Karya Fakultas Filsafat UNIKA Widya Mandala Surabaya

Religion in säkularer Gesellschaft

20140109_133808

Oleh Reza A.A Wattimena

dalam Wort und Antwort (Berlin 2013)

 

 

 

 

——————————————————————–

Dunia Baru, Masalah Baru, Metode Baru

Oleh Reza A.A Wattimena

majalah basisdalam Majalah Basis Yogyakarta, Nomor 11–12, Tahun Ke-62, 2013

Silahkan klik link berikut:

Masalah baru, 2013, BASIS 11-12-Reza AA Wattimena

 

 

———————————————

Buku Filsafat Terbaru:

Dunia Manusia, Manusia Mendunia

oleh

1001909_10200886749028212_456482070_nEmanuel Prasetyono

Dosen Filsafat Manusia, Fakultas Filsafat Unika Widya Mandala, Surabaya

Buku ini mencoba memahami manusia dari sudut pandang fenomenologis, yakni sebagai mahluk yang sudah selalu ada dan tertanama di dunia, namun sekaligus menciptakan dunia melalui tindakannya. Buku ini amat cocok digunakan untuk memperkaya literatur terkait dengan kuliah Filsafat Manusia.

Buku bisa diperoleh di:

theo.dolorosa@yahoo.com atau hubungi 088804858799

————————————

Buku Filsafat Terbaru:

Kesadaran akan Immortalitas Jiwa sebagai Dasar Etika

Pengantar Filsafat dalam Islam

Oleh

cover immortalitas copyAgustinus Ryadi,

Dekan Fakultas Filsafat Unika Widya Mandala, Surabaya

Buku referensi untuk kuliah ini menghubungkan beberapa argumen para filsuf Islam tentang ide keabadian jiwa manusia. Ide ini pula yang nantinya ditafsirkan oleh penulis sebagai dasar dari sikap etis manusia. Pemikiran tentang keabadian jiwa ini bisa juga dilihat sebagai upaya harmonisasi antara filsafat dan agama Islam.

Buku bisa diperoleh di:

theo.dolorosa@yahoo.com atau hubungi 088804858799

Zifatama Publishing - Kesadaran akan immortalitas -      978-602-17546-8-9

————————————————————————–

Jurnal Filsafat Wiweka

Mahasiswa Fakultas Filsafat Unika Widya Mandala Surabaya

Vol. 2 no. 1 Mei 2013

Wiweka 2ISSN: 2252-5025

Isi:

1. Sains harus Memelihara Alam

2. Jatuh Cinta Manusia: Materi dan Spiritual

3. Paradigma Metafisis dalam Pertanian Organik

4. Etika Tanggung Jawab Hans Jonas

dan masih banyak tulisan bermutu dan menarik lainnya!

bisa didapatkan dengan menghubungi Pak Theo di theo.dolorosa@yahoo.com (Kepala Tata Usaha Fakultas Filsafat Unika Widya Mandala, Surabaya)

—————————————————————————————-

Buku Filsafat Terbaru: Menanggapi Relativisme

ISBN: 978-602-17055-0-6

Editor: Xaverius Chandra

RelativismeBuku ini bermaksud menyambut undangan untuk merefleksikan dan menanggapi relativisme di dalam kehidupan masyarakat. Ada berbagai aspek kehidupan yang dihantam oleh relativisme, dan beberapa di antaranya dihadirkan disini untuk dipikirkan bagaimana cara menanggapinya. Bidang-bidang yang direfleksikan di dalam buku ini adalah moral, iman, ilmu pengetahuan, kognitif, konseptual, seksualitas, politik, dan hukum.

Buku bisa didapatkan dengan menghubungi Pak Theo di theo.dolorosa@yahoo.com (Kepala Tata Usaha Fakultas Filsafat Unika Widya Mandala, Surabaya)

——————————————————————————————–

Jurnal Filsafat Arete

Fakultas Filsafat Unika Widya Arete 2Mandala Surabaya

vol. 1 Nomor 2 September 2012

ISSN: 2089-7804

Isi:

1. Skeptisisme Metodologis dan Jawaban Filsafat

2. Iman Tanpa Nalar: Bunuh Diri, Nalar Tanpa Iman: Delusi

3. Imagine There’s A Heaven: Reasonable Religion Religious Reason

4. Pendidikan Manusia-Manusia Demokratis: Noam Chomsky dan Indonesia

Resensi buku

Jurnal bisa didapatkan dengan menghubungi Pak Theo di

theo.dolorosa@yahoo.com (Kepala Tata Usaha Fakultas Filsafat Unika Widya Mandala, Surabaya)

—————————————————————————————

Buku Filsafat Terbaru: Dunia Dalam Gelembung

Karya: Reza A.A Wattimena

Buku ini adalah suatu upaya untuk memahami apa yang terjadi dengan Indonesia dewasa ini, terutama dilihat dari sudut filsafat dan ilmu- ilmu sosial lainnya. Di dalam buku ini, saya mengajukan satu argumen, bahwa Indonesia terjebak dalam gelembung-gelembung realitas, sehingga kehilangan pijakan pada realitas yang sesungguhnya. Dalam konteks ini, gelembung adalah elemen yang menghalangi pandangan kita atas kenyataan yang sebenarnya. Yang terlihat kemudian adalah versi lebih (hiperbolis) dari kenyataan itu.

Document1Maka dari itu, kita harus berani memecah gelembung-gelembung yang menutupi realitas, dan melihat realitas itu secara langsung. Dengan kata lain, kita harus memecah berbagai gelembung realitas yang ada, mulai dari gelembung politik, gelembung pendidikan, gelembung ekonomi, gelembung budaya, dan gelembung pemikiran, sehingga bisa sampai pada realitas yang sesungguhnya, dan tak lagi terjebak pada kebohongan- kebohongan. Itulah yang saya coba lakukan dengan menulis buku ini.

Buku bisa didapatkan di:

Untuk para Pengguna iPhone dan iPad di link berikut: iTunes

Untuk yang lainnya, bisa lihat di link berikut: dunia-dalam-gelembung

Penerbit: Evolitera, Jakarta

ISBN: 978-602-9097-21-4
© Reza A. A. Wattimena, 2013

——————————————————————————-

Buku Filsafat Terbaru:

Filsafat Anti Korupsi:

 Membedah Hasrat Kuasa, Pemburuan Kenikmatan,

dan Sisi Hewani Manusia di Balik Korupsi

Penulis: Reza A.A Wattimena

ISBN: 978-979-21-3362-2

Penerbit: Kanisius, Yogyakarta

“Pelaku korupsi adalah manusia dengan segala kerumitan dan dinamika jiwanya yang amat unik, dan kita perlu untuk memahami kerumitan dinamika jiwa manusia tersebut. Sejauh saya pahami, ini adalah buku pertama yang tidak secara teknis mendekati korupsi dari aspek hukum, politik, ataupun ekonomi, melainkan dari sisi-sisi terdalam manusia yang melakukannya. Inilah yang menurut saya menjadi nilai unik sekaligus kelebihan dari buku ini. Buku ini ditujukan untuk para praktisi hukum, politisi, mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi, dan orang-orang yang peduli pada upaya bangsa untuk menghancurkan korupsi di berbagai bidang. Selamat membaca dan selamat tercerahkan.”

Bisa didapatkan di Penerbit Kanisius, Yogyakarta. Klik Kanisius

=================================================

Buku Filsafat Terbaru:

Tuhan dan Uang

Pertautan Ganjil dalam Hidup Manusia

ISBN: 978-602-18597-2-8

Penerbit:

Zifatama Publishing

Fakultas Filsafat Unika Widya Mandala Surabaya

Editor:

Emanuel Prasetyono

Penulis:

Agustinus Pratisto Trinarso

Agustinus Ryadi

Aloysius Widyawan

Christina Whidya Utami

Herlina Yoka Roida

Ramon Nadres

Reza A.A Wattimena

“Agama dan iman kepada Tuhan diperjualbelikan layaknya dagangan di pasar. Sementara uang dituhankan sebagai entitas tertinggi, bahkan lebih tinggi dari entitas yang sesungguhnya. Apa sebenarnya hubungan antara Tuhan dan uang ini? Bagaimana menjelaskan hubungan antara nafsu mencari uang di satu sisi, dan keyakinan iman seseorang akan Tuhan dalam agamanya di sisi lain? Buku ini ingin menjawab pertanyaan tersebut dengan menggunakan beragam sudut pandang.”

Buku bisa didapatkan di penerbit Zifatama.

Silahkan kontak: zifatama@gmail.com

———————————————————————————–

Buku Filsafat Terbaru

Menjadi Manusia Otentik

ISBN: 978-979-756-921-1

Penerbit: PT Graha Ilmu, Yogyakarta

Oleh:

Reza A.A Wattimena

G. Edwi Nugrohadi

A. Untung Subagya

         Otentisitas sejatinya menjadi dambaan setiap orang. Tidak ada satu manusiapun yang menolak cita-cita untuk menjadi otentik. Kendati demikian, gagasan otentisitas itu sendiri tidak serta merta digandrungi oleh setiap orang. Di sinilah kontradiktifnya. Ada banyak hal yang melatarbelakanginya. Dengan dasar itulah para penulis buku ini mencoba untuk mengkonstruksi gagasan otentisitas dalam konteks pembelajaran, utamanya adalah pembelajaran dalam dunia pendidikan tinggi.

         Dengan selesainya buku ini, kami menghaturkan puji dan syukur kepada Tuhan, karena semuanya ini terjadi berkat kelimpahan rahmatNya. Kami menyadari bahwa buku ini masih jauh dari sempurna. Untuk itu, kami mengharapkan masukan agar di masa yang akan datang atau dalam penerbitan-penerbitan berikutnya, kami dapat menyajikan hal yang lebih baik daripada apa yang sudah dijalankan ini. Kritik, saran, dan masukkan dapat Anda kirimkan ke nugrohadi@yahoo.com. Dalam kesempatan ini, para penulis juga ingin mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu kemunculan buku ini. Kami yakin bahwa sulit untuk menyebutkan peran masing- masing pihak tersebut satu per satu. Tuhan pasti membalas segala kebaikan Anda semua sesuai den- gan kemurahanNya.

         Akhir kata, kami mengucapkan selamat menikmati buku ini. Semoga dengan membaca buku ini, gagasan otentisitas manusia singgah dalam kesadaran Anda, dengan harapan bahwa gagasan tersebut akan ditransformasikan dalam sikap dan perilaku sehari-hari. Melalui hal itulah, salah satunya, kehidupan yang lebih humanis akan berkembang.

Buku bisa didapatkan di

Ruang Mata Kuliah Umum Universitas Katolik Widya Mandala, Surabaya, Jln Dinoyo 42-44, Surabaya, 60265.

Atau hubungi: nugrohadi@yahoo.com

——————————————————————-

Buku Filsafat Terbaru:

Menjadi Pemimpin Sejati

Sebuah Refleksi Lintas Ilmu

Oleh Reza A.A Wattimena

Penerbit: PT. Evolitera, Jakarta

ISBN: 978-602-9097-18-4

Buku ini lahir dari pemikiran saya terkait dengan tema kepemimpinan secara luas. Tulisan-tulisan di buku ini sebelumnya telah dipublikasikan di berbagai media massa, seperti koran, website, dan majalah dalam jangka waktu 2011-2012. Saya menggunakan kerangka berpikir lintas ilmu, mulai dari sosiologi, pendidikan, psikologi, antropologi, bisnis, dan terutama filsafat untuk merefleksikan berbagai tema terkait dengan kepemimpinan. Sejauh saya pahami, ini adalah buku pertama yang secara spesifik memikirkan tema kepemimpinan dengan menggunakan kerangka berpikir lintas ilmu.

Maka kehadiran buku ini amatlah sesuai dengan kebutuhan bangsa kita, maupun masyarakat internasional. Buku ini juga saya tujukan bagi para calon pemimpin di masa depan, dan kepada semua orang yang prihatin dengan krisis kepemimpinan yang terjadi di negara kita. Harapan saya sederhana, supaya muncul para pemimpin yang visioner dan bermutu di berbagai organisasi, mulai dari organisasi tingkat lokal, nasional, sampai internasional. Buku ini ingin mengabdi pada tujuan itu. Saya menulis buku ini dengan gaya personal dan populer. Anda akan menemukan banyak cerita pribadi dengan gaya bahasa yang populer, sekaligus dibalut dengan refleksi ilmiah dan filosofis.

Buku bisa didapatkan disini: Pemimpin

————————————————————————-

Jurnal Filsafat WIWEKA

Karya Mahasiswa Fakultas Filsafat

UNIKA Widya Mandala Surabaya

ISSN: 2252-5025

Jurnal WIWEKA memiliki cita-cita untuk menjadi wadah yang bermutu bagi orang-orang yang mempunyai hasrat untuk berpikir dan mengolah seluruh kemampuan budinya, yang otentik, analitis dan kritis secara filosofis dalam memahami dan merefleksikan realitas dunia.

Isi:

1. Kajian Kosmologi Menurut Aurelius Agustinus dalam Confessiones

2. Kajian Moral Menurut Aurelius Agustinus dalam Confessiones

3. Tindakan Manusia menurut Ajaran Zen

4. Perjalanan Bangsa Indonesia menurut Teori Siklus Sejarah Oswald Spengler

5. Kode Etik Profesi Sebagai Parameter dan Faktor Pendukung Kemajuan Bersama

6. Kajian atas Hukum Kodrat Thomas Aquinas

7. Perbandingan Konsep Imamat dan Pandhita dalam Budaya Jawa

Bisa didapatkan di Fakultas Filsafat UNIKA Widya Mandala Surabaya, atau versi sederhananya bisa diunduh di SINI

Telp. 088804858799

———————————————————————————————————————————-

Buku Filsafat Terbaru:

Filsafat Pra Skolastik Eropa

Pengenalan Singkat Sejarah Filsafat Abad Pertengahan

ISBN: 978-602-19758-7-9

Tulisan:

Ramon Nadres

Dr. Ramon Antonio Eguia Nadres lahir die Quezon City, Filipina. Ia meraih gelar sarjana di bidang Zoologi pada 1981 di University of the Philippines. Ia kemudian menyelesaikan studi sarjana di bidang filsafat dari Pontifical University of the Holy Cross di Roma pada 1987. Ia mendapatkan gelar Licentiate in Philosophy dari Universitas Navarre di Pamplona, Spanyol, pada 1998. Pada 2009 ia berhasil mempertahankan disertasi doktoral dengan judul La Memoria en Santo Tomás de Aquino: Fuentes y Originalidad  di universitas yang sama. Saat ini ia bekerja sebagai dosen di Fakultas Filsafat Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya, Indonesia.  

“Buku ini adalah suatu usaha awal untuk menyediakan buku teks untuk Filsafat Pra-Skolastik bagi mahasiswa di Fakultas Filsafat UNIKA Widya Mandala Surabaya. Harapannya, dengan berlalunya waktu dan masukan dari mahasiswa maupun pembaca, kami dapat mengembangkan teks ini, sehingga bisa semakin berguna untuk semua orang.” (Ramon Nadres)

Bisa didapatkan di Fakultas Filsafat UNIKA Widya Mandala Surabaya: 088804858799

————————————————————————————————————————-

Jurnal Filsafat Areté

Fakultas Filsafat UNIKA Widya Mandala Surabaya

Volume 01- Nomor 01 – Februari 2012

ISSN: 2089-7804

Kata Areté dalam bahasa Yunani yang berarti excellence, diinspirasikan dari filsafat Plato. Dalam bahasa Indonesia, Areté merujuk pada kata keutamaan. Manusia yang bisa meraih excellence dalam hidupnya adalah manusia yang mampu menjadi manusia utama. Sejauh pemikiran filosofis Plato, menjadi manusia utama adalah bagian dari olah jiwa, terutama dengan kemampuan rasio manusia, agar dengan demikian manusia mencapai kebahagiaan.

Jurnal ilmiah ini mengambil nama Areté. Sesuai dengan arti yang dimaksudkan oleh kata tersebut, jurnal ini diharapkan menjadi sarana bagi para pembaca maupun penulisnya untuk proses olah jiwa dan olah pikir agar menjadi manusia yang utama, yang bijaksana. Visi jurnal ini adalah mengembangkan manusia- manusia yang berkehendak baik untuk mengejar dan meraih kebijaksanaan di dalam hidupnya melalui keberanian untuk mengolah jiwa dan daya pikirnya, untuk lebih jauh merefleksikan gerak kehidupan riil. Kemauan menjadi manusia utama melalui olah jiwa dan refleksi akal budi merupakan suatu keberanian dalam dunia modern ini karena kehidupan modern acapkali “jatuh dalam hiruk-pikuk doxa( opinion)“ dan cenderung hanya berkutat pada kedangkalan yang semu. Dalam tradisi filsafat Plato, dunia ini memang hanyalah semu semata. Yang sejati adalah Idea Yang Baik, darimana segala yang maya atau semu di dunia ini menemukan sumber kesejatiannya.

Download di link berikut: Jurnal Filsafat Arete

==============================================================

Artikel Terbaru: Penelitian Ilmiah dan Martabat Manusia (Majalah Basis, Yogyakarta)

Oleh Reza A.A Wattimena

Fakultas Filsafat, UNIKA Widya Mandala, Surabaya

Yang kita perlukan sekarang ini adalah jiwa peneliti militan. Bagi mereka penelitian adalah hidup itu sendiri. Penelitian itu nikmat dan berharga pada dirinya sendiri. Entah ada dana atau tidak, ada hibah atau tidak, ada yang memesan atau tidak, ada poin atau tidak, mereka tetap meneliti.. meneliti… meneliti.. tanpa henti.

            Hati kita boleh patah, jika mulai berbicara tentang dunia penelitian dan pengembangan ilmu pengetahuan di Indonesia. Pada saat ini berdasarkan data olahan dari SCImago Lab, Indonesia menduduki peringkat 65 dengan jumlah publikasi penelitian ilmiah 12.871.(Wahid, 2011) Bandingkan dengan misalnya Amerika Serikat yang sejak 1996-2010 telah menghasilkan lebih dari lima juta publikasi penelitian ilmiah. Tak heran universitas-universitas di AS sampai kini masih memegang peringkat teratas menurut QS University Rankings (www.topuniversities.com).

Mungkin terlalu jauh jika kita membandingkan diri dengan AS. Mari kita lihat negara tetangga kita, yakni Singapura dan Malaysia. Sampai saat ini Malaysia menduduki peringkat 43 dunia dengan jumlah 53.691 publikasi penelitian ilmiah. Sementara Singapura menduduki posisi 32 dunia dengan jumlah 108.522 publikasi penelitian ilmiah. Menyimak data-data ini, tentunya kita perlu segera melakukan refleksi diri secara mendalam tentang dunia penelitian dan publikasi ilmiah di Indonesia.

Sebagaimana dicermati oleh Fathul Wahid, ada sedikit harapan, yakni meningkatnya jumlah publikasi penelitian ilmiah di Indonesia, mulai dari 1996-2010. Ia mencatat sebagai berikut. Pada 1996 terdapat 512 artikel publikasi penelitian ilmiah. Sementara pada 2010 jumlah tersebut meningkat menjadi 1.925 artikel. Ada peningkatan total 275 persen, walaupun tetap belum cukup bersaing dengan dua negara tetangga kita, Singapura (meningkat 379 persen) dan Malaysia (meningkat 1.301 persen). Untuk sekedar catatan di antara negara-negara Asia, saat ini, Indonesia menduduki peringkat 11 dari 33 negara, sedikit diatas Vietnam dan Bangladesh, namun cukup sejajar dengan Filipina.

Data di atas masih berbicara tentang jumlah, dan belum tentang kualitas penelitian. Tentunya membaca data-data tersebut terselip sebuah harapan sederhana, yakni terbentuknya generasi baru peneliti bangsa ini yang mempunyai habitus (kebiasaan yang tertanam di dalam gugus berpikir dan tindakan) baru, di mana para peneliti secara berkelanjutan(kuantitas)mencari kebenaran (truth seeking) sesuai bidangnya masing-masing, dan, dengan demikian, mengangkat harkat dan martabat manusia (human dignity) Indonesia ke tempat yang luhur (kualitas). (Koesoma, 2011)

Selanjutnya bisa dilihat di Majalah Basis tebaru. (akhir 2011)

———————————————————————————————————————————

Buku Filsafat Terbaru: Penelitian Ilmiah dan Martabat Manusia

Oleh Reza A.A Wattimena

Tujuan diterbitkan dan dipublikasikannya buku ini adalah untuk membantu para peneliti dan ilmuwan, supaya bisa mendapatkan cara berpikir yang lebih tepat di dalam memilih dan mengolah metode yang paling pas untuk melakukan penelitian mereka. Dengan kata lain buku ini ingin menawarkan alternatif cara berpikir di dalam melakukan penelitian ilmiah, baik dalam konteks ilmu-ilmu alam maupun ilmu-ilmu sosial. Pada hemat saya belum ada buku di Indonesia yang mencoba untuk melakukan hal ini secara fokus. Inilah yang saya anggap sebagai nilai “kebaruan” dari buku ini untuk masyarakat Indonesia.

            Secara khusus buku ini ditujukan bagi para peneliti dan ilmuwan di berbagai bidang ilmu di Indonesia. Secara umum buku ini ditujukan untuk para mahasiswa yang akan menjadi calon peneliti dan ilmuwan masa depan, maupun pada masyarakat luas yang memiliki minat pada perkembangan penelitian dan ilmu pengetahuan di Indonesia. Harapan saya sederhana supaya kegiatan penelitian di Indonesia bisa sungguh relevan untuk mencerahkan dan memperbaiki kualitas kehidupan masyarakat secara umum, dan bukan hanya sekedar “onani” intelektual belaka.

Buku bisa didapatkan di sini. Ada perlu mendaftar dulu untuk mendapatkannya.

Publisher: Evolitera

Number of Pages: 103

Language: Indonesia

Release Date: 12/10/2011

ISBN: 978-602-9097-15-3

======================================================================

Buku Filsafat Terbaru: Filsafat Politik untuk Indonesia

Dari Pemikiran Plato, Edmund Husserl, Charles Taylor, sampai Slavoj Žižek

Buku ini berawal dari hasil kuliah filsafat politik yang diselenggarakan di Fakultas Filsafat UNIKA Widya Mandala, Surabaya pada semester genap 2011. Maka buku ini bisa digunakan sebagai bahan ajar resmi mata kuliah filsafat politik, terutama filsafat politik untuk konteks Indonesia. Namun di sisi lain, buku ini tidak semata merupakan bahan ajar mata kuliah filsafat politik, tetapi juga bisa menjadi panduan bagi orang-orang yang peduli pada situasi politik Indonesia, maupun para pembuat kebijakan di Indonesia. Sejauh saya tahu belum ada buku filsafat politik dengan pendekatan spesifik konteks Indonesia. Buku ini ingin memenuhi kebutuhan itu.

Yang perlu disadari adalah, bahwa filsafat politik merupakan harta karun yang amat berharga untuk perkembangan bangsa Indonesia. Filsafat politik memberikan kita cara pandang di dalam bersikap dan membuat keputusan, terutama di tengah situasi yang semakin rumit dewasa ini. Buku ini dihadirkan sebagai ajakan bagi kita semua untuk memperluas wawasan dan horison berpikir kita di dalam hidup berbangsa. Semoga ajakan ini tidak bertepuk sebelah tangan. ***

Editor dan Penulis: Reza A.A Wattimena bersama Mahasiswa Fakultas Filsafat UNIKA Widya Mandala, Surabaya

Halaman: 194 hal.

ISBN: 978-602-9266-28-3

Dapat diperoleh di Fakultas Filsafat UNIKA Widya Mandala Surabaya, dan Toko Buku Togamas Surabaya dan Malang.

====================================================================================

Oleh Reza A.A Wattimena

Saat ini Indonesia tengah mengalami krisis kepemimpinan. Di berbagai

sektor kehidupan sangat sulit dijumpai seorang pimpinan yang bisa sungguh mengarahkan organisasi yang dipimpinnya untuk mencapai kegemilangan secara manusiawi. Yang banyak ditemukan adalah pemimpin yang permisif. Mereka mencari popularitas dengan bersikap ramah dan baik, namun tidak memiliki ketegasan untuk membuat keputusan. Akibatnya organisasi menjadi tidak memiliki arah yang jelas, dan ketidakpastian menghantui aktivitas organisasi tersebut. Dalam hal ini negara dan masyarakat bisa dipandang sebagai sebuah organisasi yang, juga, mengalami krisis kepemimpinan.

Juga jamak ditemukan seorang pemimpin yang bersikap otoriter terhadap pihak-pihak yang dipimpinnya. Ia memimpin tidak dengan persuasi dan argumentasi, melainkan dengan arogansi dan, jika perlu, kekerasan fisik. Kepemimpinan dengan pola semacam ini bisa ditemukan mulai dari organisasi adat, agama, sampai dengan birokrasi bisnis modern, seperti di kantor. Motivasi sang pimpinan adalah mencapai kegemilangan organisasi dengan menekan para pekerja, sehingga mereka bisa memeras tenaga dan pikiran demi kepentingan organisasi. Ironisnya tujuan tersebut (kegemilangan) tidak akan pernah tercapai. Ini juga merupakan satu bentuk krisis kepemimpinan.

Dewasa ini suatu organisasi, sama juga seperti masyarakat, terdiri dari banyak orang yang memiliki latar belakang yang begitu beragam. Di dalam teori-teori sosial, keberagaman latar belakang ini disebut juga sebagai masyarakat atau organisasi multikultur. Pola kepemimpinan yang cukup tepat digunakan untuk menata organisasi ini pun juga khas. Yang pasti pola kepemimpinan permisif dan otoriter yang sudah disinggung sebelumnya sama sekali tidak tepat untuk menata organisasi multikultur. Yang diperlukan adalah pola kepemimpinan multikultur, yakni kepemimpinan yang sungguh mengakui dan mengembangkan berbagai kultur dari pihak-pihak yang dipimpin. Pengakuan dan pengembangan kultur menuntut pengetahuan yang mendalam terhadap beragam kultur yang ada di masyarakat. Untuk itu seorang pemimpin perlu untuk belajar sejarah dan memahami ingatan kolektif pihak-pihak yang dipimpinnya.

Di dalam tulisan ini, saya ingin mengajukan argumen, bahwa kepemimpinan multikultur haruslah berpijak pada pengetahuan dan pemahaman akan ingatan kolektif yang tepat dari pihak-pihak terkait. Ada dua konsep dasar yang perlu diperjelas terlebih dahulu, yakni kepemimpinan multikultur dan ingatan kolektif.  Untuk itu saya akan membagi tulisan ini ke dalam tiga bagian. Awalnya saya akan menjabarkan makna dari kepemimpinan (leadership), terutama kepemimpinan multikultur (1). Pada bagian berikutnya saya akan menjabarkan makna dari konsep ingatan kolektif (2). Kemudian saya akan mencoba merumuskan sintesis teoritis dan praktis antara konsep kepemimpinan multikultur dan konsep ingatan kolektif. Bagian ini juga merupakan kesimpulan dari seluruh tulisan ini (3). Sebagai acuan utama saya menggunakan penelitian Zaleznik, Bordas, dan Assmann tentang kepemimpinan multikultur dan ingatan kolektif.

Baca Lanjutannya di Majalah Basis Terbaru no. 07-08, tahun 60, 2011

————————————————————————————————————————————————————

Buku Filsafat: Bapa-Bapa Gereja Berfilsafat

Karya dari Agustinus Ryadi

Dekan Fakultas Filsafat, UNIKA Widya Mandala, Surabaya

Buku yang akan Anda baca ini, Bapa-Bapa Gereja Berfilsafat, lahir dari materi kuliah Sejarah Filsafat Abad Pertengahan, terutama zaman Patristik yang penulis berikan mulai tahun 2010 sampai sekarang di Fakultas Filsafat Unika Widya Mandala Surabaya. Dengan meningkatnya minat terhadap filsafat Abad Pertengahan, hadirnya buku referensi yang dapat menghubungkan pemikiran para pemikir zaman Patristik, dalam hal ini Bapa-Bapa Gereja, sangatlah diharapkan, khususnya tentang penafsiran para Bapa Gereja yang sangat berharga mengenai pokok iman (Tritunggal). Entah mengapa buku referensi filsafat para Bapa Gereja sangat minim di pustaka filsafat Indonesia. Hadirnya buku ini merupakan upaya untuk menambah referensi filsafat abad pertengahan, khususnya Bapa Gereja di bumi kita ini.

Buku ini bisa didapatkan di toko buku Togamas Surabaya dan Malang, serta di Fakultas Filsafat UNIKA Widya Mandala, Surabaya.

Cuplikan buku ini dapat dilihat di Bapa-bapa Gereja Berfilsafat

————————————————————————————————————————————————————

Etika Komunikasi Politik

Buku ini adalah ajakan untuk membangun komunikasi politik yang berkualitas, sehingga mampu membangun kehidupan bersama yang cerdas, sejahtera, berdasarkan pada kemerdekaan dan perdamaian abadi. Saya menulis satu artikel di dalam buku ini. Editor buku ini adalah kolega saya di Universitas Atma Jaya, Jakarta, yakni Prof. Alois Agus Nugroho. Buku ini bisa didapatkan di Pusat Pengembangan Etika, Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya, Jakarta. (Reza A.A Wattimena)

ISBN: 978-602-8904-07-0

———————————————————————————————————-

Filsafat Kata

Oleh Reza A.A Wattimena

Filsafat tak dapat lepas dari kata. Di dalam berpikir dan membangun konsep yang jelas dan kritis, orang senantiasa berpelukan dengan kata. Di dalam menulis dan menyebarkan pemikiran, orang bergandengan tangan dengan kata. Aku berkata-kata maka aku ada.Di dalam buku ini, penulis akan mengajak anda untuk merenungkan tentang makna kata, dan kaitannya dengan konteks yang lebih luas, entah dengan politik, pendidikan, ekonomi, dan kehidupan itu sendiri. Oleh karena itu judul-judul tulisan ini hanya menggunakan satu kata, tidak lebih dan tidak kurang. Tidak seperti buku-buku filsafat lainnya, buku ini menggunakan bahasa yang sederhana. Tuturnya sedapat mungkin sederhana, tanpa mengurangi kedalamannya.

Publisher: Evolitera

Writer: Reza A.A Wattimena

Number of Pages: 396

Language: Indonesia

Release Date: 07/15/2011

ISBN: 978-602-9097-13-9

Silahkan dapatkan di

Evolitera atau Filsafat Kata

Daftar dulu dan dapatkan bukunya!

———————————————————————————————-

Jurnal Filsafat: Slavoj Zizek dan Manusia Sebagai Subyek Dialektis (2011)

Oleh Reza A.A Wattimena

Filsafat dimulai pada saat kita tidak lagi menerima apa yang ada sebagai yang begitu saja diberikan.”Slavoj Žižek

Abstract What or who is human? This is one of the oldest questions in history. Philosopher and scientist from various disciplines try to answer it based on their research and theories. What is unique in Žižek approach is his effort to combine two different schools of thought as an intellectual instrument to answer this question, namely German Idealism and Jacques Lacan’s Psychoanalysis. Inspired by the philosophy of German Idealism, he argued that the essence of human is not inside his or her self, but outside, namely the symbolic order that determine their self. And inspired by Lacan, he argued that the self always embedded in the symbolic order, and constantly disrupted by the Real. In this context, we can say that human is a dialectical subject.

Kata Kunci: subyek, manusia, subyek dialektis, fantasi, the Real, tata simbolik.

Aku bermimpi. Mimpiku indah. Aku terbang di angkasa, bertemu putri cantik, lalu kita berdua terbang mengelilingi langit malam penuh bintang. Tiba-tiba aku merasa ingin jatuh. Aku pun terbangun. Ah, ternyata aku jatuh dari tempat tidur. Aku pun bergegas kembali naik ke kasur, guna melanjutkan mimpi indahku tadi. Tetapi apa daya mimpi itu tidak berlanjut. Aku justru terjebak dalam mimpi lain yang nyaris tak kuingat lagi.

Mungkin anda pernah mengalami hal yang sama dengan saya. Pandangan umum akan mengatakan, bahwa mimpi itu ilusi (terbang bersama putri cantik), dan terbangun itu nyata (jatuh dari tempat tidur). Melihat fenomena ini Žižek berpendapat lain. Baginya peristiwa jatuh dari tempat tidur adalah the Real yang mengganggu stabilitas tata simbolik manusia, ketika ia terhanyut di dalam mimpinya.The Real itu menyakitkan, traumatis, dan tidak ada orang yang menginginkannya. Namun orang niscaya mengalaminya, tanpa ada tawar menawar. Sementara mimpi indah adalah tata simbolik (symbolic order) yang membuat nyaman dan terlena. Orang tidak ingin lepas darinya. Tetapi kehidupan memaksa orang melepas diri dari keterlenaan tata simbolik tersebut. Orang ingin bermimpi karena mereka tidak tahan dengan realitas. Jika sudah begitu mana sebenarnya yang bisa disebut realitas? Terbang bersama putri atau jatuh dari tempat tidur?

Inilah khas gaya analisis Žižek. Ia menantang dan membalik pandangan umum. Ia pun melakukannya dengan penjelasan rasional, dan bukan sekedar argumen tanpa dasar. Begitu pula ketika ia mencoba mengajukan pandangannya soal manusia. Pada hemat saya argumen Žižek tentang manusia dapat ditempatkan untuk menanggapi perdebatan filosofis tentang manusia, yakni antara konsep subyek Cartesian di satu sisi, dan konsep subyek posmodernisme di sisi lain.

Yang pertama berpendapat bahwa subyek, manusia, adalah mahluk yang rasional, otonom, atomistik, dan bebas dalam berhadapan dengan dunia. Para filsuf modernis dan pencerahan berada di barisan ini. Kelompok kedua melihat bahwa subyek adalah semata bentukan dari kekuatan-kekuatan eksternal di luar kesadaran dirinya, seperti pengaruh ekonomi, struktur, politik, teks, ketidaksadaran, dan sebagainya. Konsep manusia sebagai subyek dialektis yang dirumuskan Žižek tepat ingin mengajukan kontribusi di dalam perdebatan tersebut.[ii]

Untuk menjelaskan argumen Žižek tersebut, saya akan membagi tulisan ini ke dalam tiga bagian. Awalnya saya akan menjelaskan dulu sosok pribadi maupun pemikiran Žižek (1). Pada bagian ini saya banyak terbantu oleh uraian Tony Myers di dalam bukunya tentang Žižek. Lalu saya akan menjelaskan pandangan Žižek tentang manusia, terutama yang termuat di dalam buku utamanyaThe Sublime Object of Ideology (2). Bagian ini merupakan penelusuran saya terhadap teks-teks asli tulisan Žižek tentang manusia, terutama melihat pengaruh filsafat Hegel dan Lacan pada perkembangan pemikiran Žižek tentang manusia. Pada akhirnya saya akan mengajukan kesimpulan dari seluruh tulisan ini (3).

Untuk membaca lebih jauh, anda bisa menghubungi Fakultas Filsafat UNIKA Widya Mandala Surabaya.


Buku Ajar Filsafat Ilmu Pengetahuan: Sebuah Pendekatan Kontekstual

Editor: Reza A.A Wattimena

ISBN: 978-602-98925-1-2

“Maka ilmu pengetahuan haruslah berpihak dengan tegas, dan harus meninggalkan klaim netralitasnya. Ilmu pengetahuan haruslah berpijak dan berpihak untuk membela kepentingan orang-orang yang tertindas, seperti para korban ekonomi kapitalisme, kaum minoritas yang tertindas, maupun kaum perempuan yang masih mengalami diskriminasi. Namun apakah dengan begitu, ilmu pengetahuan kehilangan obyektivitasnya?

Pertanyaan ini amatlah filosofis, karena langsung menyentuh dimensi terdalam dari penelitian ilmiah itu sendiri, termasuk di dalamnya pertanyaan tentang hakekat dari obyektivitas ilmiah. Saya akan biarkan pertanyaan ini menggantung, sampai anda selesai membaca seluruh buku ini, dan mencoba menjawabnya sendiri.

Buku ini menjadi istimewa dan penting, karena belum ada buku yang secara khusus membahas ilmu pengetahuan dalam kaitannya dengan konteks-konteks kehidupan manusia yang lebih luas, seperti dengan politik, seni, hasrat, maupun dengan bisnis.”

Harapannya pembaca bisa menemukan ide-ide yang bisa mengembangkan diri mereka di dalam kegiatan ilmiah secara khusus, maupun kehidupan secara umum.”

Buku ini bisa didapatkan di toko-toko buku Togamas Surabaya dan Malang, maupun di Fakultas Filsafat UNIKA Widya Mandala Surabaya

(Reza A.A Wattimena, Pengantar Editor)

 

 

Buku Filsafat Immanuel Kant Baru

Title : Filsafat Kritis Immanuel Kant

Author : Reza A.A Wattimena

Publisher : Evolitera

Release Date : 2010-03-20

Page : 79

Category : Philosophy

Sub Category : Metaphysics

Language : Indonesia

Please login or register to download the full version of this eBook

Summary

Buku ini (berjudul lengkap “Filsafat Kritis Immanuel Kant: Mempertimbangkan Kritik Karl Ameriks terhadap Kritik Immanuel Kant atas Metafisika”) adalah karya dari Reza Wattimena yang merupakan pengembangan dari penelitian beliau tentang Immanuel Kant dan Karl Ameriks pada 2008 lalu. Di dalam buku ini, penulis memaparkan latar belakang sekaligus kekayaan filsafat kritis yang telah dirumuskan oleh Immanuel Kant, seorang filsuf Jerman (1724‐1804). Di sisi lain, buku ini juga membahas pemikiran Karl Ameriks, salah seorang penafsir Kant di Eropa, yang sebelumnya telah mengajukan kritik terhadap pemikiran Kant.

Karya Reza ini adalah salah satu kajian pertama tentang epistemologi Immanuel Kant di Indonesia yang diharapkan dapat memperkenalkan pemikiran Kant kepada khalayak luas di Indonesia.

ISBN: 978-602-96504-4-0

Silahkan klik website di bawah ini untuk mendapatkannya. Semoga berguna.

Filsafat Kant

Salam,

Reza

Buku Filsafat Perselingkuhan


Filsafat Perselingkuhan sampai Anorexia Kudus

Oleh: Reza Antonius Alexander Wattimena

Publisher : Evolitera

(ISBN: 978-602-8861-76-2)

Released : 1st Feb, 2011

Pages : 160

Category : Philosophy

SubCategory : General/Analytics

Language : Indonesia

Summary

Kumpulan artikel filsafat populer yang membahas mulai dari filsafat politik (penulis menyebut dengan “perselingkuhan”), filsafat pendidikan, hingga tentang individu.

Filsafat ini disajikan dengan bahasa yang mudah dimengerti!

Silahkan download disini: Filsafat Perselingkuhan

Buku Filsafat Terbaru: Metodologi Penelitian Filsafat


Image0738Editor: Reza A.A Wattimena

ISBN: 978-979-21-2940-3

Penerbit: Kanisius Yogyakarta

Kerja sama dengan Fakultas Filsafat Universitas Gadjah Mada Yogyakarta


Daftar Isi

Prakata

Oleh: M. Mukhtasar Syamsuddin

Kebenaran dan Metodologi Penelitian Filsafat: Sebuah Tinjauan Epistemologi

Oleh: P. HARDONO HADI

Metodologi Penelitian Filsafat

Oleh : Toeti Heraty Noerhadi

Metode Penelitian Filsafat: Belajar dari Filsuf Alfred N. Whitehead

Oleh: J. Sudarminta

Penelitian pada Bidang Ilmu Filsafat: Perbandingan Usulan Penelitian

Oleh : Anton Bakker

Metode Filsafat dalam Tinjauan Ilmu Agama

Oleh : M. Amin Abdullah

Metoda Pengertian dan Antropologi Filsafat

Oleh : S. Takdir Alisjahbana

Metode Refleksi Metodologis Merleau-Ponty

Oleh: M. Mukhtasar Syamsuddin

Berbagai Bentuk Metode Berfilsafat: Sebuah Tinjauan Historis Sistematis Dari Masa Yunani Kunosampai Posmodernisme

Oleh: Reza A.A Wattimena

PRAKATA

Hubungan antara konsep-konsep metodologi dan metode dalam penelitian filsafat senantiasa membingungkan. Sering dijumpai seseorang menuliskan atau menggunakan istilah ‘metodologi’, sementara apa yang ia kerjakan dalam aktivitas penelitiannya sebetulnya menggambarkan metode. Sejatinya hal ini tidak perlu terjadi, lantaran jalinan sistemik yang berlangsung dalam baik perkembangan ilmu maupun aktivitas keilmuan, metodologi selalu lebih dahulu dan lebih fundamental sifatnya, jika dibandingkan dengan metode.

Metodologi menyediakan dasar bagi metode. Logika atas posisi metodologis seorang peneliti dapat digambarkan dengan menjelaskan pandangan peneliti yang bersangkutan terhadap sifat dasar kenyataan. Posisi metodologis kaum positivis , misalnya, berbeda dengan kaum fenomenologis. Bagi kaum positivis, fakta adalah sumber yang menghadirkan obyek. Sedangkan bagi kaum fenomenologis, dunia sebagai fakta (setidak-tidaknya dunia yang dieksplorasi) merupakan suatu makna yang dibangun secara intersubyektif.

Persoalan lain yang seringkali dijumpai adalah ketatnya pembagian metode kualitatif dan kuantitatif dalam dunia penelitian. Pembagian ini tidak perlu membingungkan, sebab dalam sebuah penelitian bidang filsafat, metode kualitatif dan kuantitaf dapat digunakan secara bersama dan dalam tahap kegiatan penelitian yang sama. Pada suatu kegiatan penelitian, observasi misalnya, harus disikapi sebagai metode fundamental dalam pengumpulan data. Melalui observasi, baik langsung maupun tidak langsung, peneliti dalam bidang filsafat dapat mengumpulkan hasil observasi pribadinya dari responden. Model-model ini mungkin dengan sendirinya sudah memiliki struktur tertentu. Namun ketika peneliti melakukan pengumpulan data, peneliti dapat memunculkan struktur tersebut dari proses analisis filsafat yang akan dilakukan.

Fenomena membingungkan seperti tadi, menyeruak kembali ketika rancangan penerbitan buku ajar ini dipersiapkan. Bedanya, kebingungan kali ini dialami dalam menentukan judul buku; apakah “Metodologi Penelitian Filsafat” ataukah “Metode Penelitian Filsafat”. Jadi bukan lantaran adanya kesalahkaprahan dalam memahami posisi metodologi dan metode, atau karena adanya ikatan ketat dalam dikotomi metodis penelitian kuantitatif dan kualitatif, tetapi karena bahan-bahan yang dikumpulkan bersumber dari artikel-artikel yang memang bertaut dengan metodologi pada satu bagian dan metode pada bagian yang lain. Demikian juga obyek material yang disasar dalam masing-masing artikel cukup bervariasi, dari corak kualitatif sampai kuantitatif.

Al hasil buku ajar ini terbit dengan judul “Metodologi Penelitian Filsafat”, walaupun beberapa tulisan mengangkat “metode” dalam uraiannya. Alasan pertama, tentu karena secara paradigmatik, metodologi dipahami sebagai ilmu tentang metode yang jika coba dikaitkan dengan penelitian, maka dalam wacana filsafat, metodologi termasuk salah satu bagian pokok kajian, setidak-tidaknya dalam epistemologi dan filsafat ilmu pengetahuan. Alasan kedua dan tidak kalah pentingnya untuk dikemukakan adalah sebagian besar artikel dalam buku ajar ini bersumber dari makalah-makalah yang pernah dipresentasikan dalam sebuah simposium nasional bertema “Metodologi Penelitian Filsafat” yang diselenggarakan oleh Fakultas Filsafat, Universitas Gadjah Mada pada 29-30 Juni 1991di Yogyakarta.

Sesungguhnya, makalah-makalah simposium nasional itu bervariasi, dalam arti tidak seluruhnya berkaitan dengan metodologi penelitian filsafat saja, namun merambah ke wilayah penelitian agama, sosial, dan bahkan bidang ilmu alam. Untuk memenuhi relevansi dan keperluan khusus penerbitan buku ajar ini, maka sengaja dipilihkan makalah-makalah yang mengurai metodologi dan metode penelitian bidang ilmu filsafat. Hal lain, yaitu untuk memperluas horizon metodologis dalam dunia penelitian filsafat itu. Dalam buku ajar ini ditambahkan dua artikel yang tidak bersumber dari simposium nasional di atas. Kedua artikel dimaksud, secara langsung berhubungan dengan “Metode Berfilsafat” yang masing-masing ditulis oleh Reza A.A. Wattimena dengan judul “Berbagai Bentuk Metode Berfilsafat: Sebuah Tinjauan Historis Sistematis dari Masa Yunani Kuno sampai Posmodernisme” dan oleh Mukhtasar Syamsuddin dengan judul “Metode Refleksi Fenomenologis Merleau-Ponty”.

Akhirnya, diucapkan terima kasih kepada semua pihak yang mengijinkan makalah yang telah dipresentasikan pada simposium nasional tahun 1991 untuk diterbitkan melalui buku ajar ini. Demikian juga, tidak luput diucapkan terima kasih kepada Pimpinan Fakultas Filsafat UGM, Yogyakarta , Fakultas Filsafat Widya Mandala, Surabaya, serta penerbit percetakan Kanisius, Yogyakarta yang telah bersama-sama mengupayakan penerbitan buku ajar ini, yang sekaligus dapat menunjukkan jalinan kerjasama institusional dan komitmen kedua lembaga dalam mengembangkan pendidikan filsafat secara umum dan metodologi penelitian filsafat secara khusus di Indonesia.

Mukhtasar Syamsuddin

Dekan Fakultas Filsafat Universitas Gadjah Mada Yogyakarta


Anda bisa mendapatkan buku ini di Fakultas Filsafat UNIKA

Widya Mandala Surabaya (http://filsafat.wima.ac.id/),

Fakultas Filsafat Universitas Gadjah Mada Yogyakarta

(http://filsafat.ugm.ac.id/), dan Penerbit Kanisius

Yogyakarta (email: neno@kanisiusmedia.com)

Buku Baru: Membongkar Rahasia Manusia Telaah Lintas Peradaban (Filsafat Timur dan Filsafat Barat)

Image0508

Buku Filsafat Terbaru Fakultas Filsafat UNIKA Widya Mandala Surabaya

Editor: Reza A.A Wattimena

Setiap kajian filsafat dan ilmu-ilmu sosial selalu bermuara pada

satu pertanyaan dasar, siapakah manusia? Ini adalah pertanyaan

filosofis abadi yang menjadi bahan pergulatan para pemikir besar

sepanjang sejarah. Pergulatan itu tampak di dalam setiap goretan

kata di dalam buku ini. Anda diajak mencecapnya dan menarik

makna daripadanya.

Buku ini adalah karya yang istimewa. Para penulis muda

mempelajari pemikiran para filsuf dunia tentang manusia, sambil

mengajukan ide mereka sendiri. Kreativitas, kejujuran intelektual,

keberanian akademik, dan konsistensi tanpa henti menjadi

darah dari buku ini. Buku ini juga mencoba mengajukan sintesis

sementara dari berbagai pemikiran Timur dan Barat. Belum ada

buku serupa yang pernah diterbitkan di Indonesia.

Namun, jangan percaya begitu saja pada penulis buku ini. Anda

harus mengeceknya. Dengan demikian, akan muncul percakapan

tentang manusia yang mencerahkan dan membangunkan kita

semua dari keterlenaan rutinitas.

Daftar Isi

PENGANTAR EDITOR:

Menuju Hidup yang Filosofis

REZA A.A WATTIMENA

Prolog:

Menimba Mata Air Lokalitas

EDWI NUGROHADI

Manusia sebagai Peziarah Makna

Refleksi Filosofis tentang Pengalaman dan Makna

EMANUEL PRASETYONO

BAGIAN. I

MEMBONGKAR RAHASIA MANUSIA

Konsep Manusia

Menurut Nietzsche dan Mencius

Stevanus Findi Arianto

Memahami Manusia

dalam terang Filsafat Islam Ibn Rusyd

KRISTOFORUS SRI RATULAYN K.N

Memahami Manusia

Di dalam Terang Ajaran Karma, Buddhisme dan Eksistensialisme Jean-Paul Sartre

ROBERTUS FRANGKY TEDJOKUSUMO

Agama, Kodrat Tuhan, dan Manusia Menurut Raden Adjeng Kartini

Analisis Terhadap Kumpulan Surat Kartini

Suhartoyo

BAGIAN. II

MENJADI MANUSIA YANG OTENTIK

Pembentukan Karakter yang Kuat sebagai Dasar Otentisitas

Melihat Sejarah dan Filsafat Jepang

DAVID JONES SIMANUNGKALIT

Otentisitas Manusia

Menurut S.A. Kierkegaard dan Ajaran Taoisme

F.X PRATAMA ADI

Menjadi Manusia Otentik

Menurut Renè Descartes dan Ajaran Zen

Yoseph Eko Setyawan

Ajaran Etika Konfusius:

Apakah Bertentangan dengan Otentisitas Hidup Manusia?

Dominicus Mardiyatto

Tato dan Otentisitas Diri Manusia

YUSTINUS ASTANTO

BAGIAN. III

MELAMPAUI MANUSIA

Menjadi Perempuan

Menurut Raden Adjeng Kartini

Suhartoyo

Perubahan Moral Bagi Para Pencari Keuntungan Diri

Belajar dari Mencius

Stevanus Findi Arianto

epilog:

Manusia: Karya, dan Kuasa

JAMES W. SASONGKO

Bisa didapatkan di Penerbit Kanisius Yogyakarta (www.kanisiusmedia.com)

Dan Fakultas Filsafat UNIKA Widya Mandala, Surabaya (http://filsafat.wima.ac.id/)

Filsafat dan Hal-hal yang Belum Selesai: Sebuah Kumpulan Refleksi Filsafat tentang Kehidupan sehari-hari

Image0355Image0354Image0357

Image0355Image0356

Filsafat dan Hal-hal yang Belum Selesai:

Kumpulan Karya-karya

Mahasiswa

Fakultas

Filsafat

Universitas Katolik Widya

Mandala, Surabaya

Buku ini adalah kumpulan karya-karya mahasiswa Fakultas Filsafat Unika Widya Mandala Surabaya selama mereka ambil bagian secara aktif dalam mata kuliah Sejarah Filsafat Yunani Kuno, Metodologi Penelitian Filsafat, dan Seminar Plato, Phaedo. Para mahasiswa ini pertama kali dalam hidupnya belajar filsafat atau lebih tepat belajar berfilsafat dengan proses belajar-mengajar yang tepat guna tentunya. Buku ini dipersembahkan kepada khalayak ramai dengan tujuan untuk menepis anggapan bahwa buku-buku filsafat itu buku yang sukar dan berat.

De facto, para mahasiswa yang nota bene pemula dalam berfilsafat mampu menguraikan benang-benang kehidupan dengan tema-tema hidup sehari-hari. Mereka melihat persoalan-persoalan sehari-hari dengan kacamata seorang filsuf atau dua filsuf sekaligus. Ibaratnya, mereka adalah dokter-dokter bedah yang membedah fenomena hidup sehari-hari dengan pisau bedah tertentu.

Buku ini memuat dua puluh dua (22) tulisan mahasiswa selama proses belajar mengajar satu semester. Saya membagi ke dalam tiga kelompok besar berdasarkan jenis mata kuliah, yaitupertama, tulisan-tulisan dari mata kuliah Sejarah Filsafat Yunani Kuno; kedua, dari mata kuliah Metodologi Penelitian Filsafat Dan ketiga, dari mata kuliah Seminar Plato, Phaedo.

Tulisan-tulisan kelompok pertama merupakan buah mempelajari beberapa filsuf. Kelompok kedua adalah tulisan-tulisan yang mempelajari metode filsafatnya para filsuf. Namun disisipkan dua tulisan (Yustinus Astanto dan Fransiskus Yosef Eko Setyawan) yang membuat tulisan dalam rangka Sejarah Filsafat Yunani Kuno dan Metodologi Penelitian Filsafat. Sedangkan kelompok ketiga merupakan tulisan-tulisan yang kusuk pada satu filsuf, yakni Plato dalam bukunya Phaedo. Susunan tulisan dalam masing-masing kelompok disusun berdasarkan pada hirarki usia para filsuf: mulai dari tertua menuju ke termuda.

Meskipun karangan-karangan ini berbeda masalah dan metode proses belajar mengajarnya, namun ada yang menyatukan mereka: refleksi filosofis. Oleh karena itu, buku ini berjudul Filsafat dan Hal-Hal yang Belum Selesai. Masing-masing karangan berusaha berfilsafat dari sebuah konteks permasalahan sosial tertentu dan ingin membedah masalah itu. Akhirnya, kalau berfilsafat seperti ini diasah terus menerus dan menjadi kebiasaan, maka mereka akan menjadi filsuf yang membumi(bukan filsuf langitan).

Berfilsafat merupakan melatih orang untuk bertanggung jawab terhadap hidupnya sehari-hari dengan segala konsekuensinya. Mereka harus dapat dipertanggung jawabkan secara rasional. Pertanggungjawaban rasional pada hakekatnya berarti bahwa setiap langkah harus terbuka terhadap segala pertanyaan dan sangkalan. Proses tersebut harus dipertahankan dengan argument-argumen yang objektif, maksudnya dapat dimengerti secara intersubyektif. Akhirnya, mereka yang terlatih untuk berfilsafat dapat membantu masyarakat dalam memecahkan masalah-masalah kehidupan.

Teringat akan pendapat Harry Darsono, perancang adibusana Indonesia, pada waktu diwawancarai oleh Myrna Ratna dan Yulia Sapthiani perihal belajar filsafat (Kompas, Minggu/4 April 2010). Ada empat alasan pembelajarannya. Pertama, kita harus belajar dari sudut pandang orang lain, dalam hal ini para filsuf, supaya sudut pandang kita mempunyai dimensi yang lebih luas. Kedua, kita harus belajar dari kesalahan pemikiran orang lain. Masing-masing filsuf mempunyai kekuatan dan kelemahan dalam pemikirannya. Ketiga, kita perlu memperbaiki diri terus menerus dengan mempelajari pemikiran para filsuf. Konsekuensinya, ada hal yang selalu baru setiap hari. Dankeempat, kita belajar dari para filsuf, bagaimana mencipta.

Akhirnya, terimakasih kepada Sekretaris Fakultas Filsafat Unika Widya Mandala Surabaya, Reza A.A.Wattimena yang pernah menyarankan agar tulisan-tulisan ini dikumpulkan dalam bentuk buku. Terima kasih juga kepada Rm. Agustinus Eka Winarno, Romo Kepala Paroki St. Paulus Rembang, dan Damasius Ari Swandono, Direktur Penerbit Sang Timur Rembang yang membuka kesempatan untuk mewujud nyatakan penerbitan buku ini.

Surabaya, 26 April 2010

Agustinus Ryadi

Dekan Fakultas Filsafat

Unika Widya Mandala Surabaya

DAFTAR ISI

Kata Pengantar …………………………………………………………………………….

Daftar Isi ………………………………………………………………………………………..

BAB I : SEJARAH FILSAFAT YUNANI KUNO

Filsafat Parmenides tentang Doxa dan Aletheia: Kritik atas Budaya Melok dalam Masyarakat

Suhartoyo …………………………………………………………………………………….

Fenomena Mati Suri dan Tubuh Astral dalam Hubungannya dengan Ide Keabadian Jiwa Menurut Plato

David Jones Simanungkalit …………………………………………………………………..

Rokok: Kebutuhan Tubuh yang Memenjarakan Jiwa Ditinjau dari Filsafat Plato Tentang Tubuh dan Jiwa

Kristoforus Sri Ratulayn K.N. …………………………………………………………..

Perda Rokok: Pembatasan Hak Jiwa Manusia (Pandangan Aristoteles Mengenai Jiwa Manusia)

Stevanus Findi Arianto………………………………………………………………………….

Membongkar Cara Berpikir Mistik: Studi Kasus “Mukjizat” Ponari dengan Menggunakan Filsafat David Hume

Dominicus Mardiyatto R.S……………………………………………………………….

Relatif: Cara Pengungkapan Idea Plato dan Protagoras

Yohanes Robertus Franky Tedjokusumo ………………………………………………..

BAB II : METODOLOGI PENELITIAN FILSAFAT

Metode Dialektika Sokrates dalam Pendidikan di Indonesia: Perspektif pada Fenomena Kasus Ponari

Dominicus Mardiyatto R.S. ………………………………………………………………..

Mempertimbangkan Fenomena Fatamorgana sebagai Pengetahuan dalam Perspektif Immanuel Kant

F.X. Prathama Adi …………………………………………………………………………

Fenomenologi Edmund Husserl: Reduksionisme dalam Dialog antar Umat Beragama

Suhartoyo ……………………………………………………………………………………………

Hubungan antara Teori Kritis dan Skeptis Metodis serta Implementasinya terhadap Fenomena Gosip

David Jones Simanungkalit …………………………………………………………….

Pendidikan Membunuh Pengetahuan: Kritik terhadap Kebijakan Pendidikan

Yustinus Astanto ……………………………………………………………………………

Pendidikan Mengumpulkan Kembali Pengetahuan Manusia: Perspektif Plato dan Immanuel Kant

Fransiskus Yosef Eko Setyawan …………………………………………………………….

Sebuah Refleksi atas Fenomena Facebook: Genealogi dan Ja-Sagen (Pandangan Nietzsche dalam kaitannya dengan mentalitas manusia)

Stevanus Findi Arianto…………………………………………………………………………

BAB III : SEMINAR PLATO, FAEDO

Pandangan Sokrates tentang Tubuh dan Jiwa dalam Dialog Faedo

Stevanus Findi Arianto ………………………………………………………………………….

Kekekalan Jiwa

Dominicus Mardiyatto R.S. ……………………………………………………………………

Bukti tentang Pengetahuan: Bentuk yang Abadi dalam Buku Faedo

Kristoforus Sri Ratulayn K.N. ………………………………………………………….

Pembuktian Jiwa yang Satu dan Sederhana

F.X. Prathama Adi ………………………………………………………………………….

Keberatan Simias: Jiwa itu hanyalah Harmoni dari Bagian-Bagian

Suhartoyo …………………………………………………………………………………….

Keberatan Kebes akan Reinkarnasi

David Jones Simanungkalit ……………………………………………………………..

Hukuman dan Pahala sesudah Mati

Fransiskus Yosef Eko Setyawan …………………………………………………………….

Kosmologi: Ide tentang Dunia yang Sempurna dan Jiwa yang Murni

Yustinus Astanto ……………………………………………………………………………..

Filsafat sebagai Jalan menuju ke Hades

Yohanes Robertus Franky Tedjokusumo ………………………………………..

Buku ini dapat diperoleh di Fakultas Filsafat, UNIKA Widya Mandala, Surabaya dengan harga Rp. 62.500

Buku Filsafat Populer (my Fourth Book): Bangsa Pengumbar Hasrat, Dari Filsafat Anti-Gosip sampai Kaderisasi Terorisme

Image0321Image0322Image0324

Buku ini adalah kumpulan tulisan filsafat saya yang telah dipublikasikan, baik secara nasional, lokal Surabaya, dan blog pribadi di internet dalam kurun waktu 2008-2010. Berbagai tulisan di dalam buku ini lahir dari pergulatan saya berhadapan dengan persoalan-persoalan yang ada di masyarakat, mulai dari persoalan individual, sampai persoalan negara yang mendesak. Pendekatan yang saya gunakan adalah pendekatan filsafat. Harapannya para pembaca dapat menyadari betul, bahwa filsafat bisa menjadi pisau analisis yang sangat tajam dan mencerahkan, guna memahami dan menyelesaikan masalah-masalah kehidupan bersama.

Buku ini memiliki keunikannya tersendiri. Selama ini filsafat dipandang sebagai ilmu yang rumit. Orang perlu mengerutkan dahi untuk berpikir, guna memahami teori-teori filsafat. Setelah membaca buku ini, saya berharap anggapan tersebut dapat berubah. Filsafat dapat digunakan untuk memahami hal-hal sehari-hari, dan disampaikan dengan bahasa yang komunikatif, tanpa mengurangi kedalaman refleksinya. Itulah yang kiranya menjadi keunikan dan kelebihan buku ini dibandingkan dengan buku-buku filsafat lainnya.

Saya memilih judul Bangsa Pengumbar Hasrat dengan alasan khusus. Saya melihat bahwa bangsa Indonesia senang sekali mengumbar hasrat mereka untuk menguasai segala bidang, mulai dari bidang politik, ekonomi, sampai pendidikan. Hasrat untuk berkuasa dan mencapai kenikmatan seolah menutupi akal budi dan kontrol diri. Akibatnya kekacauan terjadi hampir di semua bidang kehidupan. Buku ini ditulis untuk meredam pengumbaran semacam itu, serta mengembalikan akal budi dan kontrol diri ke dalam kehidupan bersama.

Buku ini ditujukan untuk semua orang yang memiliki kepedulian terhadap kehidupan bersama. Buku ini juga ditujukan untuk semua orang merasa memerlukan pencerahan di dalam menjalani kehidupannya. Semoga buku ini bisa menjadi sumber inspirasi bagi para pembaca, supaya dapat menjalani hidup yang lebih bermutu dan bermakna. Selamat membaca dan salam sejahtera.

Reza A.A Wattimena,

Surabaya, 2010

Buku ini bisa didapatkan di Fakultas Filsafat UNIKA Widya Mandala, Surabaya

Gedung D lt. 1,

Jln. Dinoyo 42-44, Surabaya 60265, Indonesia

dengan harga Rp. 25.000

Atau di toko buku terdekat di kota anda.

7 gagasan untuk “Karya Fakultas Filsafat UNIKA Widya Mandala Surabaya

  1. Apakah bapak punya bukur tentang filosofi Soren Kierkegaard? saya ingin mempelajarinya tapi sulit mendapat bukunya. Trims

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s