke tempat yang luhur (kualitas). (Koesoma, 2011)
Selanjutnya bisa dilihat di Majalah Basis tebaru. (akhir 2011)
———————————————————————————————————————————
Buku Filsafat Terbaru: Penelitian Ilmiah dan Martabat Manusia
Oleh Reza A.A Wattimena
Tujuan diterbitkan dan dipublikasikannya buku ini adalah untuk membantu para peneliti dan ilmuwan, supaya bisa mendapatkan cara berpikir yang lebih tepat di dalam memilih dan mengolah metode yang paling pas untuk melakukan penelitian mereka. Dengan kata lain buku ini ingin menawarkan alternatif cara berpikir di dalam melakukan penelitian ilmiah, baik dalam konteks ilmu-ilmu alam maupun ilmu-ilmu sosial. Pada hemat saya belum ada buku di Indonesia yang mencoba untuk melakukan hal ini secara fokus. Inilah yang saya anggap sebagai nilai “kebaruan” dari buku ini untuk masyarakat Indonesia.
Secara khusus buku ini ditujukan bagi para peneliti dan ilmuwan di berbagai bidang ilmu di Indonesia. Secara umum buku ini ditujukan untuk para mahasiswa yang akan menjadi calon peneliti dan ilmuwan masa depan, maupun pada masyarakat luas yang memiliki minat pada perkembangan penelitian dan ilmu pengetahuan di Indonesia. Harapan saya sederhana supaya kegiatan penelitian di Indonesia bisa sungguh relevan untuk mencerahkan dan memperbaiki kualitas kehidupan masyarakat secara umum, dan bukan hanya sekedar “onani” intelektual belaka.
Buku bisa didapatkan di sini. Ada perlu mendaftar dulu untuk mendapatkannya.
Publisher: Evolitera
Number of Pages: 103
Language: Indonesia
Release Date: 12/10/2011
ISBN: 978-602-9097-15-3
======================================================================
Buku Filsafat Terbaru: Filsafat Politik untuk Indonesia
Dari Pemikiran Plato, Edmund Husserl, Charles Taylor, sampai Slavoj Žižek
Buku ini berawal dari hasil kuliah filsafat politik yang diselenggarakan di Fakultas Filsafat UNIKA Widya Mandala, Surabaya pada semester genap 2011. Maka buku ini bisa digunakan sebagai bahan ajar resmi mata kuliah filsafat politik, terutama filsafat politik untuk konteks Indonesia. Namun di sisi lain, buku ini tidak semata merupakan bahan ajar mata kuliah filsafat politik, tetapi juga bisa menjadi panduan bagi orang-orang yang peduli pada situasi politik Indonesia, maupun para pembuat kebijakan di Indonesia. Sejauh saya tahu belum ada buku filsafat politik dengan pendekatan spesifik konteks Indonesia. Buku ini ingin memenuhi kebutuhan itu.
Yang perlu disadari adalah, bahwa filsafat politik merupakan harta karun yang amat berharga untuk perkembangan bangsa Indonesia. Filsafat politik memberikan kita cara pandang di dalam bersikap dan membuat keputusan, terutama di tengah situasi yang semakin rumit dewasa ini. Buku ini dihadirkan sebagai ajakan bagi kita semua untuk memperluas wawasan dan horison berpikir kita di dalam hidup berbangsa. Semoga ajakan ini tidak bertepuk sebelah tangan. ***
Editor dan Penulis: Reza A.A Wattimena bersama Mahasiswa Fakultas Filsafat UNIKA Widya Mandala, Surabaya
Halaman: 194 hal.
ISBN: 978-602-9266-28-3
Dapat diperoleh di Fakultas Filsafat UNIKA Widya Mandala Surabaya, dan Toko Buku Togamas Surabaya dan Malang.
====================================================================================
Oleh Reza A.A Wattimena
Saat ini Indonesia tengah mengalami krisis kepemimpinan. Di berbagai
sektor kehidupan sangat sulit dijumpai seorang pimpinan yang bisa sungguh mengarahkan organisasi yang dipimpinnya untuk mencapai kegemilangan secara manusiawi. Yang banyak ditemukan adalah pemimpin yang permisif. Mereka mencari popularitas dengan bersikap ramah dan baik, namun tidak memiliki ketegasan untuk membuat keputusan. Akibatnya organisasi menjadi tidak memiliki arah yang jelas, dan ketidakpastian menghantui aktivitas organisasi tersebut. Dalam hal ini negara dan masyarakat bisa dipandang sebagai sebuah organisasi yang, juga, mengalami krisis kepemimpinan.
Juga jamak ditemukan seorang pemimpin yang bersikap otoriter terhadap pihak-pihak yang dipimpinnya. Ia memimpin tidak dengan persuasi dan argumentasi, melainkan dengan arogansi dan, jika perlu, kekerasan fisik. Kepemimpinan dengan pola semacam ini bisa ditemukan mulai dari organisasi adat, agama, sampai dengan birokrasi bisnis modern, seperti di kantor. Motivasi sang pimpinan adalah mencapai kegemilangan organisasi dengan menekan para pekerja, sehingga mereka bisa memeras tenaga dan pikiran demi kepentingan organisasi. Ironisnya tujuan tersebut (kegemilangan) tidak akan pernah tercapai. Ini juga merupakan satu bentuk krisis kepemimpinan.
Dewasa ini suatu organisasi, sama juga seperti masyarakat, terdiri dari banyak orang yang memiliki latar belakang yang begitu beragam. Di dalam teori-teori sosial, keberagaman latar belakang ini disebut juga sebagai masyarakat atau organisasi multikultur. Pola kepemimpinan yang cukup tepat digunakan untuk menata organisasi ini pun juga khas. Yang pasti pola kepemimpinan permisif dan otoriter yang sudah disinggung sebelumnya sama sekali tidak tepat untuk menata organisasi multikultur. Yang diperlukan adalah pola kepemimpinan multikultur, yakni kepemimpinan yang sungguh mengakui dan mengembangkan berbagai kultur dari pihak-pihak yang dipimpin. Pengakuan dan pengembangan kultur menuntut pengetahuan yang mendalam terhadap beragam kultur yang ada di masyarakat. Untuk itu seorang pemimpin perlu untuk belajar sejarah dan memahami ingatan kolektif pihak-pihak yang dipimpinnya.
Di dalam tulisan ini, saya ingin mengajukan argumen, bahwa kepemimpinan multikultur haruslah berpijak pada pengetahuan dan pemahaman akan ingatan kolektif yang tepat dari pihak-pihak terkait. Ada dua konsep dasar yang perlu diperjelas terlebih dahulu, yakni kepemimpinan multikultur dan ingatan kolektif. Untuk itu saya akan membagi tulisan ini ke dalam tiga bagian. Awalnya saya akan menjabarkan makna dari kepemimpinan (leadership), terutama kepemimpinan multikultur (1). Pada bagian berikutnya saya akan menjabarkan makna dari konsep ingatan kolektif (2). Kemudian saya akan mencoba merumuskan sintesis teoritis dan praktis antara konsep kepemimpinan multikultur dan konsep ingatan kolektif. Bagian ini juga merupakan kesimpulan dari seluruh tulisan ini (3). Sebagai acuan utama saya menggunakan penelitian Zaleznik, Bordas, dan Assmann tentang kepemimpinan multikultur dan ingatan kolektif.
Baca Lanjutannya di Majalah Basis Terbaru no. 07-08, tahun 60, 2011
————————————————————————————————————————————————————
Buku Filsafat: Bapa-Bapa Gereja Berfilsafat
Dekan Fakultas Filsafat, UNIKA Widya Mandala, Surabaya
Buku yang akan Anda baca ini, Bapa-Bapa Gereja Berfilsafat, lahir dari materi kuliah Sejarah Filsafat Abad Pertengahan, terutama zaman Patristik yang penulis berikan mulai tahun 2010 sampai sekarang di Fakultas Filsafat Unika Widya Mandala Surabaya. Dengan meningkatnya minat terhadap filsafat Abad Pertengahan, hadirnya buku referensi yang dapat menghubungkan pemikiran para pemikir zaman Patristik, dalam hal ini Bapa-Bapa Gereja, sangatlah diharapkan, khususnya tentang penafsiran para Bapa Gereja yang sangat berharga mengenai pokok iman (Tritunggal). Entah mengapa buku referensi filsafat para Bapa Gereja sangat minim di pustaka filsafat Indonesia. Hadirnya buku ini merupakan upaya untuk menambah referensi filsafat abad pertengahan, khususnya Bapa Gereja di bumi kita ini.
Buku ini bisa didapatkan di toko buku Togamas Surabaya dan Malang, serta di Fakultas Filsafat UNIKA Widya Mandala, Surabaya.
Cuplikan buku ini dapat dilihat di Bapa-bapa Gereja Berfilsafat
————————————————————————————————————————————————————
Etika Komunikasi Politik
Buku ini adalah ajakan untuk membangun komunikasi politik yang berkualitas, sehingga mampu membangun kehidupan bersama yang cerdas, sejahtera, berdasarkan pada kemerdekaan dan perdamaian abadi. Saya menulis satu artikel di dalam buku ini. Editor
buku ini adalah kolega saya di Universitas Atma Jaya, Jakarta, yakni Prof. Alois Agus Nugroho. Buku ini bisa didapatkan di Pusat Pengembangan Etika, Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya, Jakarta. (Reza A.A Wattimena)
ISBN: 978-602-8904-07-0
———————————————————————————————————-
Filsafat Kata
Oleh Reza A.A Wattimena
Filsafat tak dapat lepas dari kata. Di dalam berpikir dan membangun konsep yang jelas dan kritis, orang senantiasa berpelukan dengan kata. Di dalam menulis dan menyebarkan pemikiran, orang bergandengan tangan dengan kata. Aku berkata-kata maka aku ada.Di dalam buku ini, penulis akan mengajak anda untuk merenungkan tentang makna kata, dan kaitannya dengan konteks yang lebih luas, entah dengan politik, pendidikan, ekonomi, dan kehidupan itu sendiri. Oleh karena itu judul-judul tulisan ini hanya menggunakan satu kata, tidak lebih dan tidak kurang. Tidak seperti buku-buku filsafat lainnya, buku ini menggunakan bahasa yang sederhana. Tuturnya sedapat mungkin sederhana, tanpa mengurangi kedalamannya.
Writer: Reza A.A Wattimena
Number of Pages: 396
Language: Indonesia
Release Date: 07/15/2011
ISBN: 978-602-9097-13-9
Silahkan dapatkan di
Evolitera atau Filsafat Kata
Daftar dulu dan dapatkan bukunya!
———————————————————————————————-
Jurnal Filsafat: Slavoj Zizek dan Manusia Sebagai Subyek Dialektis (2011)
Oleh Reza A.A Wattimena
Filsafat dimulai pada saat kita tidak lagi menerima apa yang ada sebagai yang begitu saja diberikan.”Slavoj Žižek
Abstract What or who is human? This is one of the oldest questions in history. Philosopher and scientist from various disciplines try to answer it based on their research and theories. What is unique in Žižek approach is his effort to combine two different schools of thought as an intellectual instrument to answer this question, namely German Idealism and Jacques Lacan’s Psychoanalysis. Inspired by the philosophy of German Idealism, he argued that the essence of human is not inside his or her self, but outside, namely the symbolic order that determine their self. And inspired by Lacan, he argued that the self always embedded in the symbolic order, and constantly disrupted by the Real. In this context, we can say that human is a dialectical subject.
Kata Kunci: subyek, manusia, subyek dialektis, fantasi, the Real, tata simbolik.
Aku bermimpi. Mimpiku indah. Aku terbang di angkasa, bertemu putri cantik, lalu kita berdua terbang mengelilingi langit malam penuh bintang. Tiba-tiba aku merasa ingin jatuh. Aku pun terbangun. Ah, ternyata aku jatuh dari tempat tidur. Aku pun bergegas kembali naik ke kasur, guna melanjutkan mimpi indahku tadi. Tetapi apa daya mimpi itu tidak berlanjut. Aku justru terjebak dalam mimpi lain yang nyaris tak kuingat lagi.
Mungkin anda pernah mengalami hal yang sama dengan saya. Pandangan umum akan mengatakan, bahwa mimpi itu ilusi (terbang bersama putri cantik), dan terbangun itu nyata (jatuh dari tempat tidur). Melihat fenomena ini Žižek berpendapat lain. Baginya peristiwa jatuh dari tempat tidur adalah the Real yang mengganggu stabilitas tata simbolik manusia, ketika ia terhanyut di dalam mimpinya.The Real itu menyakitkan, traumatis, dan tidak ada orang yang menginginkannya. Namun orang niscaya mengalaminya, tanpa ada tawar menawar. Sementara mimpi indah adalah tata simbolik (symbolic order) yang membuat nyaman dan terlena. Orang tidak ingin lepas darinya. Tetapi kehidupan memaksa orang melepas diri dari keterlenaan tata simbolik tersebut. Orang ingin bermimpi karena mereka tidak tahan dengan realitas. Jika sudah begitu mana sebenarnya yang bisa disebut realitas? Terbang bersama putri atau jatuh dari tempat tidur?
Inilah khas gaya analisis Žižek. Ia menantang dan membalik pandangan umum. Ia pun melakukannya dengan penjelasan rasional, dan bukan sekedar argumen tanpa dasar. Begitu pula ketika ia mencoba mengajukan pandangannya soal manusia. Pada hemat saya argumen Žižek tentang manusia dapat ditempatkan untuk menanggapi perdebatan filosofis tentang manusia, yakni antara konsep subyek Cartesian di satu sisi, dan konsep subyek posmodernisme di sisi lain.
Yang pertama berpendapat bahwa subyek, manusia, adalah mahluk yang rasional, otonom, atomistik, dan bebas dalam berhadapan dengan dunia. Para filsuf modernis dan pencerahan berada di barisan ini. Kelompok kedua melihat bahwa subyek adalah semata bentukan dari kekuatan-kekuatan eksternal di luar kesadaran dirinya, seperti pengaruh ekonomi, struktur, politik, teks, ketidaksadaran, dan sebagainya. Konsep manusia sebagai subyek dialektis yang dirumuskan Žižek tepat ingin mengajukan kontribusi di dalam perdebatan tersebut.[ii]
Untuk menjelaskan argumen Žižek tersebut, saya akan membagi tulisan ini ke dalam tiga bagian. Awalnya saya akan menjelaskan dulu sosok pribadi maupun pemikiran Žižek (1). Pada bagian ini saya banyak terbantu oleh uraian Tony Myers di dalam bukunya tentang Žižek. Lalu saya akan menjelaskan pandangan Žižek tentang manusia, terutama yang termuat di dalam buku utamanyaThe Sublime Object of Ideology (2). Bagian ini merupakan penelusuran saya terhadap teks-teks asli tulisan Žižek tentang manusia, terutama melihat pengaruh filsafat Hegel dan Lacan pada perkembangan pemikiran Žižek tentang manusia. Pada akhirnya saya akan mengajukan kesimpulan dari seluruh tulisan ini (3).
Untuk membaca lebih jauh, anda bisa menghubungi Fakultas Filsafat UNIKA Widya Mandala Surabaya.
Buku Ajar Filsafat Ilmu Pengetahuan: Sebuah Pendekatan Kontekstual
Editor: Reza A.A Wattimena
ISBN: 978-602-98925-1-2
“Maka ilmu pengetahuan haruslah berpihak dengan tegas, dan harus meninggalkan klaim netralitasnya. Ilmu pengetahuan haruslah berpijak dan berpihak untuk membela kepentingan orang-orang yang tertindas, seperti para korban ekonomi kapitalisme, kaum minoritas yang tertindas, maupun kaum perempuan yang masih mengalami diskriminasi. Namun apakah dengan begitu, ilmu pengetahuan kehilangan obyektivitasnya?
Pertanyaan ini amatlah filosofis, karena langsung menyentuh dimensi terdalam dari penelitian ilmiah itu sendiri, termasuk di dalamnya pertanyaan tentang hakekat dari obyektivitas ilmiah. Saya akan biarkan pertanyaan ini menggantung, sampai anda selesai membaca seluruh buku ini, dan mencoba menjawabnya sendiri.
Buku ini menjadi istimewa dan penting, karena belum ada buku yang secara khusus membahas ilmu pengetahuan dalam kaitannya dengan konteks-konteks kehidupan manusia yang lebih luas, seperti dengan politik, seni, hasrat, maupun dengan bisnis.”
Harapannya pembaca bisa menemukan ide-ide yang bisa mengembangkan diri mereka di dalam kegiatan ilmiah secara khusus, maupun kehidupan secara umum.”
Buku ini bisa didapatkan di toko-toko buku Togamas Surabaya dan Malang, maupun di Fakultas Filsafat UNIKA Widya Mandala Surabaya
(Reza A.A Wattimena, Pengantar Editor)
Buku Filsafat Immanuel Kant Baru
Title : Filsafat Kritis Immanuel Kant
Author : Reza A.A Wattimena
Publisher : Evolitera
Release Date : 2010-03-20
Page : 79
Category : Philosophy
Sub Category : Metaphysics
Language : Indonesia
Please login or register to download the full version of this eBook
Summary
Buku ini (berjudul lengkap “Filsafat Kritis Immanuel Kant: Mempertimbangkan Kritik Karl Ameriks terhadap Kritik Immanuel Kant atas Metafisika”) adalah karya dari Reza Wattimena yang merupakan pengembangan dari penelitian beliau tentang Immanuel Kant dan Karl Ameriks pada 2008 lalu. Di dalam buku ini, penulis memaparkan latar belakang sekaligus kekayaan filsafat kritis yang telah dirumuskan oleh Immanuel Kant, seorang filsuf Jerman (1724‐1804). Di sisi lain, buku ini juga membahas pemikiran Karl Ameriks, salah seorang penafsir Kant di Eropa, yang sebelumnya telah mengajukan kritik terhadap pemikiran Kant.
Karya Reza ini adalah salah satu kajian pertama tentang epistemologi Immanuel Kant di Indonesia yang diharapkan dapat memperkenalkan pemikiran Kant kepada khalayak luas di Indonesia.
ISBN: 978-602-96504-4-0
Silahkan klik website di bawah ini untuk mendapatkannya. Semoga berguna.
Salam,
Reza
Buku Filsafat Perselingkuhan
Filsafat Perselingkuhan sampai Anorexia Kudus
Oleh: Reza Antonius Alexander Wattimena
Publisher : Evolitera
(ISBN: 978-602-8861-76-2)
Released : 1st Feb, 2011
Pages : 160
Category : Philosophy
SubCategory : General/Analytics
Language : Indonesia
Summary
Kumpulan artikel filsafat populer yang membahas mulai dari filsafat politik (penulis menyebut dengan “perselingkuhan”), filsafat pendidikan, hingga tentang individu.
Filsafat ini disajikan dengan bahasa yang mudah dimengerti!
Silahkan download disini: Filsafat Perselingkuhan
Buku Filsafat Terbaru: Metodologi Penelitian Filsafat
ISBN: 978-979-21-2940-3
Penerbit: Kanisius Yogyakarta
Kerja sama dengan Fakultas Filsafat Universitas Gadjah Mada Yogyakarta
Daftar Isi
Prakata
Oleh: M. Mukhtasar Syamsuddin
Kebenaran dan Metodologi Penelitian Filsafat: Sebuah Tinjauan Epistemologi
Oleh: P. HARDONO HADI
Metodologi Penelitian Filsafat
Oleh : Toeti Heraty Noerhadi
Metode Penelitian Filsafat: Belajar dari Filsuf Alfred N. Whitehead
Oleh: J. Sudarminta
Penelitian pada Bidang Ilmu Filsafat: Perbandingan Usulan Penelitian
Oleh : Anton Bakker
Metode Filsafat dalam Tinjauan Ilmu Agama
Oleh : M. Amin Abdullah
Metoda Pengertian dan Antropologi Filsafat
Oleh : S. Takdir Alisjahbana
Metode Refleksi Metodologis Merleau-Ponty
Oleh: M. Mukhtasar Syamsuddin
Berbagai Bentuk Metode Berfilsafat: Sebuah Tinjauan Historis Sistematis Dari Masa Yunani Kunosampai Posmodernisme
Oleh: Reza A.A Wattimena
PRAKATA
Hubungan antara konsep-konsep metodologi dan metode dalam penelitian filsafat senantiasa membingungkan. Sering dijumpai seseorang menuliskan atau menggunakan istilah ‘metodologi’, sementara apa yang ia kerjakan dalam aktivitas penelitiannya sebetulnya menggambarkan metode. Sejatinya hal ini tidak perlu terjadi, lantaran jalinan sistemik yang berlangsung dalam baik perkembangan ilmu maupun aktivitas keilmuan, metodologi selalu lebih dahulu dan lebih fundamental sifatnya, jika dibandingkan dengan metode.
Metodologi menyediakan dasar bagi metode. Logika atas posisi metodologis seorang peneliti dapat digambarkan dengan menjelaskan pandangan peneliti yang bersangkutan terhadap sifat dasar kenyataan. Posisi metodologis kaum positivis , misalnya, berbeda dengan kaum fenomenologis. Bagi kaum positivis, fakta adalah sumber yang menghadirkan obyek. Sedangkan bagi kaum fenomenologis, dunia sebagai fakta (setidak-tidaknya dunia yang dieksplorasi) merupakan suatu makna yang dibangun secara intersubyektif.
Persoalan lain yang seringkali dijumpai adalah ketatnya pembagian metode kualitatif dan kuantitatif dalam dunia penelitian. Pembagian ini tidak perlu membingungkan, sebab dalam sebuah penelitian bidang filsafat, metode kualitatif dan kuantitaf dapat digunakan secara bersama dan dalam tahap kegiatan penelitian yang sama. Pada suatu kegiatan penelitian, observasi misalnya, harus disikapi sebagai metode fundamental dalam pengumpulan data. Melalui observasi, baik langsung maupun tidak langsung, peneliti dalam bidang filsafat dapat mengumpulkan hasil observasi pribadinya dari responden. Model-model ini mungkin dengan sendirinya sudah memiliki struktur tertentu. Namun ketika peneliti melakukan pengumpulan data, peneliti dapat memunculkan struktur tersebut dari proses analisis filsafat yang akan dilakukan.
Fenomena membingungkan seperti tadi, menyeruak kembali ketika rancangan penerbitan buku ajar ini dipersiapkan. Bedanya, kebingungan kali ini dialami dalam menentukan judul buku; apakah “Metodologi Penelitian Filsafat” ataukah “Metode Penelitian Filsafat”. Jadi bukan lantaran adanya kesalahkaprahan dalam memahami posisi metodologi dan metode, atau karena adanya ikatan ketat dalam dikotomi metodis penelitian kuantitatif dan kualitatif, tetapi karena bahan-bahan yang dikumpulkan bersumber dari artikel-artikel yang memang bertaut dengan metodologi pada satu bagian dan metode pada bagian yang lain. Demikian juga obyek material yang disasar dalam masing-masing artikel cukup bervariasi, dari corak kualitatif sampai kuantitatif.
Al hasil buku ajar ini terbit dengan judul “Metodologi Penelitian Filsafat”, walaupun beberapa tulisan mengangkat “metode” dalam uraiannya. Alasan pertama, tentu karena secara paradigmatik, metodologi dipahami sebagai ilmu tentang metode yang jika coba dikaitkan dengan penelitian, maka dalam wacana filsafat, metodologi termasuk salah satu bagian pokok kajian, setidak-tidaknya dalam epistemologi dan filsafat ilmu pengetahuan. Alasan kedua dan tidak kalah pentingnya untuk dikemukakan adalah sebagian besar artikel dalam buku ajar ini bersumber dari makalah-makalah yang pernah dipresentasikan dalam sebuah simposium nasional bertema “Metodologi Penelitian Filsafat” yang diselenggarakan oleh Fakultas Filsafat, Universitas Gadjah Mada pada 29-30 Juni 1991di Yogyakarta.
Sesungguhnya, makalah-makalah simposium nasional itu bervariasi, dalam arti tidak seluruhnya berkaitan dengan metodologi penelitian filsafat saja, namun merambah ke wilayah penelitian agama, sosial, dan bahkan bidang ilmu alam. Untuk memenuhi relevansi dan keperluan khusus penerbitan buku ajar ini, maka sengaja dipilihkan makalah-makalah yang mengurai metodologi dan metode penelitian bidang ilmu filsafat. Hal lain, yaitu untuk memperluas horizon metodologis dalam dunia penelitian filsafat itu. Dalam buku ajar ini ditambahkan dua artikel yang tidak bersumber dari simposium nasional di atas. Kedua artikel dimaksud, secara langsung berhubungan dengan “Metode Berfilsafat” yang masing-masing ditulis oleh Reza A.A. Wattimena dengan judul “Berbagai Bentuk Metode Berfilsafat: Sebuah Tinjauan Historis Sistematis dari Masa Yunani Kuno sampai Posmodernisme” dan oleh Mukhtasar Syamsuddin dengan judul “Metode Refleksi Fenomenologis Merleau-Ponty”.
Akhirnya, diucapkan terima kasih kepada semua pihak yang mengijinkan makalah yang telah dipresentasikan pada simposium nasional tahun 1991 untuk diterbitkan melalui buku ajar ini. Demikian juga, tidak luput diucapkan terima kasih kepada Pimpinan Fakultas Filsafat UGM, Yogyakarta , Fakultas Filsafat Widya Mandala, Surabaya, serta penerbit percetakan Kanisius, Yogyakarta yang telah bersama-sama mengupayakan penerbitan buku ajar ini, yang sekaligus dapat menunjukkan jalinan kerjasama institusional dan komitmen kedua lembaga dalam mengembangkan pendidikan filsafat secara umum dan metodologi penelitian filsafat secara khusus di Indonesia.
Mukhtasar Syamsuddin
Dekan Fakultas Filsafat Universitas Gadjah Mada Yogyakarta
Anda bisa mendapatkan buku ini di Fakultas Filsafat UNIKA
Widya Mandala Surabaya (http://filsafat.wima.ac.id/),
Fakultas Filsafat Universitas Gadjah Mada Yogyakarta
(http://filsafat.ugm.ac.id/), dan Penerbit Kanisius
Yogyakarta (email: neno@kanisiusmedia.com)
Buku Baru: Membongkar Rahasia Manusia Telaah Lintas Peradaban (Filsafat Timur dan Filsafat Barat)
Buku Filsafat Terbaru Fakultas Filsafat UNIKA Widya Mandala Surabaya
Editor: Reza A.A Wattimena
Setiap kajian filsafat dan ilmu-ilmu sosial selalu bermuara pada
satu pertanyaan dasar, siapakah manusia? Ini adalah pertanyaan
filosofis abadi yang menjadi bahan pergulatan para pemikir besar
sepanjang sejarah. Pergulatan itu tampak di dalam setiap goretan
kata di dalam buku ini. Anda diajak mencecapnya dan menarik
makna daripadanya.
Buku ini adalah karya yang istimewa. Para penulis muda
mempelajari pemikiran para filsuf dunia tentang manusia, sambil
mengajukan ide mereka sendiri. Kreativitas, kejujuran intelektual,
keberanian akademik, dan konsistensi tanpa henti menjadi
darah dari buku ini. Buku ini juga mencoba mengajukan sintesis
sementara dari berbagai pemikiran Timur dan Barat. Belum ada
buku serupa yang pernah diterbitkan di Indonesia.
Namun, jangan percaya begitu saja pada penulis buku ini. Anda
harus mengeceknya. Dengan demikian, akan muncul percakapan
tentang manusia yang mencerahkan dan membangunkan kita
semua dari keterlenaan rutinitas.
Daftar Isi
PENGANTAR EDITOR:
Menuju Hidup yang Filosofis
REZA A.A WATTIMENA
Prolog:
Menimba Mata Air Lokalitas
EDWI NUGROHADI
Manusia sebagai Peziarah Makna
Refleksi Filosofis tentang Pengalaman dan Makna
EMANUEL PRASETYONO
BAGIAN. I
MEMBONGKAR RAHASIA MANUSIA
Konsep Manusia
Menurut Nietzsche dan Mencius
Stevanus Findi Arianto
Memahami Manusia
dalam terang Filsafat Islam Ibn Rusyd
KRISTOFORUS SRI RATULAYN K.N
Memahami Manusia
Di dalam Terang Ajaran Karma, Buddhisme dan Eksistensialisme Jean-Paul Sartre
ROBERTUS FRANGKY TEDJOKUSUMO
Agama, Kodrat Tuhan, dan Manusia Menurut Raden Adjeng Kartini
Analisis Terhadap Kumpulan Surat Kartini
Suhartoyo
BAGIAN. II
MENJADI MANUSIA YANG OTENTIK
Pembentukan Karakter yang Kuat sebagai Dasar Otentisitas
Melihat Sejarah dan Filsafat Jepang
DAVID JONES SIMANUNGKALIT
Otentisitas Manusia
Menurut S.A. Kierkegaard dan Ajaran Taoisme
F.X PRATAMA ADI
Menjadi Manusia Otentik
Menurut Renè Descartes dan Ajaran Zen
Yoseph Eko Setyawan
Ajaran Etika Konfusius:
Apakah Bertentangan dengan Otentisitas Hidup Manusia?
Dominicus Mardiyatto
Tato dan Otentisitas Diri Manusia
YUSTINUS ASTANTO
BAGIAN. III
MELAMPAUI MANUSIA
Menjadi Perempuan
Menurut Raden Adjeng Kartini
Suhartoyo
Perubahan Moral Bagi Para Pencari Keuntungan Diri
Belajar dari Mencius
Stevanus Findi Arianto
epilog:
Manusia: Karya, dan Kuasa
JAMES W. SASONGKO
Bisa didapatkan di Penerbit Kanisius Yogyakarta (www.kanisiusmedia.com)
Dan Fakultas Filsafat UNIKA Widya Mandala, Surabaya (http://filsafat.wima.ac.id/)
Filsafat dan Hal-hal yang Belum Selesai: Sebuah Kumpulan Refleksi Filsafat tentang Kehidupan sehari-hari
Filsafat dan Hal-hal yang Belum Selesai:
Kumpulan Karya-karya
Mahasiswa
Fakultas
Filsafat
Universitas Katolik Widya
Mandala, Surabaya
Buku ini adalah kumpulan karya-karya mahasiswa Fakultas Filsafat Unika Widya Mandala Surabaya selama mereka ambil bagian secara aktif dalam mata kuliah Sejarah Filsafat Yunani Kuno, Metodologi Penelitian Filsafat, dan Seminar Plato, Phaedo. Para mahasiswa ini pertama kali dalam hidupnya belajar filsafat atau lebih tepat belajar berfilsafat dengan proses belajar-mengajar yang tepat guna tentunya. Buku ini dipersembahkan kepada khalayak ramai dengan tujuan untuk menepis anggapan bahwa buku-buku filsafat itu buku yang sukar dan berat.
De facto, para mahasiswa yang nota bene pemula dalam berfilsafat mampu menguraikan benang-benang kehidupan dengan tema-tema hidup sehari-hari. Mereka melihat persoalan-persoalan sehari-hari dengan kacamata seorang filsuf atau dua filsuf sekaligus. Ibaratnya, mereka adalah dokter-dokter bedah yang membedah fenomena hidup sehari-hari dengan pisau bedah tertentu.
Buku ini memuat dua puluh dua (22) tulisan mahasiswa selama proses belajar mengajar satu semester. Saya membagi ke dalam tiga kelompok besar berdasarkan jenis mata kuliah, yaitupertama, tulisan-tulisan dari mata kuliah Sejarah Filsafat Yunani Kuno; kedua, dari mata kuliah Metodologi Penelitian Filsafat Dan ketiga, dari mata kuliah Seminar Plato, Phaedo.
Tulisan-tulisan kelompok pertama merupakan buah mempelajari beberapa filsuf. Kelompok kedua adalah tulisan-tulisan yang mempelajari metode filsafatnya para filsuf. Namun disisipkan dua tulisan (Yustinus Astanto dan Fransiskus Yosef Eko Setyawan) yang membuat tulisan dalam rangka Sejarah Filsafat Yunani Kuno dan Metodologi Penelitian Filsafat. Sedangkan kelompok ketiga merupakan tulisan-tulisan yang kusuk pada satu filsuf, yakni Plato dalam bukunya Phaedo. Susunan tulisan dalam masing-masing kelompok disusun berdasarkan pada hirarki usia para filsuf: mulai dari tertua menuju ke termuda.
Meskipun karangan-karangan ini berbeda masalah dan metode proses belajar mengajarnya, namun ada yang menyatukan mereka: refleksi filosofis. Oleh karena itu, buku ini berjudul Filsafat dan Hal-Hal yang Belum Selesai. Masing-masing karangan berusaha berfilsafat dari sebuah konteks permasalahan sosial tertentu dan ingin membedah masalah itu. Akhirnya, kalau berfilsafat seperti ini diasah terus menerus dan menjadi kebiasaan, maka mereka akan menjadi filsuf yang membumi(bukan filsuf langitan).
Berfilsafat merupakan melatih orang untuk bertanggung jawab terhadap hidupnya sehari-hari dengan segala konsekuensinya. Mereka harus dapat dipertanggung jawabkan secara rasional. Pertanggungjawaban rasional pada hakekatnya berarti bahwa setiap langkah harus terbuka terhadap segala pertanyaan dan sangkalan. Proses tersebut harus dipertahankan dengan argument-argumen yang objektif, maksudnya dapat dimengerti secara intersubyektif. Akhirnya, mereka yang terlatih untuk berfilsafat dapat membantu masyarakat dalam memecahkan masalah-masalah kehidupan.
Teringat akan pendapat Harry Darsono, perancang adibusana Indonesia, pada waktu diwawancarai oleh Myrna Ratna dan Yulia Sapthiani perihal belajar filsafat (Kompas, Minggu/4 April 2010). Ada empat alasan pembelajarannya. Pertama, kita harus belajar dari sudut pandang orang lain, dalam hal ini para filsuf, supaya sudut pandang kita mempunyai dimensi yang lebih luas. Kedua, kita harus belajar dari kesalahan pemikiran orang lain. Masing-masing filsuf mempunyai kekuatan dan kelemahan dalam pemikirannya. Ketiga, kita perlu memperbaiki diri terus menerus dengan mempelajari pemikiran para filsuf. Konsekuensinya, ada hal yang selalu baru setiap hari. Dankeempat, kita belajar dari para filsuf, bagaimana mencipta.
Akhirnya, terimakasih kepada Sekretaris Fakultas Filsafat Unika Widya Mandala Surabaya, Reza A.A.Wattimena yang pernah menyarankan agar tulisan-tulisan ini dikumpulkan dalam bentuk buku. Terima kasih juga kepada Rm. Agustinus Eka Winarno, Romo Kepala Paroki St. Paulus Rembang, dan Damasius Ari Swandono, Direktur Penerbit Sang Timur Rembang yang membuka kesempatan untuk mewujud nyatakan penerbitan buku ini.
Surabaya, 26 April 2010
Agustinus Ryadi
Dekan Fakultas Filsafat
Unika Widya Mandala Surabaya
DAFTAR ISI
Kata Pengantar …………………………………………………………………………….
Daftar Isi ………………………………………………………………………………………..
BAB I : SEJARAH FILSAFAT YUNANI KUNO
Filsafat Parmenides tentang Doxa dan Aletheia: Kritik atas Budaya Melok dalam Masyarakat
Suhartoyo …………………………………………………………………………………….
Fenomena Mati Suri dan Tubuh Astral dalam Hubungannya dengan Ide Keabadian Jiwa Menurut Plato
David Jones Simanungkalit …………………………………………………………………..
Rokok: Kebutuhan Tubuh yang Memenjarakan Jiwa Ditinjau dari Filsafat Plato Tentang Tubuh dan Jiwa
Kristoforus Sri Ratulayn K.N. …………………………………………………………..
Perda Rokok: Pembatasan Hak Jiwa Manusia (Pandangan Aristoteles Mengenai Jiwa Manusia)
Stevanus Findi Arianto………………………………………………………………………….
Membongkar Cara Berpikir Mistik: Studi Kasus “Mukjizat” Ponari dengan Menggunakan Filsafat David Hume
Dominicus Mardiyatto R.S……………………………………………………………….
Relatif: Cara Pengungkapan Idea Plato dan Protagoras
Yohanes Robertus Franky Tedjokusumo ………………………………………………..
BAB II : METODOLOGI PENELITIAN FILSAFAT
Metode Dialektika Sokrates dalam Pendidikan di Indonesia: Perspektif pada Fenomena Kasus Ponari
Dominicus Mardiyatto R.S. ………………………………………………………………..
Mempertimbangkan Fenomena Fatamorgana sebagai Pengetahuan dalam Perspektif Immanuel Kant
F.X. Prathama Adi …………………………………………………………………………
Fenomenologi Edmund Husserl: Reduksionisme dalam Dialog antar Umat Beragama
Suhartoyo ……………………………………………………………………………………………
Hubungan antara Teori Kritis dan Skeptis Metodis serta Implementasinya terhadap Fenomena Gosip
David Jones Simanungkalit …………………………………………………………….
Pendidikan Membunuh Pengetahuan: Kritik terhadap Kebijakan Pendidikan
Yustinus Astanto ……………………………………………………………………………
Pendidikan Mengumpulkan Kembali Pengetahuan Manusia: Perspektif Plato dan Immanuel Kant
Fransiskus Yosef Eko Setyawan …………………………………………………………….
Sebuah Refleksi atas Fenomena Facebook: Genealogi dan Ja-Sagen (Pandangan Nietzsche dalam kaitannya dengan mentalitas manusia)
Stevanus Findi Arianto…………………………………………………………………………
BAB III : SEMINAR PLATO, FAEDO
Pandangan Sokrates tentang Tubuh dan Jiwa dalam Dialog Faedo
Stevanus Findi Arianto ………………………………………………………………………….
Kekekalan Jiwa
Dominicus Mardiyatto R.S. ……………………………………………………………………
Bukti tentang Pengetahuan: Bentuk yang Abadi dalam Buku Faedo
Kristoforus Sri Ratulayn K.N. ………………………………………………………….
Pembuktian Jiwa yang Satu dan Sederhana
F.X. Prathama Adi ………………………………………………………………………….
Keberatan Simias: Jiwa itu hanyalah Harmoni dari Bagian-Bagian
Suhartoyo …………………………………………………………………………………….
Keberatan Kebes akan Reinkarnasi
David Jones Simanungkalit ……………………………………………………………..
Hukuman dan Pahala sesudah Mati
Fransiskus Yosef Eko Setyawan …………………………………………………………….
Kosmologi: Ide tentang Dunia yang Sempurna dan Jiwa yang Murni
Yustinus Astanto ……………………………………………………………………………..
Filsafat sebagai Jalan menuju ke Hades
Yohanes Robertus Franky Tedjokusumo ………………………………………..
Buku ini dapat diperoleh di Fakultas Filsafat, UNIKA Widya Mandala, Surabaya dengan harga Rp. 62.500
Buku Filsafat Populer (my Fourth Book): Bangsa Pengumbar Hasrat, Dari Filsafat Anti-Gosip sampai Kaderisasi Terorisme
Buku ini adalah kumpulan tulisan filsafat saya yang telah dipublikasikan, baik secara nasional, lokal Surabaya, dan blog pribadi di internet dalam kurun waktu 2008-2010. Berbagai tulisan di dalam buku ini lahir dari pergulatan saya berhadapan dengan persoalan-persoalan yang ada di masyarakat, mulai dari persoalan individual, sampai persoalan negara yang mendesak. Pendekatan yang saya gunakan adalah pendekatan filsafat. Harapannya para pembaca dapat menyadari betul, bahwa filsafat bisa menjadi pisau analisis yang sangat tajam dan mencerahkan, guna memahami dan menyelesaikan masalah-masalah kehidupan bersama.
Buku ini memiliki keunikannya tersendiri. Selama ini filsafat dipandang sebagai ilmu yang rumit. Orang perlu mengerutkan dahi untuk berpikir, guna memahami teori-teori filsafat. Setelah membaca buku ini, saya berharap anggapan tersebut dapat berubah. Filsafat dapat digunakan untuk memahami hal-hal sehari-hari, dan disampaikan dengan bahasa yang komunikatif, tanpa mengurangi kedalaman refleksinya. Itulah yang kiranya menjadi keunikan dan kelebihan buku ini dibandingkan dengan buku-buku filsafat lainnya.
Saya memilih judul Bangsa Pengumbar Hasrat dengan alasan khusus. Saya melihat bahwa bangsa Indonesia senang sekali mengumbar hasrat mereka untuk menguasai segala bidang, mulai dari bidang politik, ekonomi, sampai pendidikan. Hasrat untuk berkuasa dan mencapai kenikmatan seolah menutupi akal budi dan kontrol diri. Akibatnya kekacauan terjadi hampir di semua bidang kehidupan. Buku ini ditulis untuk meredam pengumbaran semacam itu, serta mengembalikan akal budi dan kontrol diri ke dalam kehidupan bersama.
Buku ini ditujukan untuk semua orang yang memiliki kepedulian terhadap kehidupan bersama. Buku ini juga ditujukan untuk semua orang merasa memerlukan pencerahan di dalam menjalani kehidupannya. Semoga buku ini bisa menjadi sumber inspirasi bagi para pembaca, supaya dapat menjalani hidup yang lebih bermutu dan bermakna. Selamat membaca dan salam sejahtera.
Reza A.A Wattimena,
Surabaya, 2010
Buku ini bisa didapatkan di Fakultas Filsafat UNIKA Widya Mandala, Surabaya
Gedung D lt. 1,
Jln. Dinoyo 42-44, Surabaya 60265, Indonesia
dengan harga Rp. 25.000
Atau di toko buku terdekat di kota anda.





bagaimana cara agar saya bisa mendapatkan buku-buku itu?soalnya saya berada di kupang-NTT.
Berikan alamat anda ke reza.antonius@gmail.com, transfer uang ke BCA (nanti akan saya berikan), lalu buku akan segera kami kirim. Bagaimana?
Thanks. Gbu